
Reza merapikan beberapa dokumen hasil penyidikan dan meletakkannya di dalam lemari. Kemudian mengunci lemari tersebut. Setelah selesai, dia mengambil jaket hitam yang tergantung di gantungan baju lalu memakainya dengan rapi. Dia melirik jam tangan nya angka sudah menunjuk pukul 2 siang.
“ Ekhem, rapi bangat komandan. Oh iya kan malam minggu an ya sekarang. Mau langsung nih ke rumah doi.?” Ledek Sersan Dika.
“ Bisa aja sampeyan.” Ucap Reza sedikit malu.
“ Lapor komandan, ada wanita cantik ingin bertemu.” Ucap salah seorang anggota polisi mengejutkan Reza dan juga Dika.
“ Waduh, wanita cantik...”Ucap Sersan Dika sambil melilirik komandannya itu.
Kapten Reza hanya menganggak kedua bahunya. Ketika pandangan sersan Dika seolah bertanya. Siapa gerangan wanita cantik itu.
“ Siapa .?” Tanya Reza akhirnya.
“ Lapor komandan, saya sampai lupa bertanya siapa nama nya. Udah deg-deg an duluan soalnya tadi.” Ucap anggota polisi itu sambil tersenyum.
Kapten Reza hanya menggeleng kan kepala nya beberapa kali dan sersan Dika tertawa lepas.
“ Bagaimana jika saya saja yang mengecek komandan. Jika sudah aman baru komandan keluar.” Ucap sersan Dika menawarkan diri.
“ Mau nya sampeyan, gak usah lah.” Cegah Reza tersenyum kemudian berjalan menuju ruangan tunggu untuk tamu yang datang.
Langkah Reza berhenti ketika dilihatnya sosok wanita cantik itu sedang berdiri dan memberikan senyuman manis nya kepada Reza. Ada sedikit debaran yang berdesir di dada nya. Cukup lama tidak berjumpa dan berkomunikasi dengan wanita cantik tersebut.
“ Selamat siang kapten, syukurlah keburu juga. Aku takut kamu udah keburu pulang.” Sapa Khiana dan disambut hangat dengan uluran tangan dari Reza.
__ADS_1
“ Selamat siang Khiana, aduh tumben nih mampir kesini. Ayo silahkan duduk, ada apa yang bisa aku bantu.?” Tanya Reza mempersilahkan Khiana duduk kembali.
“ Tadi kami ada undangan acara di dekat sini, dan ini ada titipan oleh-oleh dari anak-anak.” Beritahu Khiana sambil menyerahkan bingkisan kepada Reza.
“ Semoga kamu dan teman-teman di sini menyukainya. Lumayan, untuk teman minum kopi.” Lanjut Khiana.
“ Wow, pisang goreng ya. Pasti enak, buatan anak-anak?.” Tanya Reza sambil membuka dan memakan satu pisang tersebut.
“ Ya, kita sebutnya pisang keju lumer coklat krispy hahaha panjang banget ya nama nya. Salah satu usaha yayasan. Lumayan buat nambah-nambah uang jajan anak-anak.” Ucap Khiana dengan senyuman manis nya lagi.
“ Oh iya...ya, kreatif sekali. Dan ini enak banget. Nanti aku pasti pesan yang banyak. Oh iya, acara di dekat sini dimana ? Kok baru kasih tahu sekarang.” Reza.
“ Di menara X, acara group perusahaan tersebut. Anak-anak tadinya mau ikut semua ke sini. Tapi kan gak mungkin juga nanti jadi penuh disini. Jadi mereka titip salam aja.” Khiana.
“ Ya, gak apa kok. Ini aku bagikan ya buat teman-teman yang lain juga.” Reza.
Reza memanggil salah satu anak buahnya. Dan memintanya membagikan pisang krispy tersebut kepada semua anggota polisi yang masih ada.
“ Oh iya, setelah dinas hari ini kamu ada acara lagi gak .?” Tanya Khiana.
“ Ya, rencana nya aku mau kerumah Aria.” Ucap Reza dan terlihat perubahan raut muka Khiana menjadi sedikit murung.
“ Oh iya maaf, nanti malam minggu ya.” Ucap Khiana pelan.
“ Memang nya kenapa Khiana, apakah ada sesuatu .?” Tanya Reza jadi merasa bersalah.
__ADS_1
“ Ah enggak kok, aku cuma tadi tiba-tiba iseng aja mau ajak kamu temenin anak-anak ke taman bermain X. Kita kebetulan dapat tiket sponshor free masuk sana. Anak-anak pasti senang sekali jika kamu juga ikutan. Tapi ya salah aku juga gak kabarin kamu dari jauh-jauh hari. Hahaha. Ya sudah, kalau gitu aku pamit ya.” Ucap Khiana dan langsung berdiri siap-siap pergi.
“ Taman bermain X tidak begitu jauh dari sini, aku juga gak janji sama Aria datang jam berapa nya. Sebenarnya bisa datang kapan pun selagi aku punya waktu kesana.” Ucap Reza menghentikan langkah Khiana.
“ Aku akan menemani anak-anak ke taman bermain X. Tapi gak lama ya, kamu mau bareng aku atau...” Ucapan Reza berhenti ketika merasakan hp nya bergetar di saku celana nya.
Reza melihat nama yang memanggil nya di layar hp nya tersebut, Aria...di saat-saat seperti ini entah kenapa panggilan telpon dari Aria malah membuat jantung Reza berdegup lebih kencang.
Khiana sekilas melihat nama di layar hp milik Reza. Dia masih terdiam menunggu Reza.
“ Sorry, sebentar ya...” Ucap Reza kemudian mengangkat panggilan tersebut.
“ Ya sayang...” Jawaban Reza di panggilan tersebut ternyata jadi terdengar sangat panas di telinga Khiana.
Khiana sudah lama menyiapkan hati suatu hari Reza pasti akan menjalankan janjinya kepada Aria. Makanya akhir-akhir ini dia berusaha untuk tidak berkomunikasi dengan Reza. Namun ternyata ketika dia mendengar panggilan sayang Reza kepada Aria masih membuat hati nya terasa sangat sakit. Dia tidak bisa membohongi hati nya sendiri. Perasaan cinta nya kepada Reza masih terlalu dalam. Walau dia tidak pernah tahu, apakah Reza juga memiliki perasaan yang sama padanya atau tidak. Tapi hati kecil nya yakin, ada suatu perasaan yang sengaja di simpan Reza dalam-dalam kepadanya. Karna janji Reza yang harus komitmen menikahi wanita yang sudah di pilihnya menjadi isteri nya kelak.
“ Aku usahakan sebelum jam 7 malam sudah sampai ke rumah mu ya. Pasti masakan mu enak. Oke sayang...bye.” Ucap Reza mengkahiri pembicaraannya dengan Aria lewat telepon.
Dia menaruh hp tersebut kembali ke saku celana nya. Kemudian menatap Khiana yang masih berdiri dengan lamunan panjang nya.
“ Ok, kita jalan sekarang yuk.” Ajak Reza dan Khiana mengangguk pelan.
“ Om Riko bersama dengan anak-anak kan?.” Tanya Reza dan Khiana kembali hanya mengangguk pelan.
“ Kamu ikut sama aku aja ya. Biar om Riko yang mengantar anak-anak ke taman bermain X. Kita ketemu disana.” Reza dan Khiana lagi-lagi hanya mengangguk pelan dengan senyuman manis nya lagi.
__ADS_1
Maaf Aria, aku pinjam Reza mu sebentar saja. Khiana.