
Mentari pagi sudah muncul dan menyapa dengan hangat. Reza mengambil cangkir kopi susu yang baru saja dibuatnya. Satu jam lagi dia harus sudah sampai kantor. Biasanya dia tidak begitu hobby minum kopi. Hanya saja beberapa malam ini cukup melelahkan baginya.
Ping...tanda pesan muncul di hp miliknya.
“ Lapor komandan, ada berita mengejutkan pagi ini” Sersan Dika memberikan info
“ Berita apa?” Reza.
Dika mengirimkan banyak sekali link berita dari berbagai macam media. Link yang berbeda namun dengan satu pokok tema berita yang sama.
Bukannya Di Culik, Aria Puteri Wiratama Pewaris Tunggal Berlian Group Memang Sedang Kasmaran Dengan Ketua Black Hole Rio
Woow HP Milik Aria Menghilang, Beredar Banyak Foto-Foto HOT Bersama Sang Kekasih
Sempat Heboh Tentang Penculikan Puteri Tunggal Ananta Wiratama, Ternyata Sang Puteri Sedang Enak-Enak Dengan Jagoan Gangster Black Hole
Beredar Isi Chat Mesum Antara Puteri Ananta Wiratama dengan Kekasih Gelapnya
Chat Antara Aria dan Rio Bocor, Benarkah Berlian Group Adalah Penyokong Dana Terbesar Untuk Black Hole?...
Drama Penculikan Sang Pewaris Tunggal Berlian Group
Sempat saling bersitegang 2 tahun lalu. Muncul Berita Berlian Group penyokong Dana Terbesar kepada Black Hole
Baru saja lulus sekolah, sang puteri sudah melakukan perbuatan buruk. Seperti Apa Sosok Aria Puteri Wiratama yang sebenarnya
Ketika Panglima Gangster Jatuh Cinta Kepada Sang Puteri
**
Reza melempar cangkir kopi nya ke tembok dengan kencang.
“Kurang ajar kau Rio!!! “ teriaknya penuh amarah kemudian langsung keluar dari apartemennya dan mengendarai motor sport miliknya segera menuju rumah Aria.
Sesampainya di ruang tamu utama Reza memberi hormat kepada Ananta.
“ Maafkan aku paman” isak nya penuh rasa bersalah
“ Ini bukan kesalahanmu” Ananta.
“ Bagiamana Aria, apakah dia sudah mengetahui berita tersebut?.” Reza bertanya cemas.
“ Dia sedang memilih menyendiri di kamarnya.” Ananta.
“ Paman, saya minta izin menemui Aria” Reza.
“ Yaaa, silahkan...” Ananta.
Reza melangkah kan kaki nya menuju kamar Aria
Tok...tok...tok
“ Siapa?...” tanya Aria dengan suara parau nya. Jantung Kapten Reza berdebar tidak karuan. Sudah di bayangkan olehnya bagaimana hancurnya perasaan Aria saat ini
__ADS_1
“ Saya...” Reza menyaut
“ Pergi dari sini!!!” Teriak Aria kencang
namun Reza hanya tertunduk. Ingin rasanya dia tetap memaksa masuk kedalam kamar. Pikiran nya menjadi kacau takut jika Aria sampai melakukan perbuatan yang bisa mencelakai dirinya sendiri.
“ Aria, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan” pinta Reza.
“ Pergi!!!! Huaaaa Hikssss” teriak Aria tambah menangis kencang. Bukannya pergi Reza malah jadi lebih semangat masuk kedalam kamar Aria. Di buka nya pintu kamar yang untung saja tidak terkunci. Di lihatnya Aria sedang tengkurap di atas kasur dengan tangisan nya. Di lantai sebuah hp tergeletak pecah tak berdaya. Aria pasti sudah membanting nya sangat keras.
“ Aria...” panggil Reza pelan
“ Mau apa kamu?...pergi dari sini!!!” Aria terbangun dan berdiri tegak di hadapan Kapten Reza
“ Apa kamu mau ikut menggunjingku? Heiii apa kamu bawa senjata itu...pistol mu, mana pistol mu kapten?” Tanya Aria lagi
“ Aria...” Reza.
“ Pinjamkan aku pistolmu kapten...” pinta Aria mulai ngelantur
“ Mana pistolmu?...” Aria.
“ Aria, Maafkan aku” kapten Reza tidak bisa menahan perasaannya. Di peluknya dengan erat Aria yang jadi bertambah nangis.
“ Aku janji akan segera mengungkap kebenarannya. Aku janji akan menyeret ******** itu dari tempat persembunyiannya, Aria...kamu akan baik-baik saja. Nama baik mu akan segera pulih” Reza.
“ Aku tidak butuh nama baik kapten...aku tidak butuh semuanya. Yang kubutuhkan saat ini adalah pistolmu...pinjamkan aku sebentar saja, aku mohon” Aria.
Kapten Reza lebih mengencangkan pelukannya. Tangan Aria meraba-raba samping celana kapten Reza mencari benda yang di inginkannya itu.
“ Kenapa kamu memelukku erat sekali kapten...nyesek tahu!” Ucap Aria mengejutkan kapten Reza
“ Astaga...Maaf .” kapten Reza langsung melepas pelukannya
Aria menatap kapten Reza heran.
“ Aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja ” Ucap Kapten Reza
“ Apakah dengan cara memeluk? Itu di luar tugas mu kan kapten.” Aria.
“ Maaf...” Reza.
Reza sadar kesalahannya. Dia hanya merasa sangat khawatir dan tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Aria tidak begitu kenal dengan kapten Reza, dia baru berjumpa dengannya saat sang kapten menyelamatkannya dari Rio.
“ A...maaf, aku permisi.” pamit Reza. Aria menatap punggung yang sangat gagah milik sang kapten
“ Apa kamu akan membiarkan ku bunuh diri, kapten....?” Tanya Aria menghentikan langkah Kapten Reza
“ Tolong, temani aku sebentar...aku sangat butuh perlindungan dari mu saat ini” Pinta Aria di luar kendali pikirannya
Dalam situasi terburuk yang sedang kita hadapi, kadang kita hanya menginginkan kesendirian. Namun terkadang kesendirian malah akan tambah membuat kita semakin jauh tenggelam. Ada saat nya kita butuh seseorang yang bisa dipercaya, untuk dapat berbagi dan sedikit menenangkan hayi. Walaupun hanya sekedar menemani.
Seperti yang sedang di lakukan kapten Reza. Mereka hanya saling terdiam di balkon kamar nya Aria. Duduk bersebelahan sambil melonjorkan kedua kaki masing-masing di atas lantai. Aria menempelkan kepala nya di pundak kapten Reza. Yang Awalnya tangis nya pecah sampai air matanya berhenti dan terdiam sendiri.
__ADS_1
Menangislah Aria, menangislah dengan sepuas-puasnya. Agar tidak ada lagi air mata yang akan kamu keluarkan nantinya. Semua akan kembali normal, dan kami bisa melanjutkan kehidupan mu dengan lebih baik. Kapten Reza
“ Kapten,....Terima kasih” ucap Aria sambil berdiri berjalan ke ujung balkon
“ Apakah kamu sudah berasa lebih baik ?.” Reza.
“ Sepertinya sudah kapten, sekali lagi terima kasih.” Aria.
“ Semua akan baik-baik saja Aria.” Reza sudah berdiri di samping Aria
“ Kapten...apakah kapten percaya dengan semua isi berita itu?” Tanya Aria bimbang
“ Secara pribadi aku percaya berita semua itu adalah fitnah. Tapi secara hukum semuanya harus tetap di buktikan dengan nyata kebenarannya.” Reza menarik nafas dalam-dalam.
“ Minimal kapten percaya secara pribadi, aku sudah sedikit merasa lebih lega” ucap Aria menggetarkan hati kapten Reza.
Seandainya waktu boleh berhenti sejenak, aku ingin tetap seperti ini aja. Tanpa harus memikirkan bagaimana nanti menghadapi persidangan, wawancara dengan awak media, teman-teman dan lain sebagainya. Kapten Reza... berada di samping nya terasa sangat nyaman sekali. Walaupun dia lebih banyak terdiam saat ini. Aria
“ Kapten...” Aria.
“ Ya, ada apa Aria?” Reza.
“ Ternyata kapten tetap Tampan ya tanpa memakai pakaian dinas.” Aria dia pun kaget sendiri dengan ucapannya sendiri.
“ Hahaha, terima kasih Aria.” Reza.
“ Kapten pernah jatuh cinta?” Tanya Aria lagi mengejutkan Kapten Reza.
“ Kok nanya nya susah banget.” Kapten Reza tersenyum tipis
“ Pernah gak?.” Aria malah tambah penasaran
“ Yaa, pernah lah. Saya kan juga manusia biasa.” Reza.
“ Dengan seorang wanita?” Aria.
“ Hahaha iya lah Aria, saya laki-laki normal.” Reza.
“ Apakah saat ini sedang merasa jatuh cinta?” Aria.
“ Hmmm, sepertinya tidak.” Reza.
“ Kapten pernah pacaran?.” Tanya Aria lagi tambah mendebarkan jantung sang kapten
“ Belum Pernah.” Reza.
“ Masa sih kapten, kamu pernah jatuh cinta tapi tidak pernah pacaran. Apakah wanita itu tidak mengetahui kalau kapten mencintainya.?” Tanya Aria semakin penasaran.
“ Sepertinya...mungkin karna rasa itu rumit ya. Jadi aku belum mau pacaran dulu. Mau nya langsung nikah aja.” Jawab Reza sambil tersenyum.
“ Dengan wanita yang kamu cintai itu.?” Aria.
“ Iya.” Jawab Reza dengan senyuman manisnya.
__ADS_1
Kenapa aku jadi merasakan debaran aneh ya, lemas dan ingin menangis lagi. Aria