Jangan Mencintaiku

Jangan Mencintaiku
Mulai Menaklukan Hatinya


__ADS_3

"Tapi aku ingin tetap di sini, menemanimu," kata MB mendekat dan memegang tangannya.


Gadis itu terbelenggu dalam lamunannya, Gres masih tidak percaya lelaki itu kini sedang memegang tangannya. Tanpa keraguan? Tanpa bertanya terlebih dahulu? Bahkan sudah terlambat baginya menyadari, bahwa tangannya sedang berada didalam lingkup tangan lelaki itu.


Tanpa berpikir panjang Gres menampar pipi kirinya. "Aaww!" Teriak Gres kesakitan sendiri.


MB terkejut dengan hal yang dia lakukan secara tiba-tiba, ia langsung memegang kedua tangannya. Fajar masih di tempat mengintip di depan pintu, ketika mendengar teriakan Gres. Fajar membuka pintu kamar Kakanya pelan, terkejut bukan main.


Bagaimana tidak terkejut, kini Kakanya dengan gadis itu sedang di atas ranjang yang sama. Bahkan Kakanya sedang memegang tangan Gres, berada di atas tubuh gadis itu. Langsung menutup pintu keras, ia lari pergi kekamarnya.


BRUGH!


"Suara apa itu?" kata Gres bertanya saking terkejutnya.


"Itu gak penting, yang penting sekarang kenapa kamu menampar dirimu sendiri?" kata MB ikut bertanya padanya.


"Aku kira ini mimpi, jika aku terbangun semuanya lenyap. Harapanku ikut lenyap, aku cuma ingin kamu menganggapku ada. Jadi- " kata Gres.


"Dengarkan ini baik-baik, aku sudah menganggap kamu sebagai wanita. Karena itu, jangan berpikir hal-hal aneh," jawab MB mencoba menjelaskan dan menenangkannya.


"Itu berarti kamu mencintaiku?" tanya Gres menatapnya dengan penuh harap.


"Belum dipastikan," MB mencoba memikirkan sesuatu.


Tanpa menunggu waktu lama Gres pergi dari sana, sebelum semuanya terlambat MB hanya ingin memastikan perasaannya terlebih dahulu.


***


Seseorang berbadan tinggi, berkulit kuning Langsat hidung sedikit maju ke atas, bola matanya berwarna hitam kecoklatan mendatangi sekolahan. Dia melewati gerbang sekolah dengan gaya khasnya, menyapu rambutnya dengan sisir yang sedikit tebal kehitaman.


Kenalin namanya Kevin doang, pindahan dari Singapura. Melewati kelasnya Gres dan Haki santai, melihat Gres sedang adu dorong dengan Tino.


Tino mendorong Gres terlalu kencang mengakibatkan tubuhnya tak seimbang, mulai bergoyang. Kevin menangkapnya dari belakang, tatapan di antara keduanya pun tak dapat dihindari.


MB terdiam melihat kejadian itu, terlambat baginya untuk menangkap Gres. "Ehmm."


Melihat MB menatap geram ke arah Gres dan Kevin. Secepatnya gadis itu melepaskan diri, selangkah menjauh dari pria yang telah menyelamatkannya itu.


"Terima kasih, dan perkenalkan namaku Gresnalia Putri. Panggil aja-"


"Lia." Memotong pembicaraannya sambil menangkap telapak tangannya.


"Yaudah terserah aja, aku mau pergi," secepatnya melepaskan diri dari situasi yang membuat MB terus mendehem.


"Eh tunggu," menggenggam lengan Gres dengan sangat lembut. "Gue boleh minta no wa lo gak?" tatapan memohon.


"Nanti aja ya, aku kebelet pipis serius,"


Terpaksa harus berpura-pura, karena tatapan MB semakin tajam menatapnya.

__ADS_1


"Yaudah, cepet balik jangan lama-lama."


Setelah itu Gres langsung berlari kecil pergi meninggalkannya.


Tak terduga MB menatap lelaki itu dengan serius. Yang ditatap pun ikutan menatap MB serius, akhirnya terjadilah tatap menatap di antara mereka.


Tino menghampiri mereka. "Tega tadi gue diting-"


Tatapan keduanya secara bersamaan menatap Tino, dia seperti patung sekarang. Mau nelen ludah aja tersangkut dipertengahan tenggorokan. Antara jakun turun ke bawah apa naik lagi ke atas, kini Tino berjalan mundur.


Ketika melihat Si Bodoh Tino jalan kaya BAB ketahan ditengah jalan, Kevin dan MB mendadak menghentikan tatapan mereka lalu tertawa bersama hahah.


"Denger ya, kalau berteman boleh tapi jangan sampe jadi demen," jelas MB kembali menatap lelaki itu.


"Lo tenang aja, cinta sejati itu gak akan berpaling. Kecuali kalau dia jodoh gue apa boleh buat, relain aja," kekeh Kevin mengkedipkan matanya kearah Gres yang sedang mendekat kearah mereka.


Tepat pertengahan di antara mereka berdua Gres terhenti, ekspresinya merasa jijik melihat Kevin. Tapi ada sesuatu yang mengganggu pikirannya, siapa dia? Kok merasa dia gak asing ya? Perasaan macam apa ini? Ia menggenggam dadanya, dengan napas berat, menundukkan kepalanya. Terasa sesak, sampai tak menyadari meneteskan air mata.


MB langsung memegang pundaknya. "Lo kenapa?" gadis itu hanya terdiam. "Lo sakit?" Tetap gadis itu diam. "Gres, jawab gue lo kenapa?"


Kevin melepaskan tangan MB dari pundak Gres. Mendadak memeluk Gres dihadapan MB. 'Lo gak bakal gue lepasin,'


Gadis itu mengangkat alisnya melotot. Mencoba melepaskan tapi sayang tenaga lelaki itu terlalu kuat, sedangkan tenaganya tak sebanding dengannya.


Secepat mungkin MB menendang perut Kevin menarik tubuh Gres menjauh darinya. "Lo cowok gak tahu diri, Gres tuh milik gue!"


Beteriak sedangkan Kevin meringis memegang perutnya menahan kesakitan. "Sampai kapan pun Gres gak akan gue lepasin, inget yaaa! Sampai kapan pun!"


***


"Lepasin aku!" Bantah Gres berteriak.


Merasa aneh dengan sikap Gres. "Sekarang jujur, ada hubungan apa kamu sama dia?"


'Aku kira kamu mempercayai bahwa aku mencintaimu, tapi ternyata ...' Mengatakannya di dalam hati.


"Aku mohon sama kamu, aku cuma mau lagi sendiri," berjalan menjauhi MB.


"Tapi aku bingung, apa dia orang yang penting bagimu,"


Kris hanya terdiam.


"Coba kamu pandang aku, atau dia memang seseorang yang sudah mengisi kekosongan hatimu saat aku gak ada disamping kamu? Jawab Gres!" Menggenggam lengannya.


"Aku kira kamu mengerti aku, tapi aku salah. Kamu sama sekali tidak akan pernah bisa mengerti aku, kamu bukanlah seseorang yang akan mengerti aku," melepaskan genggamannya, lari dari sana.


"Aku gak ngerti, sebenarnya apa yang sedang terjadi? Aku juga gak bisa kejar dia. Cuma ada satu cara, cowok itu pasti bisa kasih gue jawaban,"


Mencari Kevin, saat bingung mencari ke mana lagi. Kevin datang menghampiri MB, sambil berkata.

__ADS_1


"Akhirnya lo sadar, siapa yang akan dia tinggalin. Cewek kaya gitu sekali jos aja gak cukup, dia kan cewek murahan," ucap Kevin tersenyum licik.


Amarah MB tidak dapat ditahan lagi, satu pukulan mengenai bibir sebelah kiri Kevin. 'Bagus, lo hajar gue aja terus. Gue bisa tahan rasa sakit, asal dia liat kejadian ini.'


"Kenapa? Lo gak bales balik pukulan gue, apa lo udah sadar, kesalahan lo di mana?"


"Muhammad Baihakiiiii!" Terdengar suara seorang gadis memekik menyadarkan MB yang sedang memukuli Kevin sanpai babak belur, bahkan sampai mengeluarkan begitu banyak darah.


Tino dan Teri segera mengangkat Kevin yang entah masih bernyawa atau sudah tiada.


"Aku gak percaya, kamu melakukan hal yang aku benci," pekik Gres terus memaki, MB memeluknya mencoba menjelaskan dan menenangkannya.


"Aku minta maaf, aku gak rela kamu direndahkan sama dia. Maaf udah bikin kamu kecewa, tapi percayalah aku akan mencoba memperbaiki semuanya," melepaskan pelukannya menatap gadis itu dengan tatapan sendu.


Gadis itu mengangguk.


"Mana senyumannya?"


Kris nyengir tak ikhlas.


"Yang ikhlas dong, jelek banget," gadis itu tersenyum manis. MB langsung mengecup pipi sebelah kanannya, Gres melotot.


Menarik hidung MB. "Kalau ada yang liat gimana?"


MB mencoba melepaskan diri, terlambat hidungnya memerah. "Aduh, sakit!"


"Rasain, nakal sih,"


"Oh gitu sekarang," menggelitiki Gres. Sampai meminta ampun, lalu MB memeluknya dari belakang.


Gres mendongak keatas mereka saling tatap, senyuman di antara keduanya terukir indah.


"Apakah kamu percaya padaku?" tanya MB disela-sela mereka tersenyum.


"Tentu, tapi ... Aku harap kamu tidak akan mengulangi hal itu. Aku gak suka, kamu menyakiti orang lain,"


"Kamu gak tahu aja, tapi tadi itu benar-benar cowok tadi mencemooh kam- "


Gres bangkit. Pergi dari sana tanpa mendengarkan penjelasan apa pun darinya, MB juga tak mampu berbuat apa-apa. Gadis itu memang sedikit keras kepala, mungkin dengan dia sendiri akan jauh lebih baik.


'Gue gak akan tinggal diam, kalian harus berpisah.' Pikir Kevin membatin.


Ternyata usaha babak belur Kevin tak direspon berlebihan oleh Gres, melainkan sebaliknya. Namun wajah Kevin mengingatkan Gres pada seseorang yang mungkin telah terhapus dari memorinya, siapa dia sebenarnya?


Author :


Kevin ini siapa ya sebenarnya? Kok tiba-tiba dateng malah bersaing dengan MB?


Beri penulis semangat, Like, kritik, saran dan vote nya. Agar cerita ini bisa terus berlanjut ... Terima kasih.

__ADS_1


See you, next part ➡


__ADS_2