
Apakah Gres akan membiarkan MB menciumnya? Padahal ia tahu, lelaki yang saat ini berada dihadapannya berpacaran dengannya seharian, hanya untuk syarat meminta maaf. Tidak lebih dan juga tidak berarti apa-apa bagi lelaki itu, tetapi ia akan membiarkan cintanya terlarut hanya satu hari?
Biar saja, biarkan saja hari ini ia terlarut dalam cinta sesaatnya. Lagi pula jika melewatkannya, MB mungkin akan menjauh darinya, permintaannya kali ini pasti sudah membuatnya merasa tidak nyaman dan kemungkinan besar mereka menjadi asing, satu sama lain.
Sedikit lagi MB mencium bibirnya, berhenti sejenak menatap wajah gadis itu. Ia berpikir sejenak, jika melakukannya itu berarti. Ia telah mengkhianati cinta pertamanya, akhirnya memutuskan mengarahkan bibirnya ke kening.
Sebelum hal itu terjadi, Gres sudah menutup kedua matanya. MB mencium keningnya begitu lembut, sampai gadis itu meneteskan air matanya.
"Kenapa menangis?" kata MB mengusap air matanya dengan jemarinya begitu lembut.
Entah mengapa mulutnya seperti terkunci, Gres seperti tak sanggup bicara apa pun. Ia hanya ingin menatap wajah lelaki itu, jujur jauh di dalam lubuk hatinya. Ia ingin berteriak bahwa dirinya adalah Kris, namun jika ia bersikap egois akan fatal akibatnya.
"Hey, kenapa hanya diam? Apa kamu gak suka. Aku cium kamu?" tanya MB merasa bersalah karena tidak bertanya dulu sebelum melakukannya.
Gres menggelengkan kepalanya, secara tiba-tiba mencium pipi lelaki itu. Sampai kedua bola matanya membulat, cukup untuk membuatnya terkejut. Langsung memeluk MB dengan sangat erat dengan penuh perasaan.
Saat itu pun MB tak mampu terdiam, ia membalas pelukannya. Sampai membuat gadis itu sedikit terkejut, baru pertama kalinya Gres dipeluk olehnya. Sangat membuatnya bahagia, namun ia juga merasa sakit jauh di dalam hatinya.
"Aku takut ini semua akan segera berakhir, ini terlalu cepat. Aku tidak memintamu untuk melupakan cinta pertamamu, aku hanya ingin kamu mencintaiku yang saat ini berada di pelukanmu," kata Gres dengan suara seraknya penuh harap padanya.
"Ak- aku," kata MB bicara terbata-bata.
Menurunkan tangannya, Gres langsung meraih tangan kanan MB. Diletakkan di atas dadanya, ia menatapnya dengan tegas. Sampai lelaki itu merasakan detak jantungnya.
"Kamu bisa merasakannya, kan? Saat kamu berada didekatku. Jantungku selalu berdebar," Gres tetap menatapnya dengan penuh harap lelaki itu membalas perasaannya.
"Gres, pintu hatiku sudah lama tertutup. Jadi itu semua tidak mungkin, tertutup untuk perempuan mana pun," ungkap MB menjawab pertanyaannya.
"Termasuk aku?"
Entah mengapa MB juga tidak bisa menolak pelukan hangat darinya, entah mengapa pula ia tak mampu untuk bicara sepatah kata pun. Ada apa dengan dirinya? Apakah hatinya menolak untuk membantah perkataannya?
"Aku pasti bisa membuka pintu hatimu, apa pun yang terjadi. Tetaplah percaya, bahwa masih ada seseorang yang pantas untuk berada di dalam pintu itu," menatapnya dengan penuh perasaan.
"Sebelum menjawab hal itu, aku seperti menyentuh sesuatu, sedikit kenyal,"
__ADS_1
Kedua mata Gres membulat, alisnya terangkat. Langsung menjauhkan tangan MB dari dadanya, jongkok, lalu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
'Bodoh banget sih aku, sampai gak merasakan tangannya menekan dadaku sendiri!' Teriak Gres di dalam hatinya.
MB bingung harus berbuat apa? Akhirnya ia ikut jongkok. Rasanya ingin sekali ia menyentuh tangannya, tetapi ia terlalu malu untuk berbuat demikian.
"Maafkan aku, seharunya aku menghindarinya. Aku juga gak sadar, tiba-tiba merasakan sesuatu yang kenya- "
Secara tiba-tiba Gres membekap mulutnya, sampai mendorong tubuh MB juga tubuhnya terjatuh. Kini tubuhnya berada di atas tubuh MB, mereka berdua secepatnya saling menjauh satu sama lain, semakin malu dibuatnya.
Selama mereka berdua bersama, ternyata Will mengikutinya. Dia sampai beberapa kali memegang dadanya yang terasa sakit, juga sesak, rasanya ingin sekali memisahkan mereka berdua. Jika saja dia lebih cepat membuat Gres jatuh cinta padanya, mungkin saat ini yang berada diposisi MB itu adalah dirinya.
"Lebih baik kita pulang, sudah larut malam," ujar MB tak berani menatap wajahnya.
"I-iya, mari pulang," ajak Gres berdiri diikuti lelaki itu berjalan sedikit menjauh darinya.
Mereka berjalan pulang, sedari tadi mereka berdua menjaga jarak. Ketika ditengah perjalanan, motor menuju ke arah mereka. Sehingga membuat MB refleks menarik tangan Gres terdorong sampai kesamping jalan.
Tatapan di antara kedua tidak dapat dihindari, MB memutuskan berpegangan tangan dengannya.
'Masih mengkhawatirkanku?' batin Gres tersenyum datar.
MB melepaskan tangannya, Gres menundukkan kepalanya. Lelaki itu berjalan pergi meninggalkannya, sedangkan gadis itu hanya berdiri terdiam di tempat. Hampir tiba di depan pintu, MB menengok memiringkan kepalanya ke kanan.
"Aku akan mencoba mencintai." Sergah MB memalingkan wajahnya masuk ke dalam.
Kedua mata Gres membulat, kedua alis terangkat, mulut terbuka lebar. Menahan napas sebentar, ia langsung loncat-loncat sambil mengangkat tangannya ke atas.
Mengintip dari balik jendela, MB memegang dadanya. Ia merasakan degupan yang sangat kencang di sana, melihat gadis itu begitu bahagia membuatnya tanpa sadar tersenyum. Fajar yang saat itu sedang menuju ke dapur untuk mengambil cemilan dikulkas, melihat Kakanya yang tersenyum sendiri langsung dikepoin.
Adik dari MB itu berada dibelakang Kakanya, dia mengintip ke arah mata Kakanya menatap. Terdapat Gres sedang loncat-loncat kegirangan di sana, Fajar langsung menyimpulkan hal-hal yang dilakukan sepasang kekasih.
"Astaga! Lo ngapain di sini?" kata MB bertanya kaget karena mendengar hembusan napas Adiknya.
"Lagi liatin orang jatuh cinta lah, terus ngapain lagi," jelas Fajar santai sambil menunjuk ke arah luar jendela.
__ADS_1
"Kepo lo kambuh lagi?" tanya MB mengangkat sebelah alisnya.
"Kaka ini paling pengertian, iya kepoku merajalela," kata Fajar nyengir sambil cekikikan membekap mulutnya sendiri.
Lelaki itu langsung berubah mood, ia pergi ke kamarnya, sedangkan Fajar melanjutkan tujuan utamanya ke dapur. Yap! Cuma mau menghancurkan mood Kakanya saja, Adik macam apa dia?
"Dia bilang apa barusan? Aku akan mencoba untuk mencintai? Wah! Mimpi apa ya semalam? Wah ... " kata Gres ngedumel sendiri sambil loncat.
Seorang pelayan menegur dirinya yang sedang bahagia.
"Heh! Kamu habis ke mana aja? Kamu juga pelayan, tapi kenapa kamu bebas begitu. Kamu juga digaji kan? Besok pekerjaanmu didobel!" Ujar pelayan lama, yang sudah lama mengincar hati majikannya.
"Iya, sehabis pulang sekolah," kata Gres mencoba menyetujui permintaannya.
"Besok bikinin bekal untuk tuan MB, dan katakan bahwa gue yang membuatnya, mengerti?" kata pelayan itu lagi.
Sungguh tidak adil sekali. Mana mungkin pelayan itu berpikir hal yang selicik begitu, lebih baik Gres iya kan saja permintaannya. Agar masalah cepat kelar, ia pun bisa langsung istirahat.
"Baiklah, saya mengerti." Gres pergi meninggalkannya.
Sampai di dalam kamarnya, Gres berbaring di atas kasur. Sambil membayangkan MB mengungkapkan perasaannya padanya, dengan cara yang sangat romantis. Apalagi saat membayangkan MB menciumnya dengan lembut, ia menutup wajahnya dengan bantal lalu berteriak.
Hal itu ia lakukan agar suaranya tak terdengar keluar, lalu berguling-guling di atas kasur. Jika memang demikian, itu berarti masih ada harapan untuknya. Membuat MB jatuh cinta padanya, akhirnya Gres sedikit bisa bernapas lega tentang hubungannya.
Diluar. Will mengikuti masih mengikuti mereka, dia tak menyangka bahwa Gres dan MB tinggal satu atap. Hatinya semakin memanas, merencanakan sesuatu yang licik.
"Keluarga kecil gue udah lo hancurkan, sekarang ingin merebut wanita yang kucintai. Tentu saja! Tidak akan aku biarkan hal itu terjadi." Gumam Wiil bicara sendiri menatap ke arah rumah itu.
Will hanya memikirkan rencana mendapatkan Gres apa pun yang terjadi, bahkan dia tidak peduli lawannya siapa. Meskipun saudara sendiri, atau seseorang yang sangat dekat dengannya.
Baginya keluarga MB layak mendapatkan hukuman setimpal, atas perbuatannya yang merebut senyum dari wajahnya. Mengubah menjadi amarah dan kebencian, karena siapa? Tentu saja karena keluarga pelakor itu.
Author :
Waduh Will mau ngapain ya? Mari kita ungkap bersama di bab selanjutnya.
__ADS_1
Beri penulis semangat, Like, kritik, saran dan vote nya. Agar cerita ini bisa terus berlanjut ... Terima kasih.
See you, next part ➡