
Mbok Tuti mengetuk pintu kamar Aria beberapa kali sambil melirik ke arah Ananta yang memang sedang memperhatikannya. Ananta mengangguk memberikan kode mbok Tuti untuk melanjutkan rencana nya.
“ Masuk mbok, gak di kunci pintu nya.” Teria Aria dari dalam kamar
Mbok Tuti membuka pintu kamar nona muda nya tersebut, di lihat nya sang mpunya kamar sedang tengkurap di atas kasur nya yang empuk
“ Nona, kenapa...?” Tanya mbok Tuti merasa khawatir.
Aria bangun dan berbalik tidur telentang.
“ Aku lagi kesel mbok, bukan apa-apa kok.” Ucap Aria kemudian melihat sebuah box besar yang sedang di pegang mbok Tuti
“ Hmmm, itu apa mbok?” Aria mulai penasaran
“ Oh ini album lama non, kemarin kan nona Aria minta mbok cerita siapa itu tuan muda nanda.” Beritahu mbok Tuti mendebarkan jantung Aria dengan sangat cepat
“ Tuan muda nanda...oh iya, gimana mbok.?” Aria bangun dari tidur nya dan berjalan menuju mbok Tuti. Mengajak mbok Tuti untuk duduk dan meletakan album tersebut di atas sofa.
Aduh, iya aku memang penasaran siapa nanda...apakah dia seseorang yang di maksud ayah selama ini. Atau sosok misterius lainnya lagi?
Tapi saat ini sebenarnya aku lebih tertarik sama perasaanku terhadap kapten Reza. Aku sengaja mematikan hp ku agar dia khawatir. Sedang apa ya kapten itu di kota D? Apakah ada hubungan nya dengan kasus aku saat ini...ahhh, aku sangat merindukanmu kapten. Aria
“ Nona...masih tertarik dengan cerita tuan muda nanda ?.” Tanya mbok Tuti memecahkan bayangan kapten Reza di lamunannya Aria
“ Oh iya mbok, siapa dia?.” Aria
Mbok Tuti terdiam, dia kemudian menyerahkan sebuah kotak berisikan album lama kepada Aria.
“ Ini adalah album lama non, ada banyak foto-foto nona muda masih bayi hingga anak-anak di dalam sana.” Info mbok Tuti membuat Aria semangat ingin segera membukanya.
“ Oh iya, aku bahkan gak tau tentang album ini...sini mbok, aku mau lihat-lihat.” Aria mengambil album lama dari dalam kotak tersebut.
Halaman pertama, foto alm Rianti menunjukan perut besarnya bersama dengan Ananta.
Ibu...kau cantik sekali. aku sangat merindukan mu. Aria
__ADS_1
Di buka nya kembali lembaran-lembaran berikutnya. Sampai kepada lembaran ke empat saat pada sebuah foto Aria bayi sedang di gendong oleh seorang anak laki-laki. Aria melihat lagi foto selanjutnya dengan anak laki-laki yang sama sedang mencium kening nya. Di samping anak laki-laki tersebut berdiri ayah nya dan seseorang yang dia kenal sebagai founder dan pemilik saham terbesar di Berlian Group. Alm Berliando.
Aria melirikan matanya lagi ke arah mbok Tuti.
“ Dia tuan muda nanda, non.” Info mbok Tuti menjawab pertanyaan Aria dalam diamnya.
Aria melanjutkan lembaran berikut nya. Sampai ke sebuah foto nanda kecil sedang memberikan sebuah kue ulang tahun kepada Aria. Usia Aria baru satu tahun saat itu. Kemudian lanjut ke foto-foto selanjutnya banyak sekali foto-foto saat mereka bermain bersama, di taman, sebuah foto nanda sedang menuntun Aria.
Lembaran-lembaran selanjutnya juga banyak foto yang menjadi sudah saksi kebersamaan mereka saat itu. Dari usia Aria 1 tahun hingga berusia 5 tahun selalu ada foto nanda sedang merayakan bersama dengannya.
“ Mbok, apakah tuan muda ini...yang di maksud ayah.?” Tanya Aria getir
“ Mbok tidak tahu persis nona, yang mbok tahu saat itu hampir setiap hari sepulang sekolah tuan muda nanda memang selalu menyempatkan diri mampir ke rumah ini untuk menemani nona muda.” Ucap mbok Tuti
“ Apakah ada foto-foto yang lain?.” Aria semakin penasaran
“ Kalau foto tuan muda nanda sudah tidak ada lagi.” Mbok Tuti
“ Kenapa?...kemana dia setelah itu?.” Aria
“ Setahu mbok, tuan muda nanda terpaksa ikut papa nya ke negara S dan menetap disana karna papa nya sakit berobat intensive di negara itu. Sampai papa nga meninggal dunia.” Cerita singkat mbok Tuti membuka banyak pertanyaan di dalam pikiran Aria
“ Mama nya tuan muda Nanda sudah meninggal dunia, sesaat setelah melahirkan tuan muda, nona.” Jawab mbok Tuti sedih
“ Ya Tuhan...Sama dengan aku ya, sudah kehilangan ibu dari bayi. Trus apa mbok Tuti mengenal siapa alm mama nya?.” Aria terlihat sedih, mbok Tuti terdiam
“ Nanda...siapa nama lengkap nya mbok,?.” Tanya Aria mengejutkan lagi mbok Tuti
“ Kok diam aja, mbok Tuti tahu dimana dia sekarang?” Tanya Aria lagi
“ Maaf non, mbok tidak tahu cerita selanjutnya lebih banyak tentang tuan muda Nanda bagaimana. Tuan besar yang mengetahui semuanya.” Mbok Tuti
“ Ayah, sudah pasti dia mengetahui banyak tentang itu. Tapi aku gak yakin dia mau menceritakan semuanya kepadaku...” Aria
Berliando...siapa yang gak kenal sosok alm tersebut. Ternyata dia memiliki putra yang sangat dekat denganku saat itu.
__ADS_1
Nanda...mungkinkah dia adalah my prince dark shadow ?
Ya Tuhan...lalu bagaimana dengan kapten Reza...Aria
“ Baiklah mbok, aku mau istirahat dulu. Biarkan album ini aku simpan aja ya.” Pinta Aria
“ Baik non, mbok turun ya.” Pamit mbok Tuti, Aria hanya mengangguk setuju.
Aku ingin tahu lebih banyak tentang nanda ini sebenarnya mbok...
Tapi aku takut, jika aku malah harus merelakan melupakan rasa cinta ini kepada kapten Reza. Aria
Aria mengambil hp dari laci kecil di samping tempat tidur nya. Kemudian dia menyalakan hp yang sengaja dia matikan sebelumnya.
Ada banyak pesan dan miscall yang masuk
“ Kapten Reza....” teriak Aria sambil memeluk hp nya erat-erat.
Aria menatap kembali album lama yang masih berada di atas sofa nya.
Bertemu dengan calon suamiku adalah memang harapan ku selama ini. Tapi
belum tentu juga nanda itu adalah jodohku, Ahhh...lupakan saja dia, aku ingin menikmati perasaanku sendiri kepada kapten Reza. Siapapun calon suami yang di maksud ayah kepadaku. Bukankah seharusnya aku juga berhak untuk jatuh cinta dan memilih sendiri kebahagiaan ku.
Ayah....maaf kan aku. Aria
**
Kapten Reza sedang berlari bersama team kepolisian lainnya sambil menenteng senjata api ke arah atas. Mereka sedang mengejar dua orang DPO yang merupakan anak buah nya Rio.
Dor...dor tembakan peringatan berkali-kali di keluarkan. Dua orang tersebut tetap berlari kencang
Dor...Dor
Dua tembakan mendarat di kaki masing-masing DPO tersebut. Mereka tersungkur kemudian langsung di ringkus oleh anggota kepolisian lainnya.
__ADS_1
Kapten Reza memasukan kembali senjatanya. Kemudian mengambil hp yang dari tadi bergetar di kantong celana nya
“ Aria...” Akhirnya gadis itu membalas pesannya juga