Janji Atau Cinta Sejati

Janji Atau Cinta Sejati
Taman Bermain X


__ADS_3

“ Hore...hore, ada ayah dan ibu peri...” sorak riang anak-anak asuh yayasan Cinta Kasih Khiana menyambut kedatangan Reza dan juga Khiana. Mereka memeluk Reza dan Khiana secara bergantian.


“ Selamat pagi mentari...” sapa khas Khiana kepada anak-anak asuh nya tersebut.


“ Pagi...mentari hangat siap menyapa memberikan semangat kehidupan untuk kita semua...semangat!!!.” Jawaban khas dari anak-anak asuh tersebut sangat antusias .


Reza menatap mereka penuh rasa bangga. Di lihatnya keceriaan di masing-masing wajah polos anak-anak tersebut. Reza sangat menyayangi mereka, dia menjadi donatur tetap di yayasan tersebut dan sangat peduli terhadap segala kebutugan serta pendidikan mereka, sejak yayasan tersebut pertama kali di bangun oleh Khiana. Reza lah yang memberikan donasi terbesar untuk itu semua.


“ Apa kamu sudah memberitahu Aria tentang mereka ?.” Tanya Khiana ketika sampai di samping Reza sambil mengantri untuk menaiki beberapa wahana permainan bersama anak-anak asuh yayasan.


“ Ya, belum sempat. Tapi pasti aku akan cerita. Aria harus mengetahui dan mengenal mereka. Bagaimana pun, mereka sudah menjadi bagian dari kehidupan ku.” Jawab Reza dan Khiana membalas tatapan Reza dengan senyuman manis nya lagi.


“ Aku harap Aria dapat mencintai dan bisa menerima mereka juga.” Ucap Khiana menatap ke arah anak-anak asuh yayasan.


“ Pasti...dia memiliki hati yang sangat lembut. Sama seperti alm ibu nya. Aku yakin Aria akan lebih mencintai dan peduli kepada anak-anak.” Ucap Reza meyakinkan Khiana.


Mereka pun menaiki wahana perahu ayun secara bersama. Sama-sama teriak dan tertawa lepas di atas sana.


Hanya Khiana yang tiba-tiba menangis dengan teriakan kencang nya. Mencoba membuang jauh perasaannya terhadap Reza. Melepaskan tekanan perasaan di hatinya yang semakin menyesakkan ketika membayangkan Reza akan menjalani kehidupan selanjutnya bersama dengan Aria.


“ Ayah peri...ibu peri...kami mau naik itu.” Pinta seorang anak asuh ketika mereka baru saja turun dari wahana perahu ayun.

__ADS_1


Reza melihat wajah Khiana yang masih memerah dengan genangan airmata yang masih tersisa di matanya.


“ Kamu baik-baik saja kan Khiana?.” Tanya Reza khawatir.


“ Oh iya, tadi aku agak takut aja di atas hahaha udah lama gak naik wahana ini.” Jawab Khiana melegakan perasaan Reza.


“ Oh, syukurlah...anak-anak minta naik wahana itu. Tapi sekarang udah jam 5 sore. Aku pamit ke rumah Aria ya.” Ucap Reza.


“ Ya ayah peri kok pamit...kenapa gak nemani kita sampai selesai?.” Protes salah satu anak asuh.


“ Iya sayang, ayah ada janji yang harus ayah tepati. Kalian lanjut bersenang-senang ya. Kan ada ibu peri dan om Riko juga.” Ucap Reza sambil melirik ke arah Khiana yang hanya terdiam.


“ Ya, hati-hati ya di jalan. Salam untuk Aria.” Ucap Khiana mencoba memberikan senyum manis nya kembali kepada Reza.


“ Iya, sampai jumpa lagi.” Ucap Reza dan beralalu pergi meninggalkan Khiana dan anak-anak asuh nya.


Dia pasti akan pergi, cepat atau lambat...dia pasti akan selalu berusaha menepati janji setia nya untuk menikahi Aria. Kenapa janji-janji itu hanya untu Aria...Ya Tuhan, salah kah aku jika ternyata sampai detik ini aku masih mengharapkan Reza. Walau pun nantinya hanya akan menjadi kekasih gelap saja aku pun mau.


Ya Tuhan, bolehkah aku sedikit meminta balasan kebaikan ku merawat dan mencintai anak-anak asuh ku ini dengan hanya sedikit pengakuan perasaan dari Reza kelak, boleh kah aku meminta sedikit waktu bersama dengan Reza menjalani kehidupan sebagai kekasih tanpa ada tekanan perasaan janji Reza terhadap Aria...


Ya Tuhan, apakah harapan aku ini terlalu jahat untuk Reza dan Aria. Apakah aku salah...Khiana.

__ADS_1


**


Reza mampir ketukang penjual gulali. Dia berharap Aria akan menyukainya jika dia memberikan ini untuknya.


Reza terinspirasi memberikan gulali untuk Aria ketika melihat sepasang kekasih yang sedang asik suap-suapan gulali.


Setelah membayar dia membawa gulali tersebut dengan riang ke dalam mobil.


Reza menghidupkan mesin mobil nya dan mengendarai meninggalkan taman hiburan X menuju rumah Aria.


Ada rasa rindu beberapa hari tidak berjuma dengan calom isterinya tersebut.


Namun Ketika lagu di radio menyanyikan sebuah lagu sedih tentang perasaan cinta yang tidak dapat di ungkapkan tiba-tiba saja dia terbayang wajah cantik dan senyuman manis dari Khiana.


Bagaimana perasaan sebenarnya terhadap Khiana dia pun sebenarnya tidak mau bertanya kepada hati nya sendiri.


Reza hanya meyakinkan hati nya, bahwa Khiana adalah sahabat wanita yang sangat dia kagumi dan hargai.


Sedangkan perasaan cinta nya hanya untuk Aria seorang.


“ Aria...apakah kamu merindukan ku.?” Ketik Reza pada pesan singkat nya kepada Aria. Tiba-tiba saja dia mengirimkan pesan tersebut. Hanya untuk meyakinkan hati nya, tidak ada wanita lain yang di cintainya, selain Aria.

__ADS_1


__ADS_2