
5 Tahun Kemudian
Matahari semakin menjulang tinggi. Cahaya nya yang membara sudah memberikan kehangatan yang sangat di rindukan Aria selama ini. Setelah kepergiannya ke Inggris 5 tahun yang lalu, inilah pertama kalinya Aria kembali ke Indonesia.
Saat ini dia sedang berdiri di halaman utama rumah nya. Rumah yang selama ini dirindukannya, namun sangat berat untuk nya kembali. Jika saja Ananta tidak memaksa puteri kesayangannya itu kembali dengan alasan kesehatannya yang memburuk mungkin saja Aria sudah lupa, kalau dia masih memiliki rumah disini.
“ Dimana ayah?.” Tanya Aria kepada seorang pelayan yang menyambut kedatangannya di halaman rumah.
“ Selamat siang nona Aria, Tuan besar menunggu di dalam kamar.” Jawab pelayan tersebut. Dia pun mengantar Aria menuju kamar utama di rumah besar tersebut.
Aria langsung memeluk ayahnya yang sedang menyenderkan tubuhnya di sandaran ranjang di dalam kamarnya.
“ Anak bodoh...baru pulang dengan harus di paksa seperti ini.” Ucap Ananta sambil membalas pelukan anaknya itu. Air mata nya menetes di kedua pipinya yang semakin keriput.
“ Jadi ayahku yang tercinta sengaja tidak mengunjungiku selama 6 bulan belakangan ini karena memang sakit atau memang ingin memaksa ku pulang?.” Ucap Aria sambil melepaskan pelukan ayahnya.
Namun hatinya seakan teriris pedih ketika melihat ayahnya sudah meneteskan air mata.
“ Ayah kenapa?.” Tanya Aria khawatir.
“ Dulu ketika ayah rindu pada ibumu ayah akan datang kepadamu dan memelukmu dengan erat. Tapi ketika kamu pergi ayah hanya bisa mengunjungimu paling cepat dua bulan sekali saja. Itu pun tidak lama, karena ayah harus kembali ke Indonesia dan kamu pun kembali sibuk dengan kuliah juga pekerjaan mu disana...” Ucap Ananta terputus. Matanya kembali nanar ketika melihat foto mendiang isterinya yang ada di dinding tepat dihadapan ranjang besar miliknya.
“ Beberapa malam ini ayah sangat bahagia karena selalu di datangkan ibu mu dalam mimpi....” Ucapan Ananta kembali terputus.
Kini kedua tangannya sedang menyentuh wajah cantik puteri nya itu.
“ Sebenarnya ayah baru akan tenang meninggalkan mu, kalau kamu sudah menikah...minimal sudah ada yang menjagamu.” Ucap Ananta lagi.
“ Ayah ini sedang bicara apa sih?, ayah masih kuat. Masih bisa menemani dan menjagaku 100 tahun lagi. Jangan berfikir yang aneh-aneh.” Protes Aria sambil mengelus balik kedua tangan ayahnya.
“ Kamu tahu Tiara dan Bimo sudah memiliki anak?.” Tanya Ananta.
“ Iya, harus nya tadi mereka datang menjemputku di bandara. Tapi ketuban Tiara pecah, haha dia akan melahirkan anak ke dua nya hari juga.” Jawab Aria dengan riang. Akhirnya sahabat dan ajudan pribadinya menikah 2 tahun yang lalu, dan kini sudah mau punya anak 2.
Saat pernikahan Tiara dan Bimo Aria hampir saja pulang ke Indonesia, namun tiba-tiba saja ada pekerjaan penting yang tidak bisa di tinggalkan nya. Aria hanya bisa memberikan selamat kepada Tiara dan Bimo lewat video call.
__ADS_1
“ Ayah ingin merasakan satu kali saja harapan untuk mendapatkan kebahagiaan dalam sisa-sisa hidup ini...Aria, ayah ingin sekali melihatmu menikah.” Ucap Ananta lagi.
“ Ayah...aku kan sudah bilang, ayah akan selalu se...”
“ Kanker lambung stadium 4....”
“ Apa?...” Aria tidak percaya mendengar ucapan ayahnya barusan.
“ Hidup ayah tidak akan lama lagi.” Ucap Ananta kembali langsung membuat air mata Aria menangis deras tiada henti.
“ Ayah jangan membohongiku. Bukannya 6 bulan yang lalu ayah masih baik-baik saja. Kenapa sekarang tiba-tiba ada penyakit itu?.”
“ Seumur hidup ayah, sekali pun ayah tidak pernah membohongimu. Ayah sendiri tidak sadar dengan adanya kanker dalam tubuh ayah selama ini.” Ucap Ananta.
“ Aria...selama 5 tahun ini, apakah kamu sudah menemukan pria yang kamu cintai dan mencintaimu dengan tulus?.” Tanya Ananta.
Aria menatap wajah ayahnya dengan air mata yang masih mengalir dengan deras.
“ Sebenarnya aku sudah memiliki kekasih, Kami baru saja sepakat menjalin hubungan yang lebih serius 2 bulan yang lalu. Nama nya David.” Jawab Aria ragu.
“ Dia salah satu staff senior di kantorku, dan dia hanya pria biasa saja, bukan anak pemilik waris perusahaan besar. Aku ragu mengenalkannya ke ayah, aku takut ayah menolaknya.” Jawab Aria pelan.
“ Aria sayang, ayah sudah tidak mau mengekang mu lagi dengan harta dan kekuasaan. Asalkan dia mencintaimu dan dapat menjaga mu dengan baik....ayah akan merestuinya. Kapan ada waktu ajak dia bertemu dengan ayah.” Ucap Ananta.
“ Iya ayah, aku akan meminta David ambil cuti beberapa hari untuk datang ke Indonesia.” Aria kembali memeluk ayahnya.
Aria saat ini bekerja di kantor diplomatik Indonesia di Inggris. Dari awal lulus kuliah 1 tahun yang lalu, Ananta sudah memintanya kembali ke Indonesia untuk meneruskan karier di Berlian Group. Hanya saja Aria menolaknya.
Kembali ke Indonesia dan bekerja di Berlian Group sebenarnya hanya membuatnya takut berjumpa lagi dengan Reza. Aria takut rasa cinta nya yang selama ini dia bunuh akan hidup kembali ketika berjumpa dengan Reza. Hingga akhir nya dia berusaha membuka hatinya untuk pria lain. David, adalah pria asal Inggris yang bekerja di kantor diplomatik Indonesia disana.
“ Aria...apakah David bersedia menikah dengan mu dalam waktu dekat ini?.” Tanya Ananta mengejutkan Aria.
“ Kami baru saja jadian 2 bulan yah, mana mungkin secepat itu langsung menikah.” Protes Aria.
“ Kalau David benar-benar mencintaimu, dia pasti siap kapan pun menikahimu. Kalian tidak perlu memikirkan soal materi lagi. Walaupun kalian tidak turun langsung ke Berlian Group. Kamu tetap mendapatkan hak waris dari saham ayah disana.” Ucap Ananta.
__ADS_1
Aku tidak tahu, apakah David akan menyetujui permintaan ayah. Walaupun kami sudah saling kenal 2 tahun lamanya. Namun aku baru saja membuka hati untuknya 2 bulan ini. Aria
“ Aria...anggap ini permintaan terakhir ayah.” Ucap Ananta penuh harap. Kembali membuat hati Aria teriris pedih.
***
Khiana sedang berlari mengejar anak laki-laki berusia dua tahun setengah sambil tertawa penuh keceriaan.
“ Sakha...jangan kencang-kencang. Nanti jatuh...” Teriak Khiana.
“ Nda ayooo, ejal agi...ejal agi...”Sakha sambil menarik-narik tangannya Khiana.
“ Sedikit lagi ayah pulang. Kamu mandi dulu ya. Bayi bunda pintar harus mandi, biar cepet gede. Jadi dokter.” Ucap Khiana kepada puteranya tersebut.
“ Nda...aka dah ede. Aka au adi polici...dol..dol...” Protes Sakha dengan suara cadel nya, tangannya sedang di adukan membentuk pistol ke arah bunda nya.
“ Hahaha...Sakha mau jadi polisi?.” Tanya Reza yang tiba-tiba datang di belakang mereka. Dia datang bersama dengan Ryan.
“ Iya...aya aman...elen...dol...dol.” Jawab Sakha dengan polosnya.
Reza tertawa lepas menatap Sakha.
“ Katanya kemarin mau jadi dokter, sekarang jadi polisi...anak ayah banyak banget cita-citanya hahaha.” Ucap Ryan sambil menggendong Sakha.
“ Aman eja..ama yayah, elenan aman...aman unya itol...kaya ini..dol..dol.” Celoteh Sakha membuat mereka semua tertawa.
Khiana melirik ke arah Reza yang masih tersenyum melihat kelucuan Sakha.
“ Aku dengar Aria sudah kembali.” Ucap Khiana langsung menghentikan senyuman Reza.
“ Kamu sudah menemuinya?.” Tanya Khiana penasaran.
“ Dia pulang untuk mengenalkan kekasih nya kepada ayahnya.” Jawab Reza parau.
“ Kamu bisa tegas dalam menghadapi kasus kriminal. Kenapa tidak bisa tegas dalam menghadapi perasaan mu sendiri?!.” Tanya Khiana kesal.
__ADS_1
“ Aku tidak akan memaksa Aria untuk mencintaiku lagi. Selama ini aku tidak pernah menghubunginya agar tidak ada beban lagi di hati Aria. Dia jauh lebih berhak mendapatkan kebebasan yang dia inginkan.” Jawab Reza