Janji Atau Cinta Sejati

Janji Atau Cinta Sejati
Pulang Bareng


__ADS_3

17.00 WIB. Beberapa karyawan Berlian Group sudah siap-siap untuk pulang. Sebagian lagi memilih tetap lembur melanjutkan pekerjaan.


Aria masih di ruangan ayahnya. Dari jam 3 sore ayahnya meeting di luar kantor dan belum kembali.


Tok...tok...tok


Ketuk seseorang dari balik pintu ruangan


“ Ya, silahkan masuk.” Ucap Aria berharap yang datang adalah ayah tercintanya.


“ Selamat sore Aria...” sapa Ryan dengan wajah yang sangat ceria.


“ Oh kamu, selamat sore juga Ryan.” Ucap Aria membalas tatapan Ryan dengan senyuman.


“ Kita pulang yuk, kamu pasti udah cukup lelah dan bosan kan disini.” Ajak Ryan.


“ Pulang, sepertinya aku nunggu ayahku aja.” Aria.


“ Oh ayahmu tadi minta tolong aku mengantarmu pulang.” Beritahu Ryan mengejutkan Aria.


“ Memang ayah masih belum selesai meeting nya.?” Tanya Aria penasaran.

__ADS_1


“ Sepertinya. Dan, Bimo juga masih bersama dengan ayahmu.” Jawab Ryan.


Tadi pagi Mereka memang jalan bersama, Bimo yang menyupiri mobil nya Ananta. Dan ketika ada meeting mendadak dengan salah satu rekan bisnis Berlian Group Bimo pun ikut serta mengantar Ananta.


“ Maaf ya, jadi merepotkan mu.” Ucap Aria sambil mengambil tas selempang nya.


“ Aku udah memberikan laporan juga ke Reza. Dia gak keberatan aku mengantarmu pulang.” Beritahu Ryan kembali dengan senyuman lebar.


“ Reza...bahkan dia tidak ada menghubungiku seharian ini.” Gerutu Aria pelan namun Ryan masih dapat mendengarnya dengan baik.


“ Memang kamu tidak lihat atau baca berita hari ini.?” Tanya Ryan sambil membuka layar hp nya.


“ Berita apa?.” Aria penasaran.


Ledakan Besar Di Mall A, Bom Bunuh Diri?


“ Reza pasti sibuk menyelidiki jaringan pelaku nya.” Ucap Ryan mendebarkan jantung Aria cukup kencang.


“ Tapi dia akan baik-baik aja kan ya?.” Aria jadi sangat khawatir.


“ Iya, dia akan baik-baik saja Aria, sekarang kita pulang ya.” Ajak Ryan kembali dan Aria mengangguk setuju. Mereka pun jalan bersama.

__ADS_1


Sepanjang jalan Aria masih memikirkan Reza. Kapten tampan itu pasti sedang sibuk sekali. Kenangan saat dia berada dalam situasi mencekam saat di culik Black Hole waktu itu kembali terbayang lagi.


Reza, harus dan akan terus mengalami hal-hal seperti itu bahkan mungkin situasi yang lebih mencekam lagi. Memikirkan itu membuat tenaga Aria seakan jadi semakin melemah.


Kenapa kamu memilih jadi polisi sih Reza, kenapa tidak fokus saja meneruskan usaha bisnis ayahmu ini disini. Aria


“ Aria. Yuk” Ucapan Ryan mengejutkan lamunan Aria. Pintu lift sudah terbuka. Aria lekas masuk mengikuti langkah Ryan. Hingga akhir nya mereka sampai di lobby utama. Di depan lobby scurity sudah siaga dan membukakan pintu mobil untuk Ryan dan Aria.


“ Aku ragu, apakah bisa terbiasa menghadapi ini semua.” Ucap Aria memecahkan situasi di dalam mobil.


“ Hmm, maksud mu.?” Ryan masih belum mengerti.


“ Pekerjaan Reza sebagai polisi, sangat menegangkan.” Aria menatap nanar ke luar jendela mobil.


“ Setiap pekerjaan memiliki resiko Aria, Reza akan baik-baik saja. Dia sudah sering menghadapi situasi seperti ini.” Ryan.


“ Ya, mungkin karena aku baru beberapa bulan saja mengenalnya. Belum terbiasa dengan keadaan seperti ini.” Aria.


“ Lindungi dia dengan doa tulusmu. Maka Tuhan akan mengirimkan malaikat-malaikat nya untuk selalu menjaga Reza mu.” Ucap Ryan menyemangati Aria.


“ Dia bukan hanya bekerja untuk kehidupan pribadinya...dia bekerja untuk melindungi masyarakat juga. Untuk negara ini Aria. Kamu harusnya bangga, aku aja suka iri dengan dia hahaha.” Lanjut Ryan lagi masih berusaha membesarkan hati Aria.

__ADS_1


“ Ya Ryan, terima kasih.” Aria mulai tersenyum.


Berjuanglah Kapten Reza, semangat membela kebenaran dan menumpas kejahatan. Tanggung jawabmu di Berlian Group. Biar aku saja yang mewakili. Aria


__ADS_2