Janji Atau Cinta Sejati

Janji Atau Cinta Sejati
Kegundahan Khiana


__ADS_3

Khiana duduk di kursi santai yang berada dekat kolam ikan yayasan. Sambil memberikan makan ikan-ikan tersebut, sesekali matanya melirik ke layar ponsel nya. Biasanya Reza akan mengabarinya sudah sampai rumah jika habis berkunjung ke yayasan ini. 3 jam sudah berlalu sejak kepulangan Reza dan Aria dari yayasan.


Sudah pasti Reza masih bersama dengan Aria dan sudah pasti Reza akan berbeda ketika sudah bersama Aria juga. Kenapa aku masih belum bisa menerima semuanya, perubahan sikap dan perhatian Reza sejak pertama kali dia berjumpa lagi dengan Aria. Khiana


Ping


Sebuah pesan masuk, Khiana segera membukanya dan berharap itu pesan dari Reza.


“ Hai Khiana, ini Aria. Maaf aku mencuri nomer mu dari hp nya Reza. Aku ingin berjumpa lagi dengan mu. Bisa kah ?.” Tanya Aria pada pesan tersebut.


Mencuri nomerku dari hp nya Reza, berarti Reza mempersilahkan Aria untuk memegang dan mengetahui password ponselnya. Khiana


“ Hai Aria, baru saja 3 jam lalu kita berjumpa. Sudah ingin berjumpa lagi hehe,boleh mau hari apa?.” Khiana.


Aria tidak membalas pesan tersebut, dia langsung menghubungi Khiana dengan panggilan telepon nya.


“ Halo...” Sapa Khiana.


“ Halo Khiana, maaf aku langsung menghubungimu.” Aria.


“ Ah, tidak apa Aria. Aku juga sedang tidak ngapa-ngapain kok. Btw, sudah sampai rumah atau sedang di mana nih?.” Khiana.


“ Pulang dari yayasan Reza langsung mengantarku pulang. Tadi aku ngantuk banget jadi minta dia juga segera pulang untuk istirahat juga.” Aria.


“ Oh mungkin dia mampir kemana gitu tidak langsung pulang ya?.” Khiana.

__ADS_1


“ Dia langsung pulang, 30 menit yang lalu baru aja kita selesai video call an. Tenang aja Khiana.” Beritahu Aria menggetarkan perasaan Khiana.


“ Hahaha syukurlah, karena biasanya dia kasih kabar jika sudah sampai rumah kalau habis dari yayasan.” Beritahu Khiana kini menggetarkan perasaan Aria.


Sejenak mereka saling terdiam, hanyut dalam ungkapan kegalauan di dalam hati masing-masing.


“ Oh iya Khiana, sebenarnya aku ingin bertemu lagi dengan mu. Tapi sepertinya aku tanyakan langsung sekarang aja ya.” Aria.


“ Hmm, boleh Aria. Ada yang bisa aku bantu?.” Tanya Khiana penasaran.


“ Apakah kamu pernah dekat dengan pria lain dan Reza mengetahuinya?.” Aria.


“ Maksudmu ?.” Khiana.


“ Reza pernah melihatmu jalan dekat atau jalan dengan pria lain gak?.” Aria.


“ Oh...hehe gak apa, aku cuma kepo aja. Wanita secantik kamu masa gak ada cowok yang deketin.” Aria.


“ Aku terlalu sibuk dengan anak-anakku Aria. Sampai lupa mencari pasangan hehehe.” Khiana.


Kamu bukannya lupa Khiana, tapi kamu merasa sudah mendapatkan pasangan saat itu. Aria


“ Besok malam aku ingin mengundang mu makan malam di restoran X. Kamu bisa kan?. Reza juga ikutan kok.” Aria.


“ Wah, dalam rangka apa nih?.” Khiana.

__ADS_1


“ Gak dalam rangka apa-apa. Hehehe cuma kayanya seru kalau aku juga bisa berteman baik denganmu. Bukan hanya Reza.” Aria.


“ Oh gitu ya, makan malam ya...” Khiana.


“ Bagaimana?.” Aria.


“ Iya boleh Aria.” Khiana.


“ Asikkk, besok kami akan menjemput ya. sampai berjumpa besok Khiana. Bye...” Aria.


Panggilan itu sudah berakhir, Dalam rangka apa Aria mengajak nya makan malam bersama dengan Reza. Namun dalam hati terdalam Khiana justru merasa senang sekali. Setidaknya dia dapat berjumpa lagi dengan Reza. Walau ada Aria di antara mereka.


Mengingat pertanyaan Aria tentang pasangan, Khiana kembali mengingat perjalanan kisah cerita cinta nya saat di akpol lalu. Saat dia menjadi primadona dengan sebutan taruni tercantik, begitu banyak yang mengagumi bakat dan juga kecantikannya. Begitupun dengan Reza, yang tertangkap oleh Khiana diam-diam sering memperhatikan dan memberikan perhatian lebih kepadanya. Bahkan ketika Rio yang saat itu berusaha mendekati Khiana, Reza dengan sigap nya menjauhi Khiana dari jangkauan Rio.


Aku lupa...Reza pernah melihatku jalan dengan pria lain, pria itu hanya Rio. Bukan hanya jalan, bahkan Rio sudah merebut kesucianku dan menghancurkan impianku untuk menjadi perwira polisi. Khiana


Khiana bangun dari duduk kemudian berjalan memasuki kamar tidur nya. Dia mengambil sebuah buku berisikan kumpulan-kumpulan puisi yang di karang oleh nya sendiri.


Cinta...apakah itu cinta


Di inginkan walaupun menyakitkan


Pada Rasa yang semakin merasa


Walau berusaha untuk mengikhlaskan

__ADS_1


Khiana


__ADS_2