Janji Atau Cinta Sejati

Janji Atau Cinta Sejati
Lanjutan Kepo


__ADS_3

Aria sudah menceritakan semua kepada Tiara, dan kedua sahabat itu kini sedang asik dengan HP nya masing-masing.


“ Ketemu...apakah ini orang nya.?” Teriakan Tiara hampir membuat Aria menjatuhkan HP nya.


“ Bisa gak sih gak usah teriak-teriak, kagetan mulu deh gue kalau sama lo.” Gerutu Aria tapi jadi penasaran dengan hasil temuan Tiara.


Jantung Aria kembali berdegup kencang saat di lihat nya salah satu profile di media social. Dia mengambil hp kilik Tiara dan mengklik nya halaman profile di media social tersebut yang kebetulan dapat di lihat oleh orang umum selain teman media sosialnya.


“ Khiana...” Ucap Aria pelan.


Di lihatnya foto-foto wanita yang dikenal nya itu dengan teliti. Sampai pada sebuah halaman yang menampilkan aktifitas Khiana bersama dengan sebuah yayasan.


“ Cinta kasih Khiana.” Ucap Aria lagi menyebutkan nama yayasan tersebut.


Apakah ini yayasan yang di maksud Rio saat itu. Yayasan yang selalu menerima gaji full dari seorang kapten Reza setiap bulannya.


Aria ingin sekali membuka lebih lanjut mengenai halaman tersebut. Namun ada rasa takut yang tiba-tiba menghampirinya. Dia takut mengetahui lebih dalam lagi sesuatu yang dapat membuatnya terluka.


“ Coba lihat...” Ucap Tiara sambil mengambil hp miliknya sendiri dari tangan Aria.


Tiara juga ikut kepo mengenai aktifitas di yayasany tersebut. Sampai pada sebuah foto yang membuatnya sangat tertarik.


“ Aria...bukannya ini kapten kesayangan mu...eh benar, ini kapten Reza.” Beritahu Tiara membuat lemas tenaga Aria seketika.


Aria mengambil hp itu dan melihat foto yang di maksud Tiara.


Terlihat Reza sedang tertawa di tengah-tengah anak-anak asuh tersebut.

__ADS_1


Aria berlanjut ke foto berikutnya, ada juga foto Reza saat menulis di papan tulis. Dan berlanjut lagi di foto-foto berikutnya hingga pada sebuah foto yang membuat jantung kembali berdebar.


Foto Reza berdampingan dengan Khiana, dan di kelilingi oleh anak-anak asuh yayasan tersebut.


“ Mereka cuma sahabatan kan.” Ucap Tiara.


“ Katanya...” Jawab Aria singkat dan langsung memberikan hp tersebut kepada Tiara.


Aria merebahkan tubuhnya kembali di atas kasur. Ingin sekali percaya kalau mereka benar-benar sahabatan. Tetapi ucapan Rio saat itu jadi terngiang-ngiang lagi di telinga nya.


“ Kita cari tahu ke sana aja yuk.” Ajak Tiara.


“ Maksudnya...” Aria.


“ Ya, kita datengin yayasan tersebut. Siapa tau kita bakal dapat banyak informasi dari beberapa sumber disana.” Ide Tiara.


Aria bangun dan mengambil kembali hp milik Tiara.


“ Minggu depan dong ya...” Tiara


“ Iya, kata Rio. Di hari itu Reza selalu datang ke yayasan milik Khiana, dan memberikan semua gajinya kepada yayasan itu.” Aria.


“ Ya, secara dia udah kaya raya dari orok.” Ucap Tiara kemudian berjalan menuju balkon.


Dia melihat ke pemandangan bawah. Berharap ada sosok pria tampan yang di cintainya ada disana.


Dan benar saja, tapi Bimo malah terlihat sedang asik mengobrol dengan salah satu pelayan wanita.

__ADS_1


“ Aria...” Panggil Tiara, dan Bimo ikut menengok ke atas balkon.


Sang pelayan wanita terlihat pamit dan berjalan meninggalkan Bimo yang masih bingung dengan sikap Tiara.


“ Kenapa sih.? “ tanya Aria menghampiri Tiara.


“ Huhuhu, Bimo...tadi Bimo lagi berduaan sama pelayan wanita lo...siapa nama nya.?” Beritahu Tiara sambil memeluk Aria.


“ Pelayan yang mana.?” Aria melihat kebawah cuma ada Bimo yang masih berdiri waswas memperhatikan mereka.


“ Orang nya langsung pergi pas ngeliar gue tadia. Mereka dengar juga ternyata...padahal gue cuma manggil nama lo aja. Huhuhu.” Tiara masih menangis.


“ Ya gimana gak dengar. Lo manggil gue teriak kaya gitu.” Aria melepas pelukan Tiara. Dan mengambil hp nya di atas kasur.


Kemudian kembali mendekati Tiara lalu menghubuni nomer Bimo.


Bimo yang masih bingung mengangkat telpon dari majikan cantiknya itu.


“ Ya nona, ada yang bisa saya bantu.?” Tanya Bimo penasaran.


“ Kamu tadi bicara sama siapa.?” Tanya Aria sengaja me loudspeaker supaya Tiara juga ikut mendengar.


“ Barusan saya bicara dengan Maya, memang nya kenapa nona.?” Tanya Bimo sambil tetap menatap ke arah Aria dan Tiara.


“ Bicara tentang apa.?” Tanya Tiara kepo.


“ Kopi nona, tadi kebetulan dia habis membersihkan halaman depan. Sekalian saya minta tolong di buatkan kopi.” Beritahu Bimo. Dan tidak lama maya terlihat kembali mendekati Bimo dengan se cangkir kopi susu kemudian meletakkan kopi tersebut di atas meja.

__ADS_1


Selesai meletakkan kopi maya kembali pamit dan berjalan masuk kedalam rumah lagi.


“ Baiklah, selamat menikmati kopi nya ya Bimo...maaf kita terlalu kepo.” Ucap Aria mengakhiri telpon tersebut. Kemudian menepuk pundak Tiara beberapa kali.


__ADS_2