Janji Atau Cinta Sejati

Janji Atau Cinta Sejati
Keputusan Aria


__ADS_3

Malam semakin larut, semua para tamu undangan pun sudah pulang.


“ Sekali lagi...selamat ulang tahun sayang.” Ucap Reza, dia mencium kening calon isterinya itu kemudian membelai lembut rambutnya.


“ Terima kasih, oh iya ada yang ingin aku sampaikan. Aku mau bicara dengan mu dan ayah.” Ucap Aria.


“ Bicara tentang apa?.” Perasaan Reza mulai terasa tidak enak.


“ Disana saja yuk.” Ajak Aria, tangannya langsung menggandeng lengan Reza. Dan Reza pun mengikuti langkah Aria menuju gazebo yang sudah di dudukin oleh ayahnya.


Ananta sudah tahu apa yang akan di bahas puteri tunggalnya itu. Ini adalah malam ulang tahunnya yang ke 19tahun. Dan Aria memiliki permintaan khusus sebagai hadiah ulang tahunnya.


“ Duduk lah.” Pinta Ananta.


Reza dan Aria pun langsung duduk tepat di hadapan Ananta.


“ Ayah...Reza, kalian adalah dua pria special yang sangat aku cintai. Aku kagum dengan komitmen kalian yang bisa memperjuangkan janji kalian masing-masing sampai sekarang. Aku yakin itu tidak lah mudah.” Ucap Aria memulai pembicaraan, kini matanya sedang melirik ke arah Reza.


“ Dan aku, hanyalah seorang anak yang dari lahir tidak memiliki pilihan untuk kecuali harus menurut dengan semua yang di inginkan ayah.” Aria kini menatap ayahnya.


“ Tapi aku tidak akan pernah marah apalagi kecewa dengan ayah, aku menjalani semua dengan ikhlas dan rasa bahagia. Menjadi puteri mu adalah kebanggaan ku.” Lanjut Aria, kedua mata Ananta mulai nanar mendengar ucapan puterinya tersebut.


“ Dan sesuai dengan janji kalian, akan mengabulkan masing-masing satu permohonan dari ku saat ini. Apakah aku boleh meminta nya sekarang?.” Tanya Aria ke Reza dan ayahnya.


“ Katakan lah, ayah akan mengabulkannya.” Jawab Ananta. Namun Reza masih terdiam membisu.

__ADS_1


“ Reza...bagaimana dengan mu?.” Tanya Aria lagi membuyarkan lamunan Reza.


“ Ya, aku juga akan mengabulkan.” Jawab Reza dengan berat hati.


“ Baik, pertama...ayah, aku ingin mengejar cita-cita ku. Kuliah di Oxford adalah impianku dari kecil. Aku harap ayah dapat mengabulkan harapanku ini.” Ucap Aria, menatap penuh harap ke ayahnya.


Ananta menarik nafasnya dalam-dalam. Berat baginya melepas Aria kuliah di Inggris. Namun dia sudah terlanjur janji untuk mengabulkan satu permohonan puterinya itu. Ananta sudah menerka sebelumnya, namun tetap saja hatinya terasa sesak ketika mendengar langsung keinginan Aria.


“ Baik lah, ayah percaya padamu. Ayah akan sering-sering menjenguk mu disana.” Ucap Ananta membuat Aria merasakan kepuasan dan kebebasan yang selama ini di impikannya.


Aria bangun dari kursinya, lalu memeluk Ananta dengan sangat erat penuh bahagia.


“ Terima kasih ayah, aku janji bisa jaga diri dengan baik. Aku akan lebih sering menghubungi ayah ketika disana nanti.” Ucap Aria dengan riangnya.


Reza ikut tersenyum, walaupun hatinya gelisah. Jika Aria kuliah disana, mereka akan jadi jarang berjumpa. Terpisah oleh jarak dan waktu yang berbeda.


“ Dan satu permintaan lagi kepadamu.” Ucap Aria dengan berat, jantung nya mulai berdebar sebelum mengucapkannya.


“ Aku ingin kita batalkan pertunangan kita.” Ucap Aria sangat mengejutkan Reza dan Ananta.


“ Kenapa?, ayah tidak setuju!.” Protes Ananta keras, matanya melotot penuh kemarahan.


Begitu pun dengan Reza. Hatinya terasa terbakar seketika mendengar ucapan Aria tadi.


“ Mohon maaf sebelumnya. Mungkin kalian akan kecewa, tapi aku sudah mempertimbangkan dengan matang.“ Ucap Aria lagi.

__ADS_1


“ Apakah karena Khiana?, aku sudah sampaikan kepadamu berkali-kali. Aku dan Khiana tidak ada perasaan apapun. Kami hanya bersahabat. Jika kamu tidak suka aku dekat dengannya aku akan menjauh sejauh mungkin darinya.” Ucap Reza.


“ Hahaha, tidak Reza. Aku tidak peduli dengan perasaan kalian. Aku hanya ingin merasakan kebebasan dalam menentukan hatiku. Karena selama ini ayah melarangku untuk jatuh cinta pada pria manapun.” Aria.


“ Iya, kamu sudah tahu alasannya apa? Kenapa jadi seperti ini. Ayah rasa kalian sudah saling mengenal dan mencintai. Siapa itu Khiana?, kata Reza kan tidak ada perasaan apapun ke wanita itu!” Ananta masih tidak bisa menerima.


“ Ayah...mohon maaf, aku meminta permohonan ini ke Reza. Aku mohon, ayah pasti ingin yang terbaik untuk kami kan?, biarkan kami menentukan perasaan kami masing-masing. Aku tidak ingin baik aku ataupun Reza nanti menikah karena terpaksa.” Ucap Aria.


“ Aku tidak setuju.” Ucap Reza.


“ Kamu sudah janji padaku akan mengabulkan satu saja permohonanku kan?.” Aria mencoba mengingati.


“ Iya...tapi aku juga sudah berjanji akan menikahimu!.” Ucap Reza mulai terpancing emosi nya.


“ Ini adalah dua janji yang harus kamu tepati. Namun yang pertama kita anggap gugur karena janjimu yang kedua ini. Reza, aku tidak mau menikah hanya karena janji mu sendiri di masa lalu.” Ucap Aria lagi.


“ Aku mohon dengan sangat, izinkan aku meraih kebebasan dalam menentukan perasaanku. Agar nantinya tidak akan ada lagi penyesalan di antara kita.” Lanjut Aria.


Reza dan Ananta saling bertatapan.


“ Baik Aria, aku kabulkan permohonanmu. Kita batalkan pertunangan kita. Dan aku berikan kebebasan untukmu mencintai pria lain.” Ucap Reza membuat Ananta kecewa sekali.


“ Kamu mau melepaskan Aria?, apa karena wanita tersebut?!.” Tanya Ananta kesal.


“ Mungkin saja, Aria benar paman. Menikahi Aria adalah janji masa lalu diriku sendiri. Aku sudah memegang janji sampai saat ini. Tapi jika Aria tidak menginginkannya, aku juga tidak akan memaksa.” Jawab Reza.

__ADS_1


Sebenarnya ini yang diharapkan Aria, tapi hatinya ternyata jadi terasa sakit.


“ Oke, sepakat ya. Ayah dan Reza, aku sunggu sayang dengan kalian.” Ucap Aria riang untuk menahan air mata yang akan jatuh di kedua pipinya.


__ADS_2