
Di dapur Aria dan mbok Tuti masih sibuk menyiapkan makan malam. Semua masakan Aria yang masak, dan pak Ridwan hanya di perbolehkan mengawasi saja.
“ Bagaimana pak Ridwan?, aman ya semua nya.” Tanya Aria antusias ketika pak Ridwan mencicipi semua menu masakan yang di masak Aria untuk makan malamnya dengan Reza dan ayahnya.
“ Mantap, aman semua non. Di jamin tuan muda Reza pasti akan sangat menyukainya.” Puji pak Ridwan dan Aria tersenyum bangga.
“ Oke, kalai gitu aku mandi dulu ya. Mbok Tuti tolong siapkan semua di meja makan ya mbok. Terima kasih semua nya...” pamit Aria dan berlalu pergi menuju kamarnya.
Sebenarnya Aria ingin ngedate dengan Reza di luar rumah. Misal pergi ke bioskop, malam di restoran atau tempat-tempat yang asik buat kencan lainnya. Tapi malam ini dia hanya ingin memasakan masakan untuk calon suami nya itu. Setelah beberapa waktu lalu Reza tidak sempat memakan kue buatannya.
Selesai mandi Aria menggunakan gaun dan mengoles wajah nya dengan make up tipis. Kemudian merapikan rambut panjang nya. Di pandang nya sendiri bayangan dirinya di depan cermin.
Aria tidak pernah pacaran sebelumnya.
Apakah ini yang di rasakan banyak wanita di luar sana, memasak dengan tulus dan menanti suami nya pulang kerja untuk bisa makan malam bersama.
Reza...seperti nya aku sudah siap, jika kamu benar mau menikahiku secepatnya. Aria
Aria melihat jam yang menempel cantik di dinding. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 7 malam.
Tok...tok...tok...ketuk pintu kamar nya berkali.
“ Siapa ?” Tanya Aria sambil kembali merapikan rambutnya.
“ Nona, tuan muda Reza sudah datang.” Beritahu mbok Tuti.
Ari langsung berdiri dan membuka pintu kamarnya.
Dilihatnya mbok Tuti masih berdiri disana.
“ Dimana mbok Reza nya.?” Tanya Aria
“ Sepertinya langsung di antar ke ruang makan sama tuan besar nona.” Beritahu mbok Tuti.
“ Oke, terima kasih ya mbok.” Ucap Tiara dan langsung berjalan menuju ruang makan.
__ADS_1
Aria memasuki ruang makan, disana sudah duduk dengan manis ayah tercinta dan juga calon suami nya yang sangat tampan.
Reza menyambut kedatangan Aria dengan senyuman manisnya.
“ Selamat malam ayah...” sapa Aria sambil mencium pipi sebelah kanan dan kiri ayahnya yang duduk di bangku utama . Kemudian duduk di sebrang bangku nya Reza.
“ Selamat malam kapten...” sapa Aria kepada Reza sambil tersenyum.
“ Hahaha, selamat malam Aria sayang, anak paman ini...masih aja malu-malu manggil nama calon suaminya sendiri.” Ucap Reza disambut tawa riang Ananta.
Aria ikut tertawa, lidah nya masih belum terbiasa memanggil Reza dengan sebutan sayang. Apalagi kini ada ayah nya di antara mereka.
“ Ini makanan semua Aria yang masak, kamu harus habiskan ya Reza...hahaha.” Beritahu Ananta.
“ Wah, Suatu kehormatan yang sangat luar biasa. Terima kasih sayang.” Ucap Reza.
“ Masih belajar kok...mudah-mudahan enak ya.” Aria malu-malu.
“ Belajar apa ?, kamu kan emang udah jago masak dari dulu. Sama seperti bunda Rianty ya paman.” Reza.
“ Udah-udah, mari kita makan.” Ucap Aria kemudian di ikuti oleh ayah dan calon suaminya.
Mereka menikmati makan malam tersebut sambil bercerita dan tertawa bersama. Hingga tak terasa, mereka sudah menghabiskan waktu 2 jam lebih hanya untuk menikmati makan malam bersama tersebut.
“ Oke kalau begitu, paman istirahat dulu ya. Kalian lanjutkan saja.” Pamit Ananta.
“ Iya paman, terima kasih ya...sudah lama sekali aku tidak merasakan kehangatan berkumpul dengan keluarga seperti ini.” Ucap Reza sambil memeluk Ananta.
“ Kamu akan bisa terus merasakannya jika nanti sudah menikah dengan Aria. Jaga dia baik-baik ya Reza.” Bisik Ananta.
“ Siap paman, sudah pasti. Aku akan terus menjaga dan mencintainya.” Bisik Reza juga. Namun yang ini Aria dapat mendengarnya sedikit.
Mereka pun saling melepaskan pelukannya. Kemudian Ananta berjalan meninggalkan Aria dan Reza.
Reza kembali duduk di bangku nya, dan Aria merasa penasaran dengan apa yang di bisikan ayahnya di telinga Reza tadi.
__ADS_1
“ Ayah bilang apa tadi ?.” Tanya Aria namun Reza hanya menjawab nya dengan senyuman.
“ Rahasia laki-laki, wanita tidak boleh mengetahuinya.” Ledek Reza dan Aria pun menggerutu manja.
Reza mengajak Aria keluar dari ruangan makan. Mereka berjalan menuju taman dan duduk di kursi santai dekat kolam renang.
“ Oh iya hampir saja lupa, tunggu ya.” Ucap Reza mengejutkan Aria.
“ Apa?.” Aria
“ Aku ke dalam dulu sebentar.” Reza
Reza berlari menuju dalam rumah Aria lagi. Tadi dia meletakkan gulali yang dibelinya di atas kursi ruang tamu.
Ketika menemukan gulali tersebut Reza memgambil nya dengan cepat dan lekas membawa kannya untuk Aria.
Sama seperti dulu ketika dia baru saja membelikan Aria mainan, dia ingin segera memberikan mainan tersebut kepada Aria agar Aria bahagia.
“ Ini untukmu sayang.” Ucap Reza sambil memberikan gulali dengan ukuran yang cukup besar kepada Aria.
Aria pun tertawa dan terlihat senang dengan apa yang di berikan calon suaminya itu.
“ Hahaha kamu beli di mana gulali sebesar ini .?” Tanya Aria sambil mengambil gulali tersebut dari tangan Reza.
“ Kita habiskan bersama ya.” Ucap Reza tidak menjawab pertanyaan Aria.
Aria pun membuka plastik yang membungkus gulali tersebut. Baru saja dia mau memakannya Reza sudah merebut gulali tersebut dari tangan Aria.
“ Biarkan aku yang mensuapi mu makan ya sayang.” Pinta Reza sambil mengarahkan gulali tersebut di depan mulut Aria.
Aria pun tersenyum dan membuka mulutnya segera memakan gulali tersebut. Reza memakan gulali yang sama tepat di bekas gigitan Aria.
Melihat apa yang dilakukan calon suaminya itu Aria malah tertawa riang.
“ Kamu sedang apa sih sayang.?” Aria.
__ADS_1
“ Besok-besok kita kencan di luar rumah ya sayang.” Bisik Reza dan masih melanjutkan kegiatannya menyuapi Aria makan gulali dan ikut makan di bekas gigitan gulali nya Aria.