Janji Atau Cinta Sejati

Janji Atau Cinta Sejati
Bimo dan Tiara


__ADS_3

“ Mami dan papi pulang duluan aja ya. Aku udah di jemput Bimo.” Pinta Tiara kepada mami nya.


“ Apaan sih kamu, kita udah jauh-jauh datang jemput malah di suruh pulang duluan. Lagian tumben banget Bimo jemput kamu. Bukannya jemput majikannya aja.” Ucap mami nya Tiara kesal.


“ Mami...please, ini kesempatan aku berduaan aja sama Bimo kan. Mami kan tahu aku sangat menanti-nanti kesempatan ini.” Pinta Tiara lagi kembali sambil memijat punggung mami nya.


“ Kamu tuh enggak bakal bisa hidup normal sama Bimo sayang...” Mami Tiara


“ Loh, kenapa mi.? Dia kan manusia normal, bukan vampire atau manusia srigala hehehe.” Tiara


“ Bimo kan pengawal pribadinya sahabatmu Aria, kerja nya hampir 24 jam menjaga Aria. Kapan ada waktunya buat sama kamu nantinya.?” Beritahu mami nya Tiara.


“ Mami tenang aja, sekarang kan Aria udah punya kapten Reza. Ya walau aku sendiri belum paham betul hubungan mereka seperti apa...karna setahu aku harus nya Aria sudah di kenali sama calon suaminya. Tapi buktinya sampai sekarang malah dekatnya tetap sama kapten itu.” Ucap Tiara.


Tiara belum mengetahui jika calon suami nya Aria adalah kapten Reza. Aria belum sempat cerita kepadanya.


“ Lagian, Bimo gak 24 jam juga harus menjaga Aria. Dia cuma tugas sampai jam 8 malam aja kok mi, kalau Aria udah tidur masa harus di jagain juga. Kan ada banyak staff keamanan lainnya juga di rumah Aria. Gak cuma Bimo. Setahu aku, Bimo menjaga Aria kalau dia keluar rumah aja.” Lanjut Tiara.


“ Terserah kamu aja deh, mami udah ingetin kamu. Jadi sekarang gimana? Kamu tetap mau nya bareng Bimo aja gak mau bareng mami papi ?.” Tanya mami nya Tiara sambil memasukan hp kedalam tas nya.


“ Iya ya mi...tolong sampaiin ke papi. Hehehe bantu doa ya. Semoga perjalanan aku dan Bimo nanti lancar.” Ucap Tiara sambil menciumi mami nya berkali-kali.


“ Yaudah, mami pulang duluan. Kasihan papi mu nunggu dari tadi di mobil. Sampai ketemu lagi di rumah ya sayang.” Mami nya Tiara meninggalkan Tiara didalam kamar perawatannya.


“ Dah mami....” Teriak Tiara sambil melambaikan tangan.


Pintu kamar perawatan nya sudah tertutup. Tiara langsung merapikan makeup tipis nya lagi di depan cermin. Kemudian merapikan rambut nya yang sudah berkali-kali juga di sisir rapi.


Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan di pintu kamar perawatannya. Aria berlari kecil membuka pintu tersebut dan di lihatnya Bimo sedang berdiri dengan gagah di hadapannya.


Ya Tuhan Bimo...boleh peluk gak sih. Tiara


Tiara masih menahan rasa gemas nya itu kepada laki-laki di hadapannya.


“ Hai...mau masuk dulu atau langsung jalan pulang ?.” Tanya Tiara malu-malu

__ADS_1


“ Langsung pulang ya. Saya harus segera balik ke rumah nona Aria.” Jawab Bimo


“ Hmm...baiklah. Yuks.” Tiara mengayunkan tangannya ke arah Bimo. Namun Bimo malah mempesilahkannya berjalan lebih dulu di depannya.


Ih...apa-apaan sih. Emang nya aku Aria apa harus berjalan di depanmu. Kamu gak lihat sih tadi Aria dan kapten Reza aja bisa gandengan mesrah banget. Aku kan juga kepingin seperti itu. Tiara


“ Kok diam aja. Silahkan nona Tiara.” Ucapan Bimo mengejutkan lamunan Tiara


“ Kenapa kita gak jalan bareng aja. Aku kan bukan Aria. Jalan seperti ini aku jadi tidak nyaman.” Gerutu Tiara namun Bimo hanya terdiam.


Dia kaku sekali sih, kapten Reza yang seorang perwira polisi saja tidak seperti itu. Aduh...kok aku malah jadi salah tingkah begini ya. Tiara


Kapten Reza kenapa sih, tiba-tiba minta saya antar pulang anak berisik ini, padahal orang tuanya sudah datang menjemput. Bimo


Lama berjalan akhirnya mereka sampai pada sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari lobby utama rumah sakit. Bimo memencet tombol otomatis mobil nya kemudian membukakan pintu belakang mobil mempersilahkan Tiara masuk.


“ Kenapa di sini, aku mau duduk di depan aja. Bimo...kita ini bukan antara pengawal dan majikannya kan. Ini aku Tiara...bukan Aria.” Tiara protes tidak mau masuk kedalam mobil tersebut.


“ Ya memang yang bilang nona Adalah nona Aria siapa?...silahkan masuk nona, sepertinya dikit lagi hujan akan turun.” Ucap Bimo semakin membuat Tiara gregetan.


“ Ya Tuhan...kak Bimo, bisa gak bersikap normal saja ke aku?...anggap aja aku teman mu, sahabatmu atau mau anggap aku lebih dari itu juga boleh kok. Hehehe.” Ucap Tiara lagi masih mempertahankan posisinya untuk tidak masuk kedalam mobil.


Bimo tidak menjawab, dia hanya membuka jas hitamnya, kemudian menutupkan nya di atas kepala Tiara. Bimo agak sedikit merangkul Tiara agar lebih mudah membimbing nya cepat masuk kedalam mobil karna hujan sudah membasahi tubuh mereka saat ini.


Tiara mengikuti arahan dari Bimo. Dia sendiri sangat menikmati perlakuan Bimo baru saja kepadanya. Baginya itu sangat romantis. Walaupun dia tetap harus duduk di kursi belakang. Mendapatkan sedikit rangkulan dari Bimo aja untuk saat ini sudah membuatnya seakan terbang kebulan bernyanyi bersama bintang-bintang di atas sana.


“ Maaf ya, kamu jadi basah.” Ucap Tiara sambil memeluk jas hitam milik Bimo. Dan tanpa sadar mencium nya berkali-kali.


Wanginya...wangi maskulin sekali. Hihihi bagaimana ya rasanya jika berada di pelukannya setiap malam. Hujan-hujan di sayang Bimo, di peluk, di cium, kemudian...ah jadi malu. Tiara


Bimo pun bingung melihat kelakuan Tiara dari kaca spion nya. Memeluk jas hujan miliknya sambil tersenyum-senyum sendiri.


Apa yang dia lakukan, itu kan pakaian saya bukan boneka yang seenaknya aja di peluk-peluk seperti itu. Hmm...bagaimana saya meminta jas itu kembali ya.


Bukan hanya berisik, anak itu juga sangat aneh. Bimo

__ADS_1


“ Maaf nona, jas nya tolong letakan di samping kursi saja.” Pinta Bimo namun Aria masih tetap memeluk jas miliknya.


“ Hmm...pinjam dulu ya. Dingin.” Tiara memohon masih dengan memeluk jas milik Bimo.


Bimo sudah malas menjawab, dia hanya menghidupkan mesin mobilnya, kemudian mengemudikan mobil nya keluar area rumah sakit.


“ Alamat rumah nona Tiara dimana.?” Tanya Bimo mengejutkan Tiara.


“ Eh, kenapa...mau ngapain ke rumah ku?.” Tiara malah berbalik bertanya.


“ Saya kan memang ditugaskan mengantar nona pulang sekarang.” Jawab Bimo


Oh...aku sampai lupa. Kirain dia mau datang ngapelin aku nanya-nanya alamat rumah ku dimana. Hehehe. Tiara


“ Dimana nona alamatnya, kita sudah berjalan cukup jauh .” Ucap Bimo agak sedikit kesal.


“ Oh iya maaf, aku tinggal bersama kedua orang tuaku di apartemen X. Kak Bimo tahu kan ada di mana apartemen itu.?” Beritahu Tiara sambil tersenyum.


“ Ya, tahu...” Bimo


“ Orang tua ku tahu kalau kak Bimo akan mengantarku pulang hari ini loh...kalau kak Bimo berkenan. Nanti bisa mampir dulu sebentar masuk ke apartemen kami. Masakan mami ku enak loh...” Ucap Tiara sambil menepuk punggung Bimo berkali-kali.


“ Hai hentikan itu...mengganggu konsentrasi saya saja.” Pinta Bimo merasa tidak nyaman dengan tepukan Tiara di punggung nya.


“ Eh iya maaf...aku terlalu bersemangat hahaha.” Tiara malah cekikikan sendiri.


Bimo menambah setelan AC di mobil nya


“ Kok AC nya di tambah sih kak, emang kak Bimo gak kedinginan...di luar hujan deras. Aku aja masih berasa dingin banget.” Protes Tiara


“ ya, maaf nona karna saya berasa panas sekali. Jika tidak menyukainya akan saya turunkan lagi AC nya.” Bimo


“ Ah, enggak usah...enak kok dingin-dingin begini hehehe asalkan berdua sama kak Bimo.” Cegah Tiara ketika Bimo akan menurunkan volume AC di mobilnya.


“ Nona, jangan panggil saya dengan sebuatan kak Bimo. Karna saya kan bukan kakaknya nona Tiara.” Pinta Bimo malah membuat Tiara jadi tertawa.

__ADS_1


“ Kalau gitu jangan panggil aku dengan sebutan nona Tiara dong. Karna kan aku juga bukan majikan mu.” Balas Tiar membuat Bimo diam seketika.


“ Kita panggil nama kita masing-masing aja gimana?. Hai Bimo...aku Tiara, mulai malam ini mau kah kamu berteman dengan ku?.” Ucap Tiara lagi sambil cekikikan sendiri.


__ADS_2