Janji Atau Cinta Sejati

Janji Atau Cinta Sejati
Genggaman Tangan


__ADS_3

Reza memandang sekeliling mall X, salah satu tempat kencan yang di pilihnya dulu saat bersama Aria. Mall terbesar yang ada di pusat kota Jakarta ini sudah banyak sekali perubahannya.


“ Terakhir kapan kamu nonton film apa di bioskop?.” Tanya Laura ketika mereka sudah sampai di depan pintu masuk XX2 VIP.


“ Love in London.” Jawab Reza.


“ Apa...Love in London?...itu bukannya film lama sekali ya...tahun berapa ya aku lupa?.” Tanya Laura lagi.


“ Ya, lima tahun yang lalu.” Jawab Reza pelan.


^^^Apakah mungkin itu salah satu alasan yang menguatkan semangat Aria untuk kuliah di Inggris. Aria...aku sunggu merindukan saat-saat bersama dengan mu dulu. Reza^^^


“ Kamu terakhir kali nonton bioskop lima tahun yang lalu?...Pasti sama orang yang special ya. Bisa ingat nama film dan waktunya juga hahaha.” Laura menatap penuh kagum ke kedua mata Reza.


“ Hahaha, sudah lah. Oh iya, kita di studio berapa?.” Tanya Reza mengalihkan pembicaraan.


“ Satu. Itu udah di buka.” Jawab Laura.


Mereka pun segera masuk kedalam studio satu dan mencari tempat duduk sesuai dengan tiket yang mereka miliki. Kursi yang luas dan empuk juga di siapkan bantal dan selimut. Membuat suasana nyaman saat nonton di bioskop tersebut.


Reza mengambil dua buah popcorn yang di berikan pelayan kepada mereka. Lalu memberikannya kepada Laura. Wajah Laura langsung tersipu malu ketika kedua tangan mereka saling bersentuhan.


^^^Duh...benar-benar nyetrum. Ahhh...mau langsung memeluk pria cool ini rasanya. Laura ^^^


Selesai mengambil popcorn, Reza juga mengambil dua buah minuman yang di berikan pelayan lainnya. Sadar sentuhan tadi sudah membuat wanita disamping nya tersipu malu, Reza meminta izin kepada Laura untuk meletakkan minuman tersebut di tempat nya yang berada di pojok sebelah kanan tempat duduk Laura.


“ Aku letakkan disana ya.” Ucap Reza sambil membawa minuman itu dengan sedikit membungkuk agar orang yang di belakang mereka tidak begitu terganggu. Namun setelah selesai meletakkan minuman tersebut kaki Laura sengaja bergerak untuk menyentuh kaki Reza. Saat itu juga Reza menengok dan menatap wajah Laura dengan dekatnya.


“ Maaf...aku merasa ada yang gerak tadi di kaki ku.” Ucap Laura dengan wajahnya yang sudah memerah.


“ Oh ya maaf Laura, aku yang seharusnya minta maaf.” Reza langsung kembali ke kursi nya dan menatap kedepan layar.


Laura sudah mendengar lama tentang pesona Reza dari kawan-kawan juga pamannya. Seorang perwira muda yang kaya raya dengan segudang prestasi namun belum memiliki isteri di usia nya yang hampir kepala empat. Karena Reza tidak pernah dekat lagi dengan wanita lain setelah kepergian Aria.


^^^Aku jadi penasaran dengan tungannya yang sudah meninggalkan dia begitu saja. Meninggalkan pria sebaik dan sekeren Reza. Apakah wanita itu tidak menyesal?. Laura^^^

__ADS_1


Lampu bioskop sudah di padamkan, dan film nya pun sudah mulai. Reza merebahkan dirinya di atas kursi yang empuk itu. Bayangan akan kenangannya saat nonton bersama dengan Aria kembali berterbangan di pikirannya. Akhirnya Reza lebih memilih memejamkan kedua matanya agar bayangan itu semakin jelas.


Laura mulai fokus menonton film yang ada di depan layar. Sampai tidak sadar kalau pria tampan disamping yang di taksirnya sudah mulai terlelap dalam tidur nya.


“ Romantis sekali yaa Za...” Bisik Laura mendekat ke arah Reza. namun tidak ada jawaban disana. Laura lebih mendekatkan diri menatap Reza, dan dilihatnya pria tampan itu sedang tertidur.


^^^Hahaha kamu lucu sekali sih Reza, baru kali ini aku nonton film romantis dengan seorang pria dan di tinggal tidur. Laura^^^


Laura memberanikan diri menyentuh tangan Reza. Karena tidak ada respon, Laura pun semakin menggenggamnya. Saat itu Reza malah bermimpi sedang berpegangan tangan dengan Aria. Hingga akhirnya Reza membalas genggaman tangan Laura. Menggenggam nya dengan erat, membuat mereka seakan saling berpegangan tangan sepanjang film berlangsung.


Laura tersenyum bahagia sepanjang waktu tersebut. Dan ketika film tersebut akan selesai Laura mendekatkan lagi wajahnya ke Reza. Mengecup sekejap pipi Reza, masih tanpa respon Laura pun mengecup bibir Reza dengan cepat. Jantungnya berdegup kencang, dan saat dia akan mengulang nya lagi kedua mata Reza sudah terbuka, Reza langsung terkejut ketika melihat wajah Laura yang dekat sekali di depan wajahnya. Juga tangan mereka yang saling berpegangan.


“ Laura...maaf.” Reza langsung menarik tangannya.


“ Oh ya Reza tidak apa, aku tadi hanya ingin membangunkan mu. Sepertinya kamu tertidur pulas sekali.” Ucap Laura pelan.


Reza lupa sejak kapan dia menggenggam tangan Laura. Ingin bertanya langsung kepada Laura dia merasa canggung. Akhirnya Reza membiarkan saja dan mencoba mengalihkan pembicaraan lain ke Laura.


“ Aduh maaf ya, ngantuk banget soalnya...” Reza mengambil minuman yang ada di kursi sebelah kanannya. Lalu meminumnya sampai habis.


Lampu bioskop kembali menyala ketika film tersebut habis. Reza dan Laura pun langsung siap-siap keluar dari studio tersebut.


“ Iya, aku tunggi di luar ya.” Tunjuk Reza ke arah luar bioskop.


“ Siap.” Laura segera berjalan ke arah toilet.


Reza pun keluar dari bioskop tersebut. Lalu memandang ke arah bawah pemandangan mall X dari balik pagar pembatas.


“ Reza...” panggil seorang pria dengan suara yang sangat di kenalnya. Dia pun langsung menengok ke arah panggilan tersebut.


“ Paman...” Ucap Reza. Disana ada ayahnya Aria yang sedang duduk di kursi dorong bersama dengan seorang perawat dan pengawal disampingnya.


“ Bagaimana kabarmu nak?.” Tanya Ananta. Reza segera menghampiri nya, lalu berjongkok tepat di hadapan ayahnya Aria sambil mencium tangannya.


“ Kabar baik paman...maaf lama gak main ke rumah. Oh iya...selamat ulang tahun ya paman.” Jawab Reza.

__ADS_1


“ Kamu selalu ingat ulang tahun paman...terima kasih ya nak.” Ucap Ananta sambil membelai kepala Reza dengan lembut.


“ Oh iya, paman sedang apa di mall ini?.” Tanya Reza penasaran.


^^^Dimana Aria...kenapa dia membiarkan ayahnya yang sedang sakit ke mall. Reza^^^


“ Aria membooking restoran favorite kita disini untuk merayakan ulang tahun paman. Kamu ikut ya...” Jawab Ananta penuh harap.


Saat itu juga Aria yang sedang bergandengan tangan dengan David mendekati mereka. Hati Reza langsung berdesir pedih menatap sepasang kekasih itu.


“ Bersikap lah biasa, kalau memang kalian sudah tidak ada rasa lagi.” Bisik David di telinga Aria.


“ Haiii Reza, lama tidak berjumpa.” Sapa Aria. Reza pun langsung berdiri. Mendekati Aria dan David dengan langkah yang berat baginya.


“ Haiii Aria...bagaimana kabarmu?.” Reza berusaha tersenyum sambil mengulurkan tangannya ke Aria. David segera melepaskan genggaman tangannya dari Aria. Dan membiarkan wanita yang dicintainya itu menyambut uluran tangan mantan tunangannya.


“ Kabar baik...Reza.” Sambut Aria. Lagi-lagi mereka saling terdiam cukup lama dengan kedua tangan yang masih bersalaman.


“ Ekhemm...akhirnya kita berjumpa lagi ya kapten...” Ucap David menyadarkan Aria dan Reza. Mereka pun langsung melepas tangan masing-masing. Lalu Reza mengulurkan tangannya ke David.


“ Haiii David, senang bisa berjumpa lagi dengan mu.” Ucap Reza.


“ Ya...Kapten Reza...Nice to meet you too.” Sambut David.


“ Kapten..., sekarang ini dia adalah perwira dengan pangkat letnan kolonel...bukan kapten lagi.” Ucap Laura yang sudah berada di belakang Reza. Aria langsung menatap tajam wanita itu.


“ Mereka itu pasangan romantis yang tadi kita lihat di lampu merah kan sayang...rupanya kalian sudah saling kenal ya.” Ucap Laura lagi sambil menggandeng tangan kanan Reza dengan tangan kirinya.


“ Kamu...” Ucapan Reza terputus ketika tangan kanan Laura sudah mengulur ke arah David.


“ Laura...”


“ David.” Sambut David. Dengan cepat Laura menarik tangannya dari David lalu mengulurkan tangannya ke Aria.


“ Laura...” Ucap Laura sambil tersenyum dan membalas tatapan mata Aria dengan tajam.

__ADS_1


“ Aria...” Sambut Aria.


^^^Pantas saja selama ini Reza tidak pernah mencoba mendatangiku lagi. Dia sudah memiliki wanita cantik ini rupanya. Aria^^^


__ADS_2