Janji Atau Cinta Sejati

Janji Atau Cinta Sejati
Dua Manusia Bodoh


__ADS_3

Ananta berhasil memaksa Reza untuk ikut bersama merayakan ulang tahunnya. Reza bersama dengan Laura dan Aria dengan David.


Restoran mewah khas masakan Italia yang ada di lantai dua dalam mall X hanya di peruntukan untuk mereka saja saat ini.


Hampir di setiap ruangan dalam restoran tersebut sudah banyak di penuhi buket bunga. Aria dan David sudah menyiapkannya dengan sangat sempurnah.


Laura masih menggandeng tangan Reza dengan mesrah. Seakan takut Reza menjauh darinya. Sementara Reza membiarkan Laura menggandeng tangannya, karena dia juga melihat Aria yang terus-terusan menggandeng tangan David.


Kini mereka sudah duduk saling berhadapan. Ananta di kursi utama, lalu Reza berhadapan langsung dengan David dan Aria berhadapan dengan Laura.


Ananta hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam ketika melihat pemandangan tersebut.


“ Sudah berapa lama kalian menjalin hubungan?.” Tanya Ananta kepada Reza dan Laura.


Saat itu juga jantung Reza kembali berdegup kencang. Dia bingung harus menjawab apa, karena dia baru saja mengenal Laura hari ini, bahkan belum dua puluh empat jam. Sekilas dia melirik ke arah mata Aria yang diam-diam juga melirik ke matanya. Saat itu juga mereka saling memalingkan pandangan masing-masing. Sedangkan David yang dari tadi memperhatikan sikap Aria dan Reza hanga bisa menarik nafas nya dalam-dalam. Lalu membuangnya dengan perlahan.


“ Tiga tahun yang lalu, saya sudah sangat mengenal komandan saya ini. Namun kebetulan baru hari ini kami ada kesempatan untuk jalan bersama.” Jawab Laura membuat Reza terkejut sendiri mendengarnya.


^^^Tiga tahun yang lalu, mungkinkah salah satu alasan Reza tidak bersama dengan Khiana karena adanya wanita ini. Jadi bukan karena Reza lebih memilih mencintaiku dan setia menungguku. Aria^^^


Aria memakan hidangannya sambil termenung hingga tidak sadar saos salad yang baru dimakan nya tadi tersisa di bawah bibirnya. David langsung membersihkan bekas saos tersebut dengan menggunakan ibu jarinya. Lalu tanpa ragu dia menjilat ibu jarinya tersebut.


“ Thanks David.” Ucap Aria tanpa melihat kearah David. Pandangannya masih tertuju kepada piring salad yang ada di atas mejanya.


Namun Reza melihatnya lalu langsung tersedak ketika David memasukan ibu jari bekas saos di bibir Aria kedalam mulutnya.


“ Reza...kamu tidak apa-apa? Pelan-pelan ya makannya.” Laura menepuk pelan punggung Reza lalu membelainya dengan lembut ketika Reza sudah bisa mengatasi gejolak dari tenggorokannya.


Aria langsung menatap kesal kearah tangan Laura yang sedang membelai punggung Reza. Tenggorokan Aria langsung terasa kering, dia pun mengambil segelas aperetivo miliknya dengan mata yang masih melirik ke arah tangan Laura. Namun tanpa sadar Aria malah mendorong gelas tersebut hingga terjatuh dan minuman tersebut tertumpah sempurnah ke arah Laura.


“ Astaga...” Laura terkejut sambil berdiri dan berusaha membuang isi dalam minuman tersebut yang mendarat sempurnah di atas pangkuannya.

__ADS_1


Aria yang tersadar akan kelalaiannya langsung bangun juga dari duduknya dan membantu Laura membersihkan pakaiannya.


“ Maaf Laura...maaf, aku tidak sengaja. Aduh...maaf ya.” Ucap Aria berkali-kali.


“ Ya...tidak apa, aku bersihkan di dalam toilet saja, permisi...” Pamit Laura dan langsung berjalan kesal kearah toilet.


Sekilas David dan Reza saling bertatapan. Hingga akhirnya David juga ikut berdiri dan menghampiri Aria.


“ Are you oke?.” Tanya David.


“ Yes...I’m fine. Sorry...” Jawab Aria lalu kembali duduk di kursinya.


“ Saya permisi ke toilet sebentar.” Pamit David, matanya tertuju kepada Ananta dan Ananta pun mempersilahkannya. Sebelum pergi David meninggalkan ponsel nya di atas meja dengan posisi terbalik.


Suasana sekilas jadi hening ketika David beranjak pergi. Ananta memperhatikan Reza dan Aria yang saling terdiam dan sibuk dengan hidangan masing-masing.


“ Seumur hidup saya, baru kali ini saya melihat ada dua manusia bodoh yang sedang saling menyakiti.” Ucap Ananta memecahkan keheningan tadi.


“ Dua manusia bodoh?.” Tanya Aria sambil melirik ke arah Reza. Sama hal nya yang Reza lakukan, sekilas dia melirik ke arah Aria namun kembali memandang kearah Ananta.


“ Kalian masih saling mencintai...sampai kapan kalian bertahan seperti ini?. Tidakkah kalian takut akan penyesalan.” Ucap Ananta lagi dengan nada yang sangat berat.


“ Ayah...apa sih yang ayah bicarakan. Apa dua manusia bodoh yang ayah maksud aku dan Reza?. Kami memang sudah sepakat berpisah dari lima tahun yang lalu dan di antara kami tentu sudah tidak ada perasaan lagi...iya kan Re...?.” Pertanyaan Aria terputus ketika matanya dan Reza saling bertatapan lagi.


“ Paman, perasaan saya masih sama. Tapi saya tidak akan memaksakan Aria untuk tetap mencintai saya. Saya hargai keputusan Aria, dan semua ini terjadi karena kesalahan saya juga.” Ucap Reza sambil menatap penuh hormat ke ayahnya Aria.


“ Hahaha lucu, perasaan masih sama?. Kenapa tidak pernah datang menemuiku ke Inggris?.” Tanya Aria lagi dengan nada yang sinis.


“ Aku menghormati keinginanmu Aria, selama empat tahun aku diam-diam mengunjungimu hanya sekedar ingin melihat dan memastikan kondisimu baik-baik saja. Lalu di hari ketika kamu merayakan kelulusan bersama teman-temanmu...dan saat itu juga David datang memberikan selamat kepadamu. Aku merasa kalian sudah saling mencintai.“ Jawab Reza membuat hati Aria bergejolak penuh amarah dan kekecewaan.


“ Ya kami memang sama-sama bodoh!.” Ketus Aria tanpa berkata apa-apa lagi.

__ADS_1


Ananta mengambil segelas air mineral dari atas mejanya. Lalu meminumnya sampai habis. Saat itu juga pelayan datang membersihkan sisa-sisa tumpahan air minum Aria di atas meja. Hingga mereka kembali terhening tanpa suara lagi.


“ Mba, pernah jatuh cinta gak ?.” Tanya Ananta tiba-tiba ke seorang pelayan yang sudah selesai membersihkan meja.


“ Saya pak?.” Tanya balik pelayan tersebut.


“ Iya kamu...siapa lagi disini yang pintar soal cinta.” Jawab Ananta.


Pelayan tersebut melihat kearah Aria dan Reza yang masih saling tertunduk seperti menheningkan cipta kearah makanan mereka.


“ Ya pernah jatuh cinta lah pak...hehehe.” Ucap pelayan tersebut malu-malu melirik kearah Reza.


“ Pilih hidup bersama dengan pria yang kamu cintai atau pergi meninggalkannya?.” Tanya Ananta lagi.


“ Ya pilih hidup bersama dong pak. Kalau pergi nanti di ambil orang saya yang sakit hati sendiri...hehehe.” Jawab pelayan itu lagi.


“ Yasudah sana.” Ucap Ananta mempersilahkan pelayan itu pergi.


Dari arah toilet terlihat Laura sudah berjalan mendekati mereka lagi.


” Lapor komandan, ada panggilan dari markas besar.” Ucap Laura sambil menunjukkan ponsel miliknya ke arah Reza.


Reza langsung mengambil ponsel dalam balik jaket hitamnya. Disana memang ada lima kali panggilan tidak terjawab dari komandannya.


“ Ya Tuhan, kenapa aku tidak merasakan getaran ponsel ini. Baik kalau begitu kita kembali ke markas besar. Paman...Aria, kami pamit.” Ucap Reza sambil berdiri dan menunduk ke arah arah Aria dan ayahnya.


“ Ya...silahkan.” Ucap Ananta. Aria kembali menatap kepergian Reza dengan Laura.


“ Jika masih ada kesempatan untuk memeluknya dari depan, kenapa harus meratapi punggung nya dari belakang.” Ucap Ananta lagi sudah menyentil hati Aria.


^^^Maaf Reza...karena kebodohan kita. Tidak mungkin lagi kita bisa bersama lagi, sudah ada David disisiku. Aku tidak mungkin menkhianati ketulusan cinta nya kepadaku. Bukannya kamu juga sudah ada Laura...sepertinya Laura juga sangat mencintaimu...semoga seiring waktu berjalan kita bisa sama-sama bahagia dengan pasangan kita masing-masing. Aria^^^

__ADS_1


__ADS_2