
“ Terima kasih, kapten Reza” ucap Ananta sambil memeluk Reza
“ Sudah seharus nya...Paman”
“ Bagaimana Aria, dia pasti sangat terguncang jika memang ******** itu sudah merusak kesuciannya. Dan bagaimana dengan....”
“ Aria baik-baik saja paman, saya pastikan itu. Dia masih suci...Rio belum sempat melakukan perbuatan tercelanya itu. Setidak nya itulah laporan terakhir yang saya terima dari Bimo” Reza mencoba menenangkan ayah
“ Apa sudah ada kabar, dimana Bimo sekarang?”
“ Kami masih terus melacak keberadaannya...menurut pengakuan salah satu anak buah nya Rio, dia masih sempat melihat Bimo sedikit bergerak sebelum akhirnya mereka membuang nya di tengah laut” Reza menundukan kepala nya,
Ananta terduduk tanpa kata-kata. Pikirannya kacau. Amarah dan dendam sedang berkecamuk di dadanya pada Black Hole. Dia ingat dua tahun yang lalu mereka sempat bersitegang karna pembangunan pabrik baru Berlian Group di atas lahan yang di akui Black Hole sebagai lahan milik mereka. Hasil persidangan memenangkan Berlian Group. Apakah karna itu Rio jadi dendam dengan Berlian Group dengan cara menyakiti Aria. Ananta jadi bertambah sangat mengkhawatirkan puteri nya itu. Walaupun saat ini Rio sedang berada di balik jeruji besi, tapi dia masih memiliki banyak jaringan diluar sana.
“ Saya mendapatkan tugas khusus untuk menuntaskan Black Hole sampai ke akar-akar nya. Tenang saja paman...tidak ada yang kebal hukum di negara kita “
“ Kapten...sampai kapan? Bagaimana Aria dan hubungan...”
“ Baik paman, tenang saja saya akan melakukan yang terbaik” Ucap Reza tiba-tiba memotong pembicaraan Ananta. Matanya melirik ke arah belakang Ananta, mengisyaratkan kepada Ananta ada seseorang disana. Ananta membalikan badannya dan melihat Aria berjalan pelan mendekati mereka.
Aria melihat mereka dengan penuh rasa penasaran. Ayahnya dan kapten Reza, selain hubungan antara pihak kepolisian yang sedang melindungi mereka...apakah ada hubungan lain di luar itu, ayahnya terlihat sangat akrab kepada sang kapten.
Mereka sangat akrab sekali, pantas aku seperti pernah bertemu dengannya. Tapi kapan dan dimana ya. Aria
“ Selamat pagi ayah, selamat pagi kapten” sapa Aria lembut sambil memeluk manja ayahnya tersebut. Diliriknya kembali Reza yang juga sedang menatap hangat ke arah anak dan ayah tersebut.
“ Baik paman, saya harus segera kembali. Ada beberapa hasil penyelidikan yang harus saya selesaikan secepatnya” pamit kapten Reza
“ Terima kasih, Kapten Reza” Ananta memberikan hormat dan disambut dengan hormat dari kapten Reza.
__ADS_1
Kapten Reza juga memberikan hormat kepada Aria, dibalas yang kemudian dibalas dengan senyuman manis dari gadis tersebut.
Kapten Reza berjalan keluar meninggal kan Aria dan ayahnya. Aria menatap kepergian kapten Reza sampai sang kapten tidak terlihat lagi.
“ Ayah...siapa kapten Reza? Apakah kita ada hubungan keluarga dengannya...kenapa kapten Reza memanggil ayah dengan sebutan paman ?” Tanya Aria penasaran. Ananta mengelus lembut kepala anak kesayangannya itu.
“ Kapten Reza, hahaha tidak penting sayang. Dia hanya salah satu seorang polisi terbaik yang di miliki negara kita “
“ Kenapa kapten Reza memanggil ayah dengan sebutan paman?” Aria masih belum puas dengan jawaban ayahnya
“ Karna memang kita masih ada hubungan kerabat dengan keluarga nya”
“ Benarkah, kapten Reza itu anak nya siapa?” Aria mencoba mengingat daftar list paman, tante dan semua kerabat keluarga yang di ingat nya.
“ Alm tante Lidya” beritahu Ananta. Aria tidak ingat siapa tante Lidya
“ Kamu istirahat ya” pinta ayah nya
Aria mengangguk pelan, sebenarnya dia masih penasaran dengan cerita kapten Reza. Aria baru mengetahui selama ini ayahnya punya kakak angkat.
**
Bukan perkara yang mudah, sebenarnya menuntaskan Black Hole adalah tantangan menarik yang selama ini di idam-idamkan kapten Reza. Kapten Reza masuk kedalam
Mobil nya dan segera mengendarainya keluar dari rumah keluarga Ananta Wiratama.
“ Lapor komandan, terjadi kerusuhan di lapas X “ laporan salah satu anggota team kepolisian mengejutkan Reza
“ Saya segera kesana”
__ADS_1
Reza mengendarai mobil nya dengan cepat. Lapas X tempat dimana Rio berada sekarang. Ini pasti ulah Black Hole. Kenapa bisa secepat itu
Reza melihat sekeliling lapas yang sudah 50% terbakar. Runtutan tembakan peringatan terdengar dimana-mana. Beberapa napi sudah berhasil di bekuk. Di telusuri nya terus pelosok-pelosok lapas mencari sosok berbahaya yang di inginkannya.
“ Lapor komandan, situasi sudah bisa dikendalikan” laporan sersan Dika
“ Apa ada yang berhasil melarikan diri?” Tanya kapten Reza waswas
“ Lapor komandan, 2 napi berhasil melarikan diri dan saat ini sedang dalam pengejaran”
“ Apa Rio salah satu diantara mereka?”
“ Lapor komandan, benar”
“ Kejar mereka sampai dapat!”
“ Siap, laksanakan komandan”
Kapten Reza menendang keras sebuah batu berukuran besar ke arah tembok. Sudah di duga olehnya, Black Hole tidak akan tinggal diam, mereka pasti akan melakukan banyak cara untuk membebaskan ketuanya itu. kapten Reza tidak mengira secepat ini mereka berulah.
Sekilas bayangan Aria melintas di pikirannya, gadis itu dalam bahaya lagi. Dan Berlian Group juga. kapten Reza sudah mendapatkan informasi mengenai beberapa rencana Black Hole untuk menghancurkan Berlian Group.
Jauh diatas motor yang sedang cepat berlalu senyum licik Rio menari-menari penuh kepuasan. Dia bersama anak buah nya berhasil membuat keributan di lapas X. Dia tertawa lepas penuh sambil berteriak-teriak.
“Sampai jumpa lagi, heiii Reza. Permaianan baru akan segera di mulai” teriak nya lagi kencang. Mereka sudah sangat jauh melarikan diri dan lepas dari kejaran polisi. Menuju suatu tempat yang mereka yakini tidak akan terlacak keberadaannya. Disana Chia sudah menunggu dengan berbagai macam rencana yang di sudah dibuatnya untuk menghancurkan Aria. Chia punya alasan sendiri ingin menghancurkan Aria. Seorang puteri yang selalu di idam-idamkan laki-laki dengan segudang prestadi yang di raihnya. Bukannya hanya sekedar iri, ada satu alasan yang membuatnya sangat dendam kepada Aria dan keluarganya.
“ satu tembakan di tangan ini akan terbalaskan 10 kali lipat tembakan di seluruh tubuhmu kapten” ancam Rio penuh dendam.
Ini bukan kali pertama dia head to head dengan Reza. Salah satunya Rio teringat 10 Tahun yang lalu saat Reza dan Rio masih sama-sama menjadi taruna dalam salah satu gedung akademi kepolisian di kota S. Karna perseteruan antara dia dan Reza saat itu. Mengakibatkan Rio di pecat sebagai taruna di akpol tersebut, dan membuat impiannya menjadi perwira polisi gagal. Rio kemudian bergabung dengan salah satu ganster di kota X. Menjadi panglima di antara mereka dan dengan cepat mendapatkan banyak anak buah bahkan bisa menyingkirkan ketua ganster sebelumnya. Kemudian menyebut nama ganster mereka menjadi Black Hole.
__ADS_1