
Sesampainya di rumah Aria dan mengobrol banyak dengan Ananta, Reza berpamitan hendak pulang untuk istirahat di rumahnya.
Ananta mengantar nya menuju lobby rumah utama.
“ Kamu tidak pamitan dulu dengan Aria ?.” Tanya Ananta ketika mereka sudah mendekati pintu besar di ruang tamu.
“ Nanti aku wa aja paman, sepertinya dia langsung tertidur.” Jawab Reza.
“ Oke, hati-hati ya.” Pesan Ananta sambil menepuk punggung Reza berulang kali.
Ping. Sebuah pesan masuk ke hp nya Reza. Dia mengambil hp tersebut dari saku yang berada di balik jaketnya.
“ Aria paman.” Beritahu Reza kepada Ananta.
“ Kapten...aku berada di ruang keluarga lantai 2. Ada yang ingin aku tanyakan padamu. Kalau sudah selesai bicara sama ayah bisa temui aku disini kan.” Aria
“ Sepertinya Aria masih penasaran dengan kamu. Terlalu banyak rahasia yang kita sembunyikan selama ini. Anak itu pasti ingin segera mengetahuinya satu persatu.” Ucap Ananta memahami apa yang dirasakan puteri kesayangannya itu. Dia sudah mengerti tanpa membaca pesan yang di berikan Aria kepada Reza.
“ Iya paman, dia minta aku menemuinya di ruang keluarga atas.” Beritahu Reza sambil tersenyum.
“ Ya sudah, temui dia. Ceritakan semua yang mau kamu ceritakan.” Ucap Ananta mempersilahkan Reza memasuki lagi rumahnya.
Reza melangkahkan kaki nya naik ke lantai 2. Menuju ruangan dimana Aria sudah menunggunya.
Sesampainya di dalam ruangan tersebut Reza melihat Aria sedang memeluk sebuah album lama yang di berikan mbok Tuti kepadanya 10 hari yang lalu.
Reza sangat mengenali album tersebut. Karna album itu adalah album yang di beli sendiri olehnya ketika mampir ke salah satu toko buku di mall X bersama alm papa nya sepulang sekolah.
Reza selalu ingat, jika alm Ibunya Aria masih hidup. Mungkin beliau lah yang akan mengambil foto-foto kenangan Aria dari bayi hingga saat ini. Karna dia paham betul karakter Rianti. Saat masih menjadi ibu asuh nya dahulu. Rianti lah yang sudah merapikan banyak album kenangan Reza dari bayi hingga usianya 6 tahun.
Saat itu Reza hanya berpikir. Ingin menggantikan salah satu peran Rianti dengan memberikan album tersebut kepada Aria. Dia yang selalu membawa kamera untuk memoto Aria bayi hingga usia nya 5 tahun. Reza sendiri yang mencetaknya dan menempelkan foto-foto tersebut di dalam album tersebut. Hingga akhirnya dia harus pergi ke negara S karna penyakit papa nya semakin parah dan harus berobat lebih intensive di negara tersebut. Hingga sampai papa nya meninggal dunia, Reza memutuskan untuk mengejar impiannya menjadi seorang polisi. Dia pulang dan melanjutkan pendidikan di akpol kota S.
__ADS_1
“ Kapten...” Panggil Aria setelah dia melihat Reza hanya berdiam diri melihat Aria dengan album lama nya.
Kemudian Reza mendekati Aria dan duduk di sampingnya.
“ Kenapa masih saja memanggilku kapten ?...” Tanya Reza sambil merangkul pundak Aria.
“ Hmm...ya, sayang.” Ucap Aria lagi sambil merasakan seluruh tubuh nya merinding. Mendengar suaranya sendiri memanggil Reza dengan sebutan sayang. Belum lagi sang kapten saat ini sangat dekat posisi duduknya dengan dia.
Rangkulan tangan Reza di pundaknya yang kini berasa sangat panas di bagian tubuh Aria tersebut.
“ Kenapa sayang ?, mau tanya apa...” Tanya Reza lagi ikut melihat lembaran album yang sedang di buka Aria.
“ Apakah ini dirimu ?.” Tanya balik Aria sambil menunjuk foto Reza kecil sedang mencium kening Aria bayi.
“ Iya sayang, itu aku.” Jawab kapten Reza sambil tersenyum.
“ Di album ini banyak sekali foto kebersamaan kita. Aku jadi penasaran seperti apa dulunya hubungan kita hingga kamu memutuskan ingin menikahiku.” Ucap Aria penasaran.
Reza menarik nafasnya dalam-dalam.
“ Ya, ceritakan yang kamu ingat aja. Gak apakan kalau aku ingin mengetahuinya langsung dari kamu.?” Aria
Reza bangun dari duduknya, kemudian berjalan menghadap jendela besar yang ada di dalam ruangan tersebut. Jendela itu menghadap langsung ke taman samping rumah.
“ Aku akan ceritakan dari sejarah alm ibu mu dulu. Sayang...ibu mu itu adalah ibu asuhku dahulunya, aku biasanya memanggilnya dengan sebutan bunda Rianti.” Ucap Reza sambil memandang pepohonan yang tertata rapi di luar jendela sana.
**
Ananta dan Berliando sudah bersahabat sejak kuliah. Walaupun Berliando satu tingkat di atas Ananta, mereka sering bersama karna di satu organisasi kemahasiswaan yang sama. Mereka juga berteman baik dengan Lidya teman seangkatan Berliando saat itu namun beda kejuruan yang kemudian di nikahi Berliando ketika mereka lulus kuliah.
Berliando meneruskan usaha milik orang tuanya, dan berencana mengembangkan usahanya lebih kuat lagi bekerja sama dengan Ananta dan kawan-kawan mereka lainnya, yang kini menjadi Berlian Group.
__ADS_1
1 Tahun setelah pernikahan antara Berliando dan Lidya berlangsung mereka mengalami kecelakaan yang menyebabkan Lidya meninggal dunia, saat itu Lidya sedang hamil 8 bulan. Beruntungnya janin di dalam kandungan Lidya bisa di selamatkan yang kemudian di beri nama Reza Ananda Berliando.
Ananta saat itu meminta bantuan ibu nya mencarikan pengasuh untuk mengurus bayi nya Berliando. Kemudian ibunya Ananta merekomendasikan Rianti sebagai pengasuhnya.
Selama 6 tahun Rianti merawat dan mengasuh kapten Reza kecil dengan sangat baik seperti mengurus anak kandungnya sendiri.
Saat itu Berliando menangkap ada signal-signal cinta antara Ananta dan juga Rianti. Dan meminta mereka untuk segera meresmikan hubungan dalam ikatan pernikahan.
“ Kenapa papa kasih bunda Rianti ke paman Ananta.? Dia kan bunda aku...kenapa bunda Rianti gak bersama dengan papa aja?.” Tanya dan protes Reza saat itu ketika Berliando memberitahukannya bahwa Rianti dan Ananta akan segera menikah.
“ Papa kan udah ada mama sayangku, mama walaupun tidak terlihat tetap ada di hati kita. Tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi mama baik untuk papa ataupun dirimu.” Beritahu Berliando menunjukan rasa cinta dan kesetiaannya yang sangat mendalam kepada isterinya ke Reza kecil.
“ Nanti ada mbok Tuti yang akan merawatmu, kalau kamu mau ketemu dengan bunda Rianti kamu bisa mengunjunginya kapan pun kamu mau.” Lanjut Berliando
Reza kecil mencoba mengerti semua yang di ucapkan Berliando kepadanya.
“ Apakah setelah bunda Rianti dan paman Ananta menikah nanti mereka juga akan memiliki anak seperti aku?.” Tanya Reza kecil lagi.
“ Ya, jika Tuhan menghendaki. Mereka pasti akan memiliki anak.” Jawab Berliando.
“ Aku gak mau ada yang menggantikan posisi aku di hati bunda Rianti papa, setelah bunda punya anak nanti, dia akan melupakanku dan lebih menyayangi anaknya itu.” Ucap Reza kecil.
“ Hahaha tidak akan sayang, bunda Rianti dan paman Ananta akan tetap menyayangi mu sampai kapanpun.” Ucap Berliando sambil mengelus kepala Reza kecil.
“ Kalau gitu, kalau sudah besar aku akan menikahi anaknya bunda Rianti saja nanti. Supaya sampai kapan pun bunda Rianti tetap menyayangiku...Bolehkan pa ?.” Tanya Reza kecil dengan sangat polosnya.
“ Hahaha, bagaimana jika anaknya bunda Rianti nanti cowok ? Atau mungkin kembar...atau ternyata bunda Rianti dan paman Ananta akan memiliki banyak anak?.” Tanya balik Berliando sambil bercanda.
“ Kalau anaknya cowok, aku akan meminta dia jadi adikku saja. Kalau anaknya bunda Rianti banyak ceweknya...hmmm, aku punya ide. Aku akan menikahi yang pertama kali lahir aja...aku mau kasih nama siapa ya...hmmm.” Reza kecil mencoba memikirkan nama apa yang paling bagus untuk puteri bunda Rianti yang juga akan menjadi isterinya nanti.
“ Hahahaa....kamu masih kecil aja udah bahas pernikahan aja. Kamu belajar yang giat dulu. Makan yang banyak, biar cepet gede. Bisa gapai cita-citamu, setelah itu baru menikah.” Pesan Berliando saat itu.
__ADS_1
“ Baik papa, kalau sudah besar aku mau jadi polisi. Boleh kan papa.?” Tanya Reza kecil.
“ Apapun cita-cita mu nak, selama itu positive dan pilihan terbaikmu. Papa akan selalu mendukung mu.” Jawab Berliando sambil memeluk dan mencium kening putera tunggalnya itu.