Janji Atau Cinta Sejati

Janji Atau Cinta Sejati
Janji Kapten Reza


__ADS_3

Aria terbangun dalam tidur nya ketika terdengar ada suara pintu yang terbuka. Dia menatap sekitar ruangan yang asing lagi. Hatinya kembali gelisah, namun tangan kirinya terasa sangat hangat oleh sentuhan dari tangan seseorang. Di lihat nya Reza sedang terlelap tidur. Kepalanya bersandar di sisa kasur yang di tiduri Aria. Dengan telapak tangan kanan yang menggenggam erat telapak tangan sebelah kirinya Aria.


Tidak lama setelah suara pintu terbuka masuk seorang suster membawa suntikan. Aria pura-pura memejamkan lagi kedua matanya. Setelah memberikan suntikan di selang infus nya Aria, suster tersebut berjalan keluar dan menutup pintu kembali dengan rapat.


Aria membuka kedua matanya kembali, telapak tangan sebelah kirinya masih sangat terasa hangat oleh genggaman telapak tangan dari sang kapten.


Padahal dia juga terluka, kenapa tidur disini bukan di ranjang rumah sakit seperti aku.


Ya Tuhan...ternyata ini semua bukan mimpi. Badan ini pun masih sedikit terasa sakit. Aria


Aria mengangkat tangan kanan nya yang tertancap jarum infusan. Dan membelai lembut kepala Reza berulang kali. Ada getaran aneh yang di rasakannya saat tangannya menyentuh rambut sang kapten.


Baru saja Aria akan mengulangi sentuhannya lagi Reza terbangun. Membuka matanya pelan-pelan dan menatap Aria.


“ Kamu sudah bangun... Maaf ya, aku ketiduran.” Ucap Reza kemudian membuka genggaman tangannya dari tangan Aria.


Aria hanya terdiam. hanya menatap kedepan tembok rumah sakit yang bercat putih.


“ Semalam ayahmu kesini, katanya kalau kondisi mu sudah membaik kita akan segera membawamu pulang ke rumah. Melanjutkan perawatan di rumah saja.” Beritahu Reza sambil menuangkan air mineral ke dalam gelas.


“ Minum dulu ya...” Ucap Reza kepada Aria. Tenggorokannya memang terasa sangat kering. Sepertinya Reza sangat paham Aria membutuhkan air untuk melegakan tenggorokannya kembali.


Reza memencet tombol kasur hingga ke dalam posisi setengah duduk yang dirasa cukup membuat nyaman Aria. Kemudian mendekatkan gelas yang sudah di berikan sedotan di dalamnya. Aria pun meminumnya habis.


“ Terima kasih...kapten.” Ucap Aria


“ Aria, jika diluar jam dinas atau kita hanya berdua saja. Panggil aku Reza...tidak usah dengan sebutan kapten Reza ya.” Pinta Reza mengingatkan Aria pada seseorang


“ Reza...seperti Khiana memanggilmu ya.” Ucap Aria mengejutkan Reza


“ Ya...Khiana, dulu kita satu angkatan di akpol. Kita bersahabat baik sampai saat ini.” Info kapten Reza mencoba menenangkan Aria


“ Dia polisi juga ya ternyata...” Aria

__ADS_1


“ Tidak, karna ulah Rio. Mereka di pecat dari akpol saat itu...hmmm ceritanya panjang Aria. Nanti setelah kamu baikan aku janji akan menceritakan semuanya.” Reza


“ Jadi benar kamu adalah calon suami yang dimaksud ayah?...kapten, apakah benar karna alasan bisnis.” Aria


“ Panggil aku Reza aja...” Kapten Reza


“ Aku lebih nyaman memanggilmu kapten...itu jauh lebih sopan di banding hanya memanggil namamu saja. Usia kita kan terpaut cukup jauh.” Ucap Aria kesal


Memanggil namamu Reza saja, selalu mengingatkan ku pada panggilan Khiana kepada mu kemarin. Aria


“ Baiklah...kalau gitu, gimana dengan mas Reza...bang Reza, Kak Reza atau sayang aja...panggil aku sayang aja gimana?.” Tawar Reza membuat Aria tertawa tanpa sadar


“ Hahaha kenapa aku harus memanggilmu sayang.” Aria masih tersenyum


“ Ya...karna aku sayang kamu dan kamu juga sayang aku kan?.” Reza ikut tersenyum


“ Kata siapa.?” Aria mengelak


“ Ya...perasaan itu untuk 8 hari yang lalu saja.” Aria


“ Loh emang sekarang udah berubah.?” Tanya Reza serius


“ Semenjak kamu pergi tanpa kabar sama sekali selama satu minggu. Aku berusaha mengubur dalam-dalam perasaan ku padamu. Berusaha sadar kalau kamu tidak mencintaiku...” Ucap Aria sedih


“ Hahaha. Ya, karna saat itu aku sedang sibuk-sibuknya mencari informasi tentang Chia. Hingga mengunjungi kampung halamannya. Seperti yang udah kamu dengar kemarin.” Reza


“ Tanpa kabar...?” Aria


“ Karna kamu kan juga gak menghubungi ku lagi setelah pengakuan mu itu..” Reza


“ Emang harus selalu aku yang mulai duluan...aku kan wanita. Biasanya dimana-mana cowoklah yang mulai duluan. Kecuali kalau kamu memang benar-benar tidak ada rasa terhadapku. Menghindar jauh lebih baik untuk mu saat itu.” Ucap Aria menggetarkan perasaan Reza


“ Iya, maafkan aku. Saat itu aku sengaja tidak menghubungi karna ingin buat kejutan saat acara makan malam perkenalan kita. Karna aku tahu kamu juga mencintaiku, sedikit memberikan kejutan seperti itu akan sangat berkesan bukan.?” Reza

__ADS_1


“ Kenapa kamu memilihku...apa benar karna alasan bisnis Berlian Group saja.?” Tanya Aria kembali pada pertanyaan sebelumnya.


Kemudian Reza menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi.


“ Bingung jawabnya ya...kapten.” Ucap Aria kembali. Dan Reza hanya tersenyum


“ Jika memang iya karna alasan bisnis saja. Apakah perjanjian itu masih bisa dibatalkan?. Kamu tidak harus menikahiku untuk mengejar cita-citamu jadi polisi kan.” Ucap Aria dengan nada tinggi


“ Bukan Aria, aku berani sumpah atas nama apapun. Bukan karna alasan bisnis.Aku memang sudah memilihmu menjadi isteriku. Saat kamu masih di dalam kandungan. Ya...masih di dalam rahim bunda Rianti saat itu. Saat itu usiaku baru saja 11 tahun. Tapi aku sudah mencintaimu dengan hanya melihat foto hasil usg mu saja.” Cerita Reza malah membuat Aria tertawa


“ Itu bukan cinta kapten...” Protes Aria


“ Apapun sebutannya Aria. Saat itu aku sudah berjanji di depan papaku dan kedua orang tuamu. Aku akan menikahimu ketika dewasa nanti.” Ucap Reza


“ Dan, apakah kamu pernah menyesali janjimu itu kapten.?” Tanya Aria dengan tatapan tajam seakan ingin menusuk jantung Reza


“ Tidak pernah...” Jawab Reza singkat


“ Janji seorang anak berusia 11 tahun...bukan menjadi alasan utama sebenarnya untuk memaksamu tetap menepatinya saat ini.” Aria


“ Apakah kamu tidak menginginkan aku menjadi suami mu.?” Tanya Reza balik membuat jantung Aria berdebar.


“ Aku tidak tahu...aku bingung.” Jawab Aria


“ Kamu tidak harus memikirkannya sekarang Aria. Karna kita juga tidak akan menikah dalam waktu dekat ini. Setidaknya kamu sekarang sudah mengetahui siapa calon suami mu sebenarnya. Aku sudah berada di sampingmu. Bukan lagi pangeran bayanganmu.” Ucap Reza sambil memegang lembut ke dua tangan Aria.


“ Apakah aku berhak memilih, untuk melanjutkan atau tidak terhadap perjanjian pernikahan kita nantinya.? Tanya Aria kembali


“ Ya, kamu berhak untuk itu.” Jawab kapten Reza


“ Kamu janji kapten.?” Tanya Aria lagi


“ Iya...aku janji. Jika saat nya tiba kamu ternyata tidak mau menikah denganku. Aku tidak akan pernah memaksamu. Karna itu adalah janjiku bukan perjanjianmu terhadap pernikahan tersebut.” Jawab Reza yang malah membuat perasaan Aria menjadi gelisah.

__ADS_1


__ADS_2