Janji Atau Cinta Sejati

Janji Atau Cinta Sejati
Ciuman Pertama


__ADS_3

Desir AC dari ruang keluarga lantai 2 yang cukup besar itu menyapu seluruh tubuh Aria. Hawa panas yang belum lama dia rasakan saat berada dekat dengan Reza kini berubah menjadi dingin.


Air matanya masih mengalir, menangisi cerita bagaimana ibu nya meninggal dunia hingga tekad kuat ayahnya menepati janji kepada ibunya.Juga menangisi alasan kuat Reza yang menginginkan Aria menjadi isterinya kelak.


Jika tidak ada janji itu, apakah mungkin dia akan menikahiku...Aria


Reza menghapus air mata yang membanjiri kedua pipi Aria dengan kedua telapak tangannya. Dia menatap Aria penuh haru dan kini jadi merasa bersalah karna sudah menciptakan kesedihan di hatinya Aria.


“ Maafkan aku...sayang, jangan menangis seperti itu.” Pinta kapten Reza sambil memeluk Aria.


Aroma dan hangatnya tubuh Reza mampu menghipnotis Aria lagi dalam kenyamanannya. Dia kembali menikmati debaran-debaran irama di jantung nya yang meningkat.


Apakah ada rasa yang sama padamu sayang...seperti perasaan aneh yang saat ini aku rasakan.


Ini kah debaran cinta yang di gilai banyak manusia di dunia ini?...


Aria


Reza melepaskan pelukannya. Dia kembali menatap Aria, menghapus air mata Aria yang masih saja mengalir. Memegang lembut wajah Aria dengan kedua telapak tangannya. Mereka saling bertatapan kini, Reza menyentuh bibir mungil Aria yang ikut basah karna terkena air matanya. Kemudian dia semakin mendekatkan wajahnya lagi ke wajah Aria, memiringkan wajah nya sedikit ke sebelah kanan dan menyentukan bibir nya di atas bibir Aria.


Sejenak mereka sama-sama terdiam tanpa ada gerakan lainnya lagi.


Eh, sedang apa ini...apakah ini kita sedang ciuman. Kenapa dada ini terasa lebih sesak lagi ya sekarang. Aria


Aria memejamkan kedua matanya, kemudian Reza lebih membuka sedikit bibirnya dan memberikan tekanan lembut kembali di bibir Aria. Tidak lama bibir Aria pun mengikuti sentuhan-sentuhan lembut itu. Mereka pun saling menautkan bibir masing-masing dalam satu rasa dan debaran yang sama.


“ Maafkan aku Aria...” Ucap Reza ketika menyudahkan ciuman pertama mereka itu.


Aria tertunduk malu, mencoba menenangkan gejolak yang dia rasakan kini di hatinya.


Sejenak Reza juga ikut tertunduk, kemudian kembali mengangkat kepalanya menatap Aria lagi. Di lihat wajah calon isterinya itu masih memerah. Sebenarnya Reza pun juga merasakan gejolak yang luar biasa. Dia masih menginginkan melakukannya lagi dan lagi. Inilah ciuman pertama mereka.


“ Lagu Aria 3 tahun yang lalu...apakah kamu yang menciptakan ?.” Tanya Aria.


Seandainya kamu tahu


Aku sudah mencintaimu


Jauh sebelum kamu di lahirkan


Dan mengerti apa itu kehidupan


Haiii gadis kecil manjaku


Aku mencintaimu

__ADS_1


Apakah kau tahu itu


Seandainya kamu tahu


Betapa setiap hari aku merindu


Menahan setiap rasa


Ingin selalu bersama


Haiii gadis kecil manjaku


Aku mencintaimu


Apakah kau tahu itu


Seandainya kamu tahu


Aku yang selalu mencintaimu


Haiii gadis kecil manjaku


Aku panggil nama mu selalu


Haiii gadis kecil manjaku


Aria ku...


Kaulah udara yang selalu kubutuhkan


Reza tidak menjawab pertanyaan Aria, dia hanya menyanyikan lagu itu untuk Aria, menyanyikan dengan lembut sambil tersenyum.


“ Jadi beneran itu lagu untuk aku?” Tanya Aria lagi sambil tersenyum malu.


“ Ya sayang, laki-laki gelap di youtube itu memang aku hahaha. 3 tahun lalu...saat baru kembali dari kota B. Di Menara putih.” Jawab Reza sambil merangkul kembali punggung Aria.


“ Menara putih...dimana ?.” Tanya Aria lagi penasaran.


“ Itu hanya menara buatan papa sebagai kado ulang tahunku yang ke 10tahun di Villa Mentari sayang. Tempat nya tidak jauh dari makam orang tua kita.” Beritahu Reza semakin membuat Aria penasaran.


“ Makam orang tua kita...maksud mu...” Aria.


“ Sebenarnya makam orang tua ku tidak jauh dari makam ibu mu. Masih di dalam komplek pemakaman yang sama.” Beritahu Reza kembali.


Aria teringat saat beberapa kali dia dan ayahnya mengunjungi makam ibunya. Ayahnya sering minta ijin sebentar menuju blok pemakaman lain. Disana terlihat dua makam berdampingan dengan gapura yang sangat indah.

__ADS_1


“ Makam berdampingan di blok A, apakah itu makam papa dan mama mu?.” Aria


“ Iya sayang...” Reza


“ Maaf, ketika datang ke makam bersama ayah. Aku hanya fokus pada makam ibu saja. Berdoa, mengadu dan ceritakan semua nya hanya di makam ibu.” Beritahu Aria, Reza hanya tersenyum.


“ Ya...karna kamu kan belum tahu, ternyata disana juga ada makam kedua calon mertua mu.” Bisik Reza kembali di telinga Aria. Membangunkan semua bulu kuduk Aria.


“ Aku penasaran dengan menara putih mu itu. Apakah dari menara itu kamu bisa melihat pemandangan yang indah di atas langis sana ?.” Tanya Aria seperti anak yang sedang bertanya kepada ayahnya.


“ Hahaha, ya salah satunya...tapi yang menarik dari menara itu adalah. Kita bisa melihat langsung makam orang tua kita...papa mama ku, ibu mu...dari atas sana.” Jawab Reza semakin membuat Aria tambah penasaran lagi.


“ Aku tidak pernah engeh ada menara itu sayang. Setahu ku sekitaran komplek pemakaman hanya ada taman yang sangat luas.” Aria


“ Aku akan mengajakmu kesana.” Ucap Reza kembali memegang lembut dagu Aria.


Kenapa aku terus menginginkannya...Reza


Reza mendekati lagi bibir Aria dan memberikan ciuman-ciuman lembut disana yang cukup lama. Lebih lama dari ciuman pertama mereka barusan.


Aria sudah bisa mengikuti gerakan bibir dan lidah Reza yang terus berusaha menggapai semua bibir dan lidah Aria. Kedua tangan Aria memeluk Reza semakin erat. Tanpa sadar posisi Reza sudah berada di atas tubuh Aria yang tergeletak di atas sofa.


“ Kamu...tidak akan melakukan itu kan ?.” Tanya Aria dengan debaran jantung yang semakin berdetak kencang.


“ Maaf Aria, aku sangat begitu menikmatinya. Tidak akan disini, tidak pula sebelum kita menikah.” Jawab Reza tersadara dan langsung membangunkan Aria kembali duduk di sofa.


Aria terduduk sambil menunduk kembali. Nafasnya masih naik turun, mencoba mengatur nafas nya lebih nyaman lagi.


Reza kembali mendekati Aria dan mencium lembut keningnya.


“ Maaf ya sayang...” Ucap Reza sambil memegang kedua tangan Aria.


“ Bawa aku ke menara putih mu, aku sangat penasaran dengan tempat itu.” Pinta Aria kepada Reza.


“ Ya, pasti. Besok atau lusa kita kesana ya.” Ucap Reza.


“ Hari ini saja...bisa kan ?.” Tanya Aria.


“ Tapi hari ini kan kamu baru saja pulang dari Rumah sakit. Istirahat dulu ya.” Pinta Reza.


“ Tapi aku sangat ingin kesana.” Aria merengek.


“ Oke...siap sayangku. Apapun yang kamu inginkan.” Reza kembali mencium kening Aria dengan lembut.


Aku mencintaimu...sangat mencintaimu.

__ADS_1


Apakah ini tanda kita saling mencintai, atau hanya luapan emosi mu aja. Aria.


__ADS_2