
Khiana merasakan dada nya semakin terasa sesak. Dia pun langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang.
“ Ayah...kok lama sekali?. Ada Aria disini. Cepat!.” Ucap Khiana kembali membuat dentuman jantung Aria terasa kencang sekali.
“ Aku disini kok.” Ucap Ryan yang ternyata sudah berdiri di depan pintu kamar.
Aria menatap Ryan dan Khiana secara bergantian. Hampir saja jantung nya berhenti seketika melihat kehadiran Ryan di depan pintu.
“ Haiii Aria, apa kabar?.” Sapa Ryan sambil mengulurkan tangannya.
“ Hai Ryan...kabar baik.” Sambut Aria dengan pelan. Aria mencoba terpaksa memberikan senyumannya walau jadi membuat bibir nya jadi bergetar.
Ryan melirik ke arah David yang masih merangkul pinggang Aria. David pun langsung melepas tangannya dari Aria dan mengulurkan tangannya ke Ryan dengan senyuman ramahnya.
” Saya David, calon suaminya Aria.” Ucap David memperkenalkan diri.
Ryan menyambut uluran tangannya David dengan erat dan mereka saling tersenyum singkat.
“ Saya Ryan...sepupu nya Reza.” Ucap Ryan. Kemudian melepas genggaman tangan tersebut.
__ADS_1
^^^Kenapa selalu ada nama kapten itu di antara mereka dan Aria. David^^^
“ Aria...aku mau bicara dengan mu. Boleh?.” Khiana menatap Aria dan David secara bergantian.
“ Oh ya...silahkan...kami akan kembali setelah ini.” David melepas tangannya lagi dari Aria.
“ Yuk...” Ajak Khiana ke Aria, mereka pun keluar dari kamar luas Tiara dan Bimo yang kini terasa jadi sesak oleh kehadiran mereka.
Aria masih sibuk dengan banyak pertanyaan yang sudah menyesakan hatinya dari tadi. Masih tidak percaya kenapa Khiana menikah dengan Ryan.
^^^Aku pergi untuk memberikan kesempatan Khiana dan Reza bersama. Kenapa yang menikah dengan Khiana malah Ryan...lalu bagaimana dengan Reza?. Aria^^^
Aria dan Khiana sudah sampai di rooftop lantai dua yang tidak begitu jauh dari kamar Tiara dan Bimo. Di sana ada berbagai macam tanamanan hias dan bunga yang sangat menyejukkan mata di hari yang masih terasa panas. Khiana memilih duduk kursi santai yang berhadapan langsung dengan kolam kecil berisi ikan-ikan hias dan air mancur mini. Suara gemiricik air yang jatuh dari pancuran tersebut seperti dendangan yang mampu memberikan sedikit ketenangan di hati mereka yang sedang gelisah.
“ Aria...selama lima tahun ini aku selalu memikirkan bagaimana caranya mengungkapkan kepadamu. Udah berkali-kali aku minta tolong ke Tiara juga Reza untuk memberikan ku kesempatan bicara padamu. Tapi mereka tidak pernah merespon. Mungkin kalau Reza memang hubungan komunikasi kalian langsung berhenti saat kamu pergi. Tapi Tiara, dia sangat patuh atas permintaanmu, atas dasar kesetiaan denganmu Tiara tidak pernah mau memberikan nomer ponsel mu. Tidak mau menjawab pertanyaan tentang mu juga tidak mau ikut campur di hubungan kamu dan Reza.” Ucap Khiana memulai pembiacaraan.
Aria menarik nafasnya lagi dalam-dalam.
“ Ya, soal itu memang aku yang memintanya. Meminta Semua orang yang aku kenal, untuk tidak lagi membahas hubungan masa laluku. Bahkan menyebut nama Reza saja aku tidak mau dengar.”
__ADS_1
“ Aku mau minta maaf dan berterima kasih kepadamu.” Ucap Khiana lagi.
“ Dalam hal?.” Tanya Aria penasaran.
“ Minta maaf karena pernah memasuki kehidupan asmara kamu dan Reza. Jika saat itu aku tidak penasaran dengan perasaan Reza kepadaku mungkin aku akan lebih memilih mundur sejauh-jauhnya dari kehidupan kalian. Dan mungkin saja kalian sudah menikah serta memiliki banyak keturunan.” Sesal Tiara, dia menatap wajah Aria yang juga sedang menatapnya dengan hati yang hampa.
“ Bukan salahmu, tidak seharusnya minta maaf. Itu sudah keputusanku, karena saat itu aku juga tidak yakin dengan perasaan Reza yang sesungguhnya denganku. Hahaha sudah lah Khiana, itu kan sudah masa lalu. Yang penting saat ini kamu sudah bahagia dengan Ryan kan?. Ternyata usahaku waktu itu mendekati kalian lagi berhasil ya. Hahaha aku senang sekali melihat kamu dan Ryan bersama dan sudah memiliki anak yang sangat tampan. Jadi kita tidak perlu lagi membahas masa lalu. Karena kita sudah sama-sama bahagia sekarang.” Ucap Aria mencoba menghibur hatinya sendiri.
“ Ya untuk itu aku juga ingin berterima kasih kepadamu karena sudah membuka pintu kebahagiaan untukku dan Ryan. Terima kasih karena sudah memberikan kesempatan untukku dan Reza bisa saling mengenal dan merasakan hati kami yang terdalam. Terima kasih Aria...kita memang sudah sama-sama bahagia sekarang. Karena kamu pun sudah memiliki David disampingmu. Tapi Reza...” Ucapan Khiana terputus oleh isakan tangis yang tidak bisa di tahannya lagi.
“ Maaf Aria...aku hanya teringat oleh kesetiaan Reza yang selama ini sudah menantimu dengan kebodohannya.” Lanjut Khiana. Dia berusaha menghentikan tangisnya dengan mengangkat wajahnya keatas dan mengeringkan air matanya dengan tisu yang ada di atas meja.
Hati Aria tidak kalah sedihnya oleh Khiana. Saat ini harusnya dia lah yang paling tersiksa. Merasakan kepedihan yang paling tidak di inginkan manusia manapun dalam hal bercinta.
“ Jika memang Reza mencintaiku, kenapa dia tidak mengejarku ketika kalian sudah saling mengenal dan memahami hati masing-masing?. Kenapa dia tidak pernah sekalipun mencoba menghubungiku untuk menjelaskan semuanya...bahkan sekedar memberitahu pernikahan mu dengan Ryan?....kenapa?.” Tanya Aria masih berusaha tegar dengan keterpurukan di dalam hatinya.
“ Soal itu yang aku tahu dari Tiara, dia hanya menyampaikan pesanmu kepada Reza. Selama kamu kuliah di Inggris, sedikitpun kamu tidak mau di ganggu oleh Reza bukan? Dan kamu tahu, Reza hanya menepati janjinya kepada Tiara saat itu. Sebenarnya yang di lihat Reza bukan lah Tiara nya, tapi keinginanmu itu...kamu tahukan, Reza adalah tipe pria yang selalu berusaha menepati janjinya. Bagaimanapun caranya.” Jawab Khiana membuat dada Aria semakin terasa sesak dengan irama jantung yang beredetak dengan cepat.
“ Apakah dia benar sampai sebodoh itu ? Lagi-lagi karena janji. Kenapa hidupnya selalu di hantui oleh janji-janjinya sendiri...lagian, aku kuliah hanya empat tahun di Inggris, jika memang dia tidak ingin menggangguku selama kuliah. Kenapa tidak datang saat aku lulus disana?...Hahaha dia harus menepati janji yang mana lagi.” Aria masih berusaha membantah kepedihan di hatinya dengan kebenaran yang dia pertahankan di lidah dan otaknya.
__ADS_1
“ Soal itu aku juga tidak paham, kami sering mengingatkan Reza untuk menjemputmu kesana. Namun dia lebih memilih diam ketika kami sedang menbahas hubungan kalian. Tapi yang aku tahu...sampai detik ini, Reza masih mencintaimu.” Ucap Khiana.
^^^Benarkah cinta?...atau hanya ingin menepati janji saja. Tuhan...aku tidak boleh lemah dan merasa bersalah dengan semua ini. Reza hanyalah masa laluku, aku sudah berusaha sekuat tenaga selama ini untuk melupakannya. Dan bukan dengan waktu yang singkat, sampai akhirnya aku menerima David masuk kedalam hatiku. Aku tidak lagi mencintai Reza...tidak boleh. Aria^^^