
Malam itu sebelum acara kelulusan sekolah selesai Aria, Tiara, Chia dan Alben pergi ke Purnama Club.
“Siapa yang pertama kali memberikan ide kalian pergi ke Purnama Club?” Tanya kapten Reza kepada Alben, pertanyaan yang sama sebelumnya kepada Tiara 2 jam yang lalu.
“ Chia kapten” jawab Alben singkat
Jawaban yang sama juga dengan Tiara sebelumnya. Ya, satu minggu sebelum acara kelulusan sekolah Chia memberikan ide kepada mereka untuk merayakan kelulusan mereka di Purnama Club. Chia juga yang memberikan saran kepada Aria untuk meminta hadiah khusus kepada ayahnya mengenai kebebasan waktu setengah malam nya.
“ Saat itu tiba-tiba lampu mati, saya dan Tiara langsung di tarik keluar club oleh beberapa petugas keamanan Purnama Club. Kami sempat mencari Aria dan Chia. Namun Aria mengirimkan pesan kepada Tiara bahwa dia dijemput ajudan pribadinya, Bimo” info dari Alben selanjutnya
“ Bagaimana dengan saudari Chia?” Tanya Reza kembali.
“ Chia juga mengirimkan pesan kepada kami bahwa dia akan pulang sendiri bareng kakak sepupunya, Rio” Alben.
“ Darimana saudara Alben tahu bahwa saudari Chia dan saudara Rio adalah sepupu?” Tanya Reza penasaran.
“ Chia pernah cerita ke saya tentang itu, dan saya melihatnya sendiri Rio sering menjemput Chia sepulang sekolah” Alben.
“ Apa alasan para petugas keamanan tersebut menarik kalian keluar dari Purnama Club?.” Reza
“ Info mereka saat itu ada kesalahan tekhnis, semua pengunjung di minta keluar dari sana.” Alben.
“ Apakah saudara Alben melihat sendiri, semua pengungung memang keluar atau hanya beberapa saja?” Reza.
“ Saya tidak terlalu memperhatikan, tetapi memang banyak pengunjung yang di tarik keluar club.” Alben.
“ Apakah saudara Alben bertemu dengan Rio di dalam Purnama Club?.” Reza.
“ Tidak kapten, sampai saya di minta keluar dari Purnama Club saya tidak melihat keberadaan Rio disana” Alben.
“ Apakah saudara Alben tahu, siapa pemilik Purnama Club?.” Resa.
“ Tidak tahu kapten.” Alben.
Sebenarnya, Alben memang menyukai Chia. Dan dia selalu berusaha menemani Chia di sekolah. Saat Alben sering melihat Rio menjemput Chia pulang sekolah dia langsung bertanya kepada Chia siapa pria tersebut karna cemburu. Chia menjelaskan kepada Alben bahwa Rio adalah kakak sepupunya.
“ Apakah saudara masih menyimpan semua isi pesan dari saudari Aria dan saudari Chia ?” Reza.
“ Masih kapten.” Alben.
“ Baiklah, kami akan menjadikannya sebagai salah satu alat bukti untuk perkara ini.” Reza.
Jelas yang mengirimkan pesan kepada Tiara malam itu bukanlah Aria, karna saat itu tas dan hp miliknya sudah berpindah tangan ke anak buah nya Rio.
__ADS_1
Kapten Reza sudah mendapatkan kesaksian dari salah satu karyawan Purnama Club. Saat itu dia melihat Chia menyerahkan tas milik Aria ke salah satu anak buahnya Rio.
“ Apakah saudara Alben pernah bertemu dan berkomunikasi lagi dengan saudari Chia setelah malam itu?” Tanya kapten Reza kembali
“ Tidak pernah kapten, karna nomer hp nya Chia dan juga Aria selalu tidak aktif setelah malam itu, ketika kami mencoba menghubungi mereka kembali beberapa kali.” Alben.
Reza memandang foto Chia pada salah satu berkas di atas meja nya. Jika memang benar Chia adalah sepupunya Rio, sudah dapat titik terang kenapa mereka bekerja sama menjebak Aria malam itu. Alasan utama kenapa nya, sudah pasti harus mendengar langsung dari jawaban Chia dan juga Rio. Saat ini mereka masih menjadi DPO dan belum di ketahui keberadaannya dimana.
4 jam sudah berlalu, Tiara dan Alben akhirnya keluar dari ruang penyidik sebagai saksi.
“ Duh, capek juga ya ternyata jadi saksi” gerutu Alben
“ Capek dan menegangkan...untung yang tanya-tanya polteng itu hahaha sebenarnya mau di introgasi sampai besok pun gue mau” Tiara
“ Hufff, emamg nya lo udah move on dari Bimo ?” Alben
“ Hmmm belum sih, gue sedih banget pas tahu Bimo menghilang sampai saat ini. Alben...hiks” Tiara
“ Hadehhh, lo mah emang kegatelan sendiri. Gak bisa liat cowok ganteng sedikit main naksir aja. Untung lo gak naksir sama gue” Alben.
“ Waduh, Alben....ganteng banget” Tiara tiba-tiba menunduk malu sambil tersenyum-senyum sendiri
“ Dih, lo beneran naksir juga sama gue?.” Alben malah jijik melihat aksi temannya itu
“ Helllow, bukan lo kali yang gue maksud...itu loh.” Tunjuk Aria ke arah belakang nya Alben. Perlahan Alben membalikan badannya dan di lihatnya dengan jelas Kapten Reza yang ternyata sedang berjalan menghampiri mereka.
“ Ben...dia kesini Ben, duh jadi salting deh gue.” Tiara.
“ Biasa aja kellleus” Alben menepuk jidad nya Tiara.
Kapten Reza menghampiri Tiara yang sedang asik meminum jus alpukat nya bersama dengan Alben.
“ Saudari Tiara, boleh saya minta tolong sesuatu” pinta kapten Reza
“ Ya kapten, tentu saja...apakah itu?”
Tanya Tiara sambil tersenyum malu
Apapun yang kamu minta kapten tampan, aku mau...hihihi. Tiara
“ Tolong temani saudari Aria.” Reza.
“ Temani Aria? Sudah boleh kah...baik kapten. Saya dan Alben akan kerumah Aria sekarang juga.” Tiara.
__ADS_1
“ Jangan dengan saudara Alben, kau saja sendiri” pinta kapten Reza mengejutkan Tiara.
“ Kok gitu, memang nya kenapa ?” Reza.
Tiara bertanya sambil melirik Alben. Alben hanga mengangkat bahu nya sekali.
“ Apakah saudari Tiara keberatan menemani Aria?” Tanya kapten Reza
“ Aria...tentu saja saya mau menemani dia, saya sudah sangat merindukan Aria. Tapi kan kapten dan pak Ananta selalu melarang kami menjumpainya selama ini” Tiara.
“ Ya, kali ini saya minta tolong temani yang bersangkutan..karna beberapa hari kedepan saya akan sangat jarang menjumpainya...terima kasih ya ” kapten Reza memberikan hormat nya kepada Tiara dan Alben.
“ Sama-sama...Kapten.” Tiara.
Kapten Reza berjalan meninggalkan Tiara dan Alben.
“ Perhatian banget kayanya kapten itu dengan Aria” Alben
“ Ganteng dan sempurnah...” Tiara masih menatap punggung nya Kapten Reza
“ Heiii otak mesum, kena pasal cewek ganjen lo lama-lama ngeliatin kapten Reza kaya gitu mulu” Alben
“ Apa, otak mesum?? Ih gila lo ya, emang ada pasal cewek ganjen...kok gue baru tahu” Tiara.
“ Bodo amat” Alben berdiri dan berjalan meninggalkan Tiara
“ Alben...tunggu. Masa kagum sama polisi aja kena pasal sih.” Tiara.
“ Iya...pasal itu khusus buat lo.” Alben.
“ Alben !!!” Tiara berlari menyusul Alben
**
“ Lapor komandan, jadwal visum untuk saudari Aria sudah keluar. Dan ini adalah data 3 orang dokter specialis yang siap menjadi saksi ahli “ laporan Sersan Dika
“ Baiklah...hari ini kita ke kota A dulu. Saya dapat info mengenai tanda-tanda keberadaan Bimo disana. Semoga saja benar Bimo masih hidup, kesaksiannya sangat di perlukan dalam kasus ini”
“ Siap komandan”
***
Kapten Reza menghampiri seseorang yang masih terlelap dalam koma nya di dalam kamar ICU RS kota A
__ADS_1
“ Bimo...” panggil nya pelan sambil memegang tangan Bimo
“ Yang kuat ya” ucapnya lagi