
Tiara berlari kecil menaiki tangga rumahnya Aria. Dia sudah sangat hapal dimana letak kamar sahabatnya baik nya itu.
“ Aria....” Panggil Tiara sambil membuka pintu kamar Aria yang tidak terkunci
“ Kebiasaan deh, ketuk dulu kek.” Gerutu Aria namun tetap memeluk sahabat baiknya itu dengan erat
“ Gue udah liat...duh Aria, konsep nya romantis banget sih.” Ucap Tiara melepas pelukan Aria dan membuka pintu balkon kamarnya Aria
Di bawah sana sudah di tata dengan rapi kursi makan dengan hiasan bunga yang warna-warni. Aria memang sempat minta kepada ayahnya untuk merayakan pesta ulang tahunnya yang ke 19 nanti disana. Ternyata ayahnya lebih cepat mengabulkan keinginannya sebelum dia berulang tahun.
“ Ayah berlebihan sekali kan, sebenarnya kita bisa makan malam di ruang makan aja. Liat itu semua...udah kaya mau lamaran aja.” Aria malah tidak semangat melihat pemandangan itu
“ Aria...ini kan momen yang selama ini lo nanti-nanti...berapa lama coba lo berharap bisa ketemu sama pangeran lo itu?.” Tiara mencubit lengan Aria
“ Sakit tahu...kenapa sih jadi lo yang heboh banget.” Aria masih terlihat kesal
“ Seandainya ada Bimo disini...huhuhu, kangen banget. Dia belum pulih banget yaa.” Tiara menempelkan kepalanya ke pundak Aria
“ Eh, gimana dengan kapten Reza? Btw...dia tahu ada pertemuan ini antara lo dan pangeran lo itu?.” Pertanyaan Tiara kali ini menyesakan dada Aria
“ Kapten Reza datang gak.?” Bisik Tiara di telingan Aria yang terasa sangat memanas
“ I Hope...semoga dia bisa datang ke rumah ini lagi.” Ucap Aria sedih. Tiara langsung memeluk Aria merasa prihatin, dia sangat mengerti perasaan sahabat baiknya itu
“ Jatuh cinta itu memang unik say, kadang terasa sangat indah...kadang juga terasa sangat menyakitkan.” Tiara
“ Btw, mana Alben?.” Tanya Aria mencoba menghilangkan kegundahan di hati nya terhadap kapten Reza
“ Masih di jalan, sebentar lagi juga sampai.” Jawab Tiara
Aria masuk kedalam kamar sambil mengikat rambut panjang nya ke atas.
“ Halo...” Sapa Tiara di depan balkon ke hp yang baru saja di angkatnya
__ADS_1
“ Apa...Alben...yang benar?... Alben....huhuhu.” Tiara menangis tidak jelas langsung berlari memeluk Aria
“ Eh kenapa, ada apa dengan Alben.?” Aria mulai khawatir
“ Alben kecelakaan. Sekarang udah di bawa ke RS B, hiks.” Beritahu Tiara sambil terisak
“ Astaga...Alben...” Aria terduduk lemas
Dia kecelakaan karna ingin merayakan pesta kecil nya dengan aku dan Tiara. Ini tidak akan terjadi jika saja aku yang datang ke rumah nya nanti malam...bukan dia yang terpaksa datang ke rumah ku siang ini. Aria
“ Kita kesana...yuk.” Aria mengambil tas selempang kecil favorite nya. Memasukan dompet dan hp nya kedalam sana dengan cepat
“ Lo boleh pergi.?” Tanya Tiara ragu
“ Ya harus lah, ayah pasti ngijinin kok...ayo cepet Tiara.” Aria menarik tangan sahabat baiknya itu.
Mereka menuruni tangga. Sesampainya di lobby utama rumah Aria, terlihat beberapa penjaga menghampiri mereka. Termasuk mbok Tuti yang langsung mendekati majikan cantiknya itu.
“ Nona Aria mau kemana.?” Tanya mbok Tuti penasaran
“ Jangan non, bilang tuan besar dulu boleh tidak.?” Cegah mbok Tuti
“ Ya, maaf nona muda. Kapten Reza tidak mengijinkan nona muda pergi kemanapun tanpa sepengetahuan beliau.” Ucap pak salah satu penjaga keamanan di rumahnya
“ Apa hubungannya dengan kapten itu.? Bukan urusan dia. Memang nya siapa dia...” protes Aria kesal.
“ Tiara kita naik mobil kamu aja ya.” Lanjut Aria dan Tiara hanya mengangguk
“ Tidak boleh nona...” cegah mbok Tuti lagi
“ Kalian ikut aja kalau mau, tidak lama kok...aku hanya mau meyakinkan kondisi Alben baik-baik saja.” Ucap Aria kesal sambil menarik tangan Tiara.
“ Maaf nona, kita harus menghubungi tuan besar dan kapten Reza dulu sebelum mengijinkan nona muda pergi.” Ucap Yoga kembali membuat kesal Aria.
__ADS_1
“ Alben kecelakaan gara-gara aku, maka aku harus memastikan kondisi nya baik-baik aja. Ini penting buat aku...minggir semuanya.” Teriak Aria.
“ Baik, kalau begitu biar saya antar.” Pinta Yoga
“ Ya, boleh...” Aria
Yoga memberikan kode ke beberapa staff keamanan yang lainnya. Tidak lama kemudian sebuah mobil mendekati mereka. Yoga kemudian membukakan pintu mempersilahkan Aria dan Tiara masuk kedalam sana.
“ Jangan lama-lama ya nona.” Pinta Yoga ketika mereka sudah dalam perjalanan menuju RS B
“ Iya, aku hanya ingin melihat langsung kondisi Alben.” Aria
Mereka pun terdiam sepanjang perjalanan. Aria dengan penyesalan nya karna merasa gara-gara dia Alben kecelakaan.
Tiara mencoba menghubungi Alben, namun nomer nya tidak aktif. Mereka jadi semakin khawatir.
Di kursi depan Yoga masih berkomunikasi dengan Ananta dan kapten Reza. Sementara Riky salah satu staf ke amanan Berlian Group yang bertugas di rumah Aria fokus dengan kemudinya. Beberapa kali berusaha memperhatikan kondisi jalan sambil melirik ke arah spion kanan dan kiri bagian mobil.
“ Sepertinya ada yang mengikuti kita.” Ucap Riky kepada Yoga. 4 buah sepeda motor bergerak acak di belakang mobil mereka. Di belakang nya juga terlihat sebuah mobil bergerak cepat seakan ingin mengejar mereka. Yoga melirik dua orang gadis yang masih sibuk dengan lamunannya masing-masing. Kemudian memberikan informasi kepada kapten Reza.
Riky menambah kecepatan kemudi nya. Namun dari arah berlawanan tiba-tiba muncul sebuah truk besar. Dengan segera dia banting setir ke arah badan jalan dan mengerem. Aria dan Tiara terguncang dalam duduknya dan berteriak ketakutan.
“ Ada apa lagi ini ?.” Aria khawatir, tiba-tiba teringat kejadian saat dirinya diculik oleh Rio. Dan kapten Reza datang menyelamatkannya.
Belum ada jawaban yang di dengarnya 4 buah motor sudah terpakir di depan dan samping kanan mobilnya. Tidak hanya itu, sebuah mobil juga ikut berhenti tepat di belakang mobilnya Aria.
Aria dan Tiara saling bertatapan.
“ Tetap tenang, pasang sabuk pengaman kencang dan berpegangan kuat ya” Ucap Yoga kemudian Riky menghidupkan kembali mesin mobilnya. Dia mengemudikan mobil nya mundur kebelakang hingga membentur mobil yang ada di belakang mereka, kemudian menabrak 2 motor yang ada di samping kanan mereka dan menginjak gas mobil dalam-dalam.
“ Kapten..kapten Reza...” Panggil Aria ketakutan. Tiara pun ikut menangis
“ Kenapa jadi begini. Ya Tuhan...siapa mereka? Aku belum nikah...belum mau mati hiks.” Tiara
__ADS_1
Aria dan Tiara saling berpegangan tangan.
Seketika terdengar letusan senjata api berulang kali, kemudian mereka merasakan mobil oleng kekanan dan kekiri. Sampai akhirnya menabrak pembatas jalan dan terguling ke tengah jalan raya. Hingga semua terasa menjadi sangat gelap dan menyakitkan.