Janji Atau Cinta Sejati

Janji Atau Cinta Sejati
Kapten Reza


__ADS_3

Rio mengendarai mobil nya dengan kencang, sambil sesekali melirik Aria yang terdiam dalam lamunannya. Perjalanan menuju Villa X memakan waktu kurang lebih 1 jam. Dia sudah mendapatkan kabar jika kepolisian yang di pimpin kapten Reza sudah mengetahui posisi dan pergerakannya.


“ Sit !!!” Teriak Rio mengagetkan Aria


“ Ada apa?” Aria berusaha melihat sekeliling. Jalanan cukup sepi. Di lihatnya di belakang mobil nya ada sekitar 3 mobil jeep yang sama melaju dengan cepat nya. Mereka adalah anak buah nya Rio.


Dor...dor...dor...ketiga mobil jeep tersebut melepaskan tembakan ke arah belakang. Dilihatnya juga dari kaca spion ada banyak mobil polisi di belakang ketiga mobil jeep tersebut. Aria terkejut melihat pemandangan itu.


“ Siapa mereka? “ Tanya Aria bingung


Rio hanya terdiam dan terus menambah kecepatan mobil nya.


“ Hentikan Rio!!!!”


“ Diam kamu gadis bodoh, berisik!!!!”


Aria menangis sekuat-kuat nya. Ada apalagi ini. Dia masih berusaha melihat situasi dari kaca spion. Satu dari tiga mobil jeep tersebut terhenti. Mobil nya oleng dan terbalik di pinggir jalan. Lalu ada sebuah mobil polisi yang menyalip diantara dua mobil jeep yang tersisa. Rio melihat mobil polisi tersebut dan semakin kencang mengemudikan mobilnya. Dua mobil jeep yang di belakang sudah tumbang satu persatu.


Melihat situasi yang sedang terjadi Rio malah menodongkan pistol di kepalanya Aria


“ Rio...ada apa?” Tanya Aria parau


“ Jika harus mati sekarang, kita mati bersama Aria...hahaha lihat aja Kapten Reza, siapa di antara kita yang memenangkan episode ini” ucap Rio semakin membuat Aria bingung.


Mati...ahhh rasanya aku benar ingin mati saja. Kalaupun pulang dengan keadaan seperti ini, bagaimana aku harus menatap dunia lagi...ayah, aku tidak mengerti dengan keadaan sekarang ini. Aku takut . Aria


“ Berhenti saudara Rio...anda sudah terkepung. Segera menyerah dan serahkan sandera segera” pinta seorang polisi melalui pengeras suara

__ADS_1


Rio malah menembak beberapa kali ke arah mobil polisi tersebut. Aria sempat melihat seorang polisi berdiri gelayutan dari jendela mobil polisi berusaha mendekati mobil Rio. Seorang polisi yang sangat tampan dan gagah sekali. Dia adalah kapten Reza,


Namun Rio semakin mempercepat laju mobil nya dan berusaha beberapa kali menembakan peluru ke arah kapten tersebut.


Aria kembali memejamkan matanya saat Rio menempelkan senjata api itu disamping kepala nya lagi. Rio berusaha memperingatkan sang kapten yang sedang bergelantungan itu, jika semakin mendekat matilah gadis disamping nya ini.


Dan dor...dor...dor suara letusan senjata api beberapa kali memecahkan kaca jendela mobil Rio. Aria masih memejamkan matanya. Pasrah dengan keadaan. Mati saat ini pun dia sudah ikhlas, batin nya menjerit.


Dirasakannya mobil oleng ke kanan dan kekiri. Aria berusaha memberanikan diri untuk membuka mata, ternyata di kursi kemudi Rio sedang berusaha mempertahan kan setir nya dan Reza sudah ada di jendela mobil Rio. Aria melihat jelas tangan sebelah kiri Rio yang tadi di gunakannya untuk memegang senjata sudah penuh dengan darah. Reza berhasil menembakan peluru nya ke tangan kiri Rio yang di gunakan untuk menodongkan senjata api di kepalanya Aria. Dan dilihatnya juga senjata api milik Rio tersebut sudah berada di bawah kursi nya.


“ Mati kau ...” teriak Rio yang berusaha menabrakan mobil nya ke arah sebelah kanan agar polisi tersebut tertabrak dan terjatuh. Namun Reza dengan sigap cepat berpindah dari posisinya


“ Ambil itu...buang...buang” pinta sang kapten kepada Aria. Dengan cepat Aria menuruti permintaan sang kapten. Dia berusaha mengambil senjata yang ada di bawah kursi nya dan Rio berusaha menghalangi usaha Aria. Situasi tersebut membuat Rio kehilangan fokus. maka dengan sangat mudah Reza membuka pintu mobil dan menarik Rio serta menjatuhkannya ke aspal. Dia lalu mengambil alih kemudi dan menginjak rem dengan perlahan. Dilihatnya dari kaca spion Rio tergeletak tak berdaya sedang di kepung oleh beberapa anggota kepolisian lainnya.


Aria menatap nya penuh kagum kapten Reza yang ternyata di lihat dari dekat malah semakin tampan.


“ Haiii nona, selamat pagi...anda baik-baik saja kan? “ sapa sang kapten mengejutkan Aria.


“ Oh iya maaf pak...saya baik-baik saja, terima kasih sebelumnya ”


“ Saya kapten Reza “ ucap sang kapten memperkenalkan diri.


“ Aria...kapten, apa kita pernah bertemu sebelumnya?” Aria berusaha mengingat, kapten tersebut terlihat tidak asing bagi Aria. Berada di samping Reza ada perasaan aneh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Seperti baru berjumpa dengan sahabat yang sudah sangat lama berpisah.


“ Sepertinya nona ” jawab Reza sambil melepaskan senyum manisnya.


“ Tunggu sebentar ya, sampai situasi kondusif “ Lanjut sang kapten lagi sambil melirik ke spion.

__ADS_1


“ Kapten...apakah kapten kenal Rio?” Tanya Aria


“ Rio...ya, dia sudah sering berurusan dengan kami”


“ Siapakah Rio itu, maaf kapten...tapi aku memang baru bertemu dengannya semalam dan sudah terjadi kejadian banyak hal buruk terhadap ku dalam waktu sekejap”


Reza menatap gadis di sebelahnya yang sudah meneteskan air matanya kembali


“ Dia ketua Black Hole, salah satu gansgter berbahaya di negeri ini. Jaringan mereka sangat kuat” beritahu Reza


Aria terisak dalam tangis nya


“ Kapten, aku sudah hancur sehancur-hancur nya...aku rasa tidak sanggup menatap wajah ayahku lagi setelah ini “


“ Aria...maaf kan aku” Reza ingin memegang kedua tangan Aria namun tidak melanjutkannya.


“ Kamu akan baik-baik saja. Kamu tidak akan hancur, Trust me...” lanjut sang kapten


Di samping mobil Rio yang sudah di ambil alih Reza, terpakir sebuah mobil ambulance. Reza melihat nya dan memberikan kode kepada petugas media untuk segera menjemput Aria


“ Kapten, aku takut...” Ucap Aria menggetarkan hati kapten Reza


“ Tenang saja Aria, mereka akan membantumu dengan baik. Hanya untuk memastikan kondisi kesehatanmu saja”


“ Bisa kah aku tetap bersama mu saja, setidaknya sampai aku benar-benar lebih terasa tenang” pinta Aria penuh harap. Entah kenapa Aria merasa sangat nyaman berada di samping kapten Reza. Kurang lebih 8 jam bersama dengan Rio membuat dirinya terasa sangat hancur. Mengingat dirinya yang tiba-tiba terbangun dalam kondisi tanpa busana sama sekali. Dan pengakuan Rio sudah merusak kesucian yang selama ini di jaga nya. Ayahnya pasti sangat marah dan kecewa. Bagaimana dengan pandangan calon suami nya kelak. Masihkah dia mau menjadikan Aria isteri nya. Pangeran itu...Aria menatap kedua mata kapten Reza yang terlihat sangat menyejukan baginya.


Tok...tok...tok ketuk petugas medis yang sudah berada di balik pintu mobil mereka. Kapten Reza mengangkat tangannya dan memberika kode kepada petugas itu untuk menunggu.

__ADS_1


__ADS_2