
Rhio sedang berbicara pada seseorang saat Khiana datang mendekatinya. Hari ini adalah hari libur pesiar, Hari libur yang dimanfaatkan oleh taruna-taruni akpol untuk berlibur di luar asrama. Dan mereka juga mendapatkan IBL ( Izin Bermalam di Luar). Sebagian dari mereka ada yang pulang jika rumah nya dekat, namun beberapa ada juga yang sekedar cari angin atau makan di luar saja.
Khiana mau menepati janji nya dengan menerima ajakan makan malam di luar berdua saja dengan Rio.
“ Aku janji, setelah ini aku tidak akan menganggu hubungan mu dengan Reza lagi.” Janji Rio saat itu.
Reza dan Khiana memang bukan sepasang kekasih, mereka hanya dekat satu sama lain saat itu, dan menyebut hubungan mereka sebagai sahabat. Namun Reza selalu berusaha menjauhkan Khiana dari jangkauan Rio. Karna Reza tahu, siapa Rio sebenarnya.
“ Hai Khiana, cantik sekali.” Puji Rio saat Khiana semakin mendekatinya.
“ Gombal, yaudah yuk...” Ajak Khiana agar mereka segera berjalan.
Rio langsung mengemudikan motornya dan membawa Khiana kesebuah tempat makan yang sudah di booking nya seminggu yang lalu, saat Khiana menyetujui ajakan Rio untuk makan malam bersama.
Sesampainya di restoran Rio dan Khiana berjalan masuk kedalam, di sana juga ada gazebo-gazebo yang di bangun diatas danau buatan. Di danau tersebut banyak ikan mas koi yang berwarna warni. Menari-nari riang menyambut setiap tamu yang datang. Dan tidak jauh dari tempat makan juga terdapat penginapan. Tanpa di ketahui oleh Khiana, Rio bukan hanya membooking sebuah gazebo, tetapi juga sebuah kamar di penginapan tersebut.
Rio mempersilahkan Khiana masuk lebih dahulu kedalam sebuah gazebo yang berukuran sedang. Lokasi gazebo tersebut lebih jauh di banding gazebo yang lainnya. Di sekelilingnya di penuhi banyak pepohonan yang cukup besar.
“ Bagus kan pemandangannya...” Ucap Rio ketika Khiana melihat sekeliling nya.
Hari sudah semakin larut, tapi pemandangan disana masih terlihat indah dengan sorotan lampu-lampu taman juga lampu kelap-kelip di atas danau.
“ Iya bagus, thanks ya Rio. Repot-repot ajak aku kesini.” Ucap Khiana.
__ADS_1
Rio dan Khiana pun memesan makanan dan minuman. Sambil menikmati makanan tersebut mereka pun asik berdiskusi tentang aktifitas di akpol juga rencana masa depan masing-masing. Sampai tiba-tiba Khiana merasa kepalanya sangat berat dan pusing.
“ Kamu kenapa Khiana ?.” Tanya Rio.
“ Gak tau nih, tiba-tiba aja pusing. kita balik ke asrama aja yuk.” Jawab Khiana sambil memegang kepalanya.
“ Oh gitu, oke...sebentar ya aku bayar dulu.” Ucap Rio. Khiana mengangguk pelan.
Rio berjalan meninggalkan Khiana, namun bukan untuk membayar pesanan makanannya. Melainkan meminta teman-temannya mematikan lampu taman yang ada di gazebo Khiana.
“ Beres bro..mau di goyang sekuat apapun gazebo itu gak akan runtuh. Tarik aja tirainya. Otomatis kita-kita pun gak akan bisa mengintip hahaha.” Beritahu Alex teman Rio yang ternyata anak dari pemilik restoran dan penginapan tersebut.
“ Wahhh, thanks banget bro.” Ucap Rio sambil menepuk pundak Alex beberapa kali.
Rio kembali berjalan mendekati gazebonya. Khiana masih duduk bersila sambil memegang kepalanya. Wajahnya memerah ketika melihat Rio.
“ Kamu gak apa-apa kan?.” Tanya Rio sambil mendekati Khiana.
“ Rio....” Khiana
“ Ya Khiana.” Ucap Rio di telinga Khiana.
Rio sadar Khiana sudah terpengaruh obat perangsang yang dimasukan di dalam minumannya. Dan saat ini Khiana sedang berusaha melawan semua gejolak itu.
__ADS_1
Rio memanfaatkan situasi tersebut dengan membelai mesrah rambut pendek Khiana.
“ Kamu kedinginan?.” Tanya Rio lagi sambil berbisik.
“ Re...Reza.” Panggil Khiana membuat Rio terkejut.
Dalam kondisi terangsang begitu, yang di ingat Khiana malah Reza. Kurang ajar...harus segera gue habisin nih cewek.Rio
Rio semakin mendekati Khiana dan mengelus lembut wajah Khiana. Wajah wanita cantik tersebut semakin memerah. Rio memulai aksinya dengan mencium Khiana. Gadis cantik itu sempat berontak, namun Rio tidak berhenti terus menyerang Khiana dengan ciuman di bibir dan juga lehernya. Hingga akhirnya Khiana membalas ciuman Rio. Dalam aktifitas yang semakin panas, Rio segera menarik tirai yang langsung menutup seluruh gazebo tersebut dengan rapih.
Rio membuka satu persatu pakaian yang di gunakan Khiana. Kemudian menikmati tubuh polos wanita yang dicintainya itu.
Rio sangat sumringah ketika melihat tetesan darah yang mengalir dari **** ********** Khiana saat dia sudah menyudahi nafsu bejatnya itu. Dan wanita yang habis di rebut kesuciannya itu masih menggeliat menahan sakit dan juga gejolak yang masih tersisa. Hingga akhirnya dia tertidur dalam pelukan Rio.
Rio memakaikan pakaian Khiana lagi dan mengangkat tubuh Khiana menuju sebuah kamar di penginapan yang sudah di pesannya.
“ Hahahaha mulai detik ini pun kamu gak akan bisa lagi menjauh dari ku Khiana.“ Bisik Rio lagi ketika dia meletakkan Khiana di atas kasur.
Lagi-lagi Rio menuntaskan lagi nafsu nya kepada Khiana di kamar itu.
Khiana pun terbangun dalam tidur nya. Lagi-lagi kenangan pahit bersama Rio saat itu kembali masuk kedalam mimpinya. Saat Rio merebut kesuciannya hingga menyebabkannya hamil dan di pecat secara tidak hormat dari akpol. Saat itu dia merasa dunia sudah berhenti berputar untuk kehidupannya. Semua harapan dan cita-cita nya musnah dalam sekejap. Hingga saat ini, bahkan dia masih belum bisa menerima cinta dari laki-laki lain lagi selain Reza yang malah menganggap nya hanya sebagai sahabat saja.
Walaupun Rio dan teman-temannya di penginapan tersebut sudah di habiskan oleh Rez dan team nya. Namun, kenangan pahit tersebut masih terus membekas di ingatan nya Khiana.
__ADS_1
“ Walaupun kamu sudah meninggal, aku masih saja membenci mu Rio. Membenci dengan sangat teramat dalam. Kau rebut kesucianku dan kau hancurkan semua mimpiku....aku benci kamu Rio!!!.” Teriak Khiana di kehingan malam.