Janji Atau Cinta Sejati

Janji Atau Cinta Sejati
Berlian memorial park


__ADS_3

Berlian memorial park, adalah salah satu komplek pemakaman yang di kelola oleh Berlian Group. Di siapkan di atas lahan 100hektare. 50 hektare di siapkan Gratis untuk seluruh karyawan Berliando Group beserta keluarga, 50 hektare lagi di siapkan untuk pemakaman umum.


Aria menatap nanar makam ibu nya. Melepaskan genggaman tangan Reza kemudian memeluk nisan ibu nya dengan erat.


“ Ibu...ini aku. Sudah datang bersama dengan anak asuh kesayangan ibu.” Bisik Aria di nisan tersebut.


“ Bunda Rianti, aku datang bersama dengan puteri cantikmu ini .” Ucap Reza yang sudah duduk di samping Aria sambil meletakkan


Sebuah buket bunga mawar di dalam wadah yang sudah di siapkan di atas makam tersebut.


“ Aku sudah mengerti kenapa ayah memintaku untuk selalu menjaga perasaanku...” Ucap Aria pelan dan tidak mampu melanjutkan lagi selain hanya memeluk kembali nisan ibunya.


Reza merangkul Aria, kembali mengelus lembut kepala Aria.


“ Bunda, aku akan menepati janji untuk selalu menjaga puteri cantik mu ini sampai akhir hayatku. Aku mencintainya...” Ucap Reza kembali mendebarkan jantung Aria.


Cukup lama mereka saling mengadu di makam Rianti. kemudian melanjutkan langkah menuju makam papa dan mama nya Reza.


“ Pa...Ma, ini lah Aria ku. Dia sudah dewasa belum? Apakah sudah boleh aku nikahi? .” Tanya Reza di depan kedua makam mama dan papa nya. Aria hanya terdiam sambil menunduk.

__ADS_1


Reza kembali mengenggam tangan Aria lebih erat. Dan meletakkan tangan tersebut di depan dada nya. Beberapa kali mencium tangan Aria sambil melepaskan senyum manisnya kepada gadis cantik tersebut.


“ Kenapa bertanya itu.?” Protes Aria


“ Bertanya apa .?” Reza balik nanya


“ Kamu kan belum siap nikah, kenapa bicara seperti itu di depan makam mama dan papa mu.” Aria masih protes.


“ Siapa bilang, aku udah siap kok nikah. Justru aku khawatir kamu yang belum siap sayang. Kamu kan baru aja lulus SMA, masih harus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.” Reza.


“ Iya...aku memang harus melanjutkan pendidikan ku. Seandainya boleh...aku ingin mengejar cita-cita ku dulu.” Ucap Aria membuat sedikit getaran di dada Reza.


“ Aku juga punya cita-cita kapten...bukan hanya kapten saja kan.” Ucap Aria sambil menatap tajam kedua mata calon suami nya itu.


“ Iya, maaf. Memang...cita-cita mu apa sayang.?” Tanya Reza penasaran.


Aria hanya tersenyum, dan memandang jauh ke atas langit.


“ Tapi ayah memintaku untuk melanjutkan pendidikan di Berlian University saja. Mengambil jurusan hubungan International Bussines. Hmm, kamu tahu sayang, aku selalu bertanya kenapa harus aku yang melanjutkan tugas ayah di Berlian Group...” Aria.

__ADS_1


“ Sa..sayang, maaf. Aku tidak pernah memaksa ayah mu untuk hal itu. Aku sadar, harusnya aku yang memikul tanggung jawab itu, bukan kamu...tapi di posisi aku seperti ini sekarang, sangat tidak memungkinkan aku memimpin Berlian Group. Maaf sayang...mungkin ayahmu berfikir kamu yang akan memimpin Berlian Group selanjutnya, karna kamu akan menjadi isteriku kelak kan.” Ucap Reza sambil memeluk Aria.


“ Maafkan aku, kalau memang kamu keberatan melanjutkan tugas ayahmu memimpin Berlian Group aku akan bicarakan kepada ayahmu ya sayang. Dan sebenarnya, cita-cita mu itu...apa sayang.?” Reza.


“ Hmmm...aku cuma ingin mempelajari dan melihat dunia jauh lebih luas lagi. Aku ingin berkelana sayang...hahaha, sepertinya seru kalau aku nanti nya menjadi seorang diplomat di negara lain.” Beritahu Aria penuh semangat.


“ Humaniora .?” Tanya Reza.


“ Ya, Oxford University.” Aria.


“ Apa ayahmu tahu tentang hal ini .?” Tanya Reza sambil memegang kedua pundak Aria.


“ Ayah tidak pernah tanya aku mau kuliah dimana. Dia hanya memberitahuku kalau setelah lulus sekolah aku harus mengambil jurusan international bussines di Berlian Group. Dan aku pikir...aku tidak ada pilihan lagi.” Jawab Aria dengan wajah murung.


“ Aku akan selalu mendukungmu sayang, yang terbaik menurutmu...aku akan selalu mendukungmu.” Ucap Reza sambil memeluk Aria.


“ Tidak sayang, aku sudah lama memendam keinginan itu sebenarnya. Aku siap kok bantu Berlian Group nantinya. Gak perlu membicarakan cita-citaku lagi. Karna untuk masuk kuliah semester ini aku udah cukup ketinggalan hehehe.” Ucap Aria menghibur diri di pelukan Reza.


“ Maaf Aria...” Reza.

__ADS_1


__ADS_2