
David memandang wajah Aria yang terlihat sedih. Dan dia dapat menerka kesedihan Aria itu karena apa.
“ Maafkan aku David, semua kawanku sudah menyinggung mu tadi.” Ucap Aria pelan.
“ Is oke Aria, aku tidak akan memperdulikannya. Tapi bagaimana dengan mu?.” Tanya David.
“ Reza memang masalalu ku. Dulu kami hanya terikat oleh janji saja.” Jawab Aria.
“ Aku tidak akan memperdulikan masalalumu Honey...jika kamu ingin move on dari masa lalumu, aku disini untuk menemani masa depanmu. Tapi...jika kamu ingin kembali kepada masalalu mu. Aku juga disini, akan tetap menemanimu sampai kepadanya...” Ucap David membuat desiran pedih di hatinya Aria.
“ Kamu ada disini karena mencintaiku kan David?.” Tanya Aria.
“ Ya...tentu saja, aku sangat mencintaimu Aria.” Jawab David.
“ Lalu kenapa kamu malah mau mengembalikanku kepada masa laluku?.” Tanya Aria lagi.
“ Aku hanya ingin yang terbaik untukmu honey...jika kamu lebih bahagia dengan masalalu mu, aku tidak akan memaksamu bersama denganku.” Jawab David lagi.
“ David...cukup bagiku jika saat ini kamu ada disini karena mencintaiku. Aku akan bahagia bisa berjalan dengan mu kedepannya.” Ucap Aria. David pun langsung memeluk Aria dengan erat. Kemudian mengecup kening Aria dengan lembut.
“ Thanks Aria...Aku akan selalu mencintaimu, sampai kapanpun.” Bisik David.
Aria meneteskan airmatanya hingga terjatuh ke atas punggung David. Dalam isakan tangis yang hampir saja membuatnya hilang kesadaran.
Sebenarnya dia sudah ingin menangis dari tadi, saat Khiana memberitahu bahwa Reza masih sendiri dan setia menantinya. Namun Aria berusaha menahan air mata itu tidak terjatuh di depan Khiana. Dia berusaha tegar dan kuat. Agar Khiana tidak merasa bersalah lagi karena pernah masuk dalam hubungan Aria dan Reza.
*
*
*
DOR...DOR...DOR...
__ADS_1
Bunyi suara ledakan berkali-kali dari senjata api di lepaskan oleh Reza ke target yang sudah di tentukan.
“ Wow...luar biasa hebat sekali letkol Reza.” Puji seorang jendral polisi kepada Reza yang sedang fokus menembak di lapangan tembak.
“ Siap jendral Panji, mohon maaf. Saya tidak mengetahui kehadiran jendral.” Ucap Reza sambil memberikan salam nya kepada jendral Panji.
“ Hahaha santai saja. Oh iya Reza, saya ingin mengenalkan mu kepada seseorang. Apa kamu ada waktu sebentar saja untuk berjumpa dengannya?.”
“ Siap Jendral, saya memiliki banyak waktu kok...hahaha.”
“ Hahaha, yasudah. Kalau begitu mari-mari...kita kesana.”
Reza langsung memberikan pistol dan peralatan latihan lainnya kepada anak buahnya. Lalu mendekati jendral Panji. Di ujung cafe yang berada tidak jauh dari lapangan tembak tadi, sudah menanti dengan gagahnya seorang polisi wanita yang sangat cantik disana.
polwan itu langsung berdiri dan memberikan hormatnya kepada Reza dan jendral Panji.
“ Reza...perkenalkan, ini adalah kapten Laura. Dan Laura..ini adalah letnan kolonel Reza yang pernah saya ceritakan waktu itu kepadamu.” Ucap jendral Panji memperkenalkan Reza ke Laura dengan semangatnya.
“ Laura...”
Mereka saling bersalaman. Laura memegang dengan erat telapak tangan Reza sambil memberikan senyuman manisnya kepada Reza.
^^^Benar saja paman Panji...muda dan tampan sekali. Apa iya dia belum memiliki pasangan. Laura^^^
“ Sudah-sudah salamannya. Kasihan saya cuma jadi nyamuk nunggu kalian salaman saja.” Ucap jendral Panji membuat Reza dan Laura tertawa seketika. Laura pun melepaskan genggamannya.
“ Hahaha mohon maaf jendral, saya terlalu terpukau.” Ucap Laura sambil melirik kemata Reza yang masih tersenyum kepadanya.
“ Aduh, bisa saja kapten Laura. Hahahaha oh iya Reza, kapten Laura ini baru saja hari ini ditugaskan di Jakarta. Saya harap kamu bisa membantunya dengan baik, dia akan menjadi salah satu anak buah mu yang bisa diandalkan.” Ucap jendral Panji.
“ Siap komandan.” Reza melirik ke arah Laura, polwan cantik itupun melepas senyuman manisnya lagi untuk Reza.
“ Hari ini mumpung kalian lagi bebas tugas, saya ada dua tiket nonton gratis. Manfaatkanlah.” Ucap jendral Panji lagi sambil menyerahkan tiket tersebut ke Reza.
__ADS_1
Reza pun mengambilnya sambil memberikan hormat kepada komandannya itu. Lalu melirik lagi ke arah Laura yang sedang tersipu malu.
“ Sudah sana...sana. Film nya satu jam lagi akan mulai. Jangan sampai telat.” Ucap jendral Panji.
“ Siap...” Ucap Reza dan Laura secara bersamaan.
Mereka pun pamit dan pergi meninggalkan lapangan tembak itu.
“ Laura, hari ini aku membawa motor sport. Dan aku juga hanya membawa satu helm saja. Jika kamu kurang berkenan menaikinya, kita naik mobil online saja ya.” Tunjuk Reza ke motor sport miliknya yang sedang terparkir gagah.
“ Hahaha, naik ini saja. Kebetulan aku lebih suka naik motor di banding mobil. Itu motor ku...aku bisa memakai helm ku sendiri.” Ucap Laura sambil menunjuk motor sport miliknya juga. Dengan merk yang sama dengan Reza namun warna yang berbeda. Reza berwarna hitam sedang Laura berwarna merah.
“ Wah luar biasa...ya sudah kalau begitu, kita berangkat sekarang ya.” Reza mengeluarkan motornya dari parkiran. Lalu Laura mengambil jaket kulit dan helm dari motornya. Kemudian naik ke atas motor Reza.
“ Sudah siap?.” Tanya Reza.
“ Siap komandan.” Jawab Laura dan Reza pun tersenyum. Lalu mengendarai motor nya menuju mall X tempat bioskop itu berada.
Posisi boncengan motor sport yang cukup tinggi membuat posisi Laura dan Reza semakin dekat lagi ketika Laura memeluknya dari belakang.
^^^Aroma maskulin yang sangat kuat. Aduh Reza...akhirnya aku mendapatkan kesempatan ini. Terima kasih paman Panji, aku akan membuat Reza jatuh cinta kepadaku. Laura^^^
Hati Reza langsung berdesir ketika Laura memeluknya. Sudah terlalu lama dia sendiri tanpa di temani kekasih. Dia berusaha fokus mengendarai motornya tanpa memikirkan lagi gejolak yang muncul dari tubuhnya karena pelukan Laura tersebut.
Sampai Reza harus menghentikan motor nya di lampu meraha prapatan yang cukup ramai dan lama sekali hijaunya.
Jantung Reza langsung berdegup kencang ketika melihat David yang sedang menggenggam erat tangan Aria, mereka menyebrang di zebra cross tepat di hadapan Reza. Terlihat sekali posisi David yang ingin melindungi Aria saat menyebrang tadi.
“ Woow, romantis sekali ya mereka. Bule tampan itu sepertinya sangat mencintainya, wanita itu beruntung sekali.” Ucap Laura cukup keras agar di dengan oleh Reza.
Aria tidak mengenali Reza karena helm full face yang di gunakan oleh Reza.
Reza terus memperhatikan langkah mereka, sampai mereka berhenti di depan sebuah kios bunga yang cukup besar. Reza ingat, hari ini adalah ulang tahun ayahnya Aria. Biasanya Reza selalu datang di hari ulang tahun ayahnya Aria. Namun sepertinya dia tidak akan datang untuk hari ini.
__ADS_1
Tin...tin...klakson keras dari kendaraan yang berada belakang motor Reza menyadarkan Reza kalau lampu merah sudah berubah menjadi hijau. Dia pun langsung mengendarai motornya lagi dengan kecepatan yang cukup tinggi.
^^^Aria...jika memang kamu sudah bahagia bersama dengan David. Aku pun akan turut bahagia dan mendukung hubungan kalian. Reza^^^