
“ Selamat pagi komandan.” Sapa Laura dengan hangatnya ke Reza. Dengan menggunakan pakaian dinas yang rapi dan makeup yang lebih menunjukkan kecantikan di wajahnya.
“ Pagi...kapten Laura.” Balas Reza kembali terfokus dengan layar di laptopnya.
“ Sarapan untukmu.” Ucap Laura sambil menyerahkan sebuah kotak makan dan segelas cappucino kesukaan Reza di atas meja Reza.
” Ekhemm...ekhemmm.” Ledek anggota lainnya yang berada di rungan Reza.
“ Oh...terima kasih Laura, gak usab repot-repot seperti ini.” Ucap Reza merasa canggung.
“ Yaa komandan, sudah lama tidak ada yang perhatiin. Sudah saat nya move on...move on hahaha.” Ledek bripka Dika membuat wajah Reza semakin memerah.
Laura hanya tersenyum menatap Reza.
“ Yasudah, aku kembali bertugas...selamat pagi semuanya.” Ucap Laura sambil melambaikan tangan.
Dika langsung menghampiri Reza kepo dengan isi dalam kotak makan tersebut.
“ Ini...buat sampeyan saja.” Ucap Reza sambil menyerahkan kotak makan tersebut.
“ Hahaha mana boleh ndan, kapten Laura pasti sudah memasaknya penuh cinta dan kasih sayang. Saya cuma kepo isinya seperti apa hahaha.” Tolak Dika ketika Reza menyerahkan kotak tersebut kepadanya.
__ADS_1
“ Saya sudah sarapan. Kasih saja ke yang belum sarapan...siapa yang belum sarapan?.” Tanya Reza. Namun Laura kembali masuk ke ruangannya. Membuat Reza dan Dika langsung terperanjat kaget.
“ Itu hanya untukmu saja!!! jika sudah sarapan simpan saja untuk makan siang mu. Masih tetap bisa dimakan kok.” Ucap Laura kesal, lalu kembali pergi dari ruangan Reza.
“ Kenapa dia....jadi galak sekali?.” Tanya Reza melirik ke arah Dika. Dan Dika hanya menggeleng sambil menahan tawa.
Reza kembali menatap layar laptopnya. Sesekali melihat ke arah ponsel nya membaca pemberitahuan yang muncul disana.
“ Aku rela bangun lebih pagi untuk membuat sarapan untukmu. Please...jangan membuatku kecewa.” Pesan wa Laura kepada Reza.
Reza tidak membuka pesan tersebut, hanya membaca di pemberitahuannya saja. Hatinya merasa tidak nyaman dengan yang sudah di lakukan Laura kepadanya.
Di ruangannya Laura masih terpaku pada layar ponsel miliknya. Dia sedang membuka media sosial milik Aria dan mencari tahu hubungan Aria dan Reza lebih mendalam lagi. Disana masih banyak foto-foto kebersamaan Aria dan Reza. Aria tidak pernah aktif lagi menggunakan media sosial itu selama lima tahun belakangan ini.
•
•
Sepulang mengantar David ke bandara Aria kembali kerumahnya dan dia sudah berhasil mendapatkan data yang dia minta dari Inggris. Rekaman cctv di moon cafe milik teman baikknya saat dia merayakan pesta kelulusan bersama dengan teman-temannya, satu tahun yang lalu.
Menit ke tiga puluh lima di dokumen rekaman arah taman samping terlihat seorang pria menggunakan jaket, kacamata dan topi sedang memperhatikan mereka. Aria semakin mendekati sorot kamera yang menangkap penampakan pria tersebut. Dan Aria semakin yakin pria itu adalah Reza ketika dia agak sedikit menengok ke arah kedatangan David yang sedang membawa bunga untuk Aria. Saat itu juga Reza duduk dimeja sambil menghirup minumannya dan memperhatikan mereka dari kejauhan.
__ADS_1
^^^Dia benar-benar datang...Jika saja saat itu dia menyapaku, saat ini aku tidak mungkin bisa membuka hati lagi untuk pria lain. Inikah yang di namakan takdir...Reza, aku masih mencintaimu. Bahkan keluarga besar kita sudab merencanakan pernikahan kita sebelum aku lahir. Tapi ternyata Tuhan tidak menjodohkan kita sebagai suami isteri. Aria^^^
Aria menatapa sebuah dokumen data dirinya, dokumen yang di perlukan untuk kebutuhan pernikahannya dengan David dalam waktu dekat ini. Namun hatinya selalu merasa tidak nyaman ketika memikirkan hari pernikahan mereka nanti. Tiba-tiba saja Aria kembali ingin menangis, rasa sakit hati limat tahun lalu saat dia memutuskan pergi dari kehidupan Reza malah kembali dia rasakan saat bertemu dengan Reza lagi.
“ Jika lo masih menganggap gue sahabatlo, jangan pernah sebut dan ceritakan apapun tentang Reza dan Khiana ke gue selama gue kuliah disini. Sedikitpun...” Ingat Aria...itu adalah permintaan Aria lima tahun yang lalu kepada Tiara. Dan Tiara memegang teguh janjinya selama lima tahun ini tidak pernah menyebut nama Reza sampai akhirnya dia sengaja memberitahu hubungan Reza dan Khiana sebenarnya saat Aria menjenguk nya kemarin.
Dan saat dia berada di depan kantor nya, saat itu dia sekilas melihat seorang pria yang sangat mirip dengan Reza secara tidak sengaja berdiri di hadapannya. Namun pria tersebut langsung menghilang dari pandangannya ketika ada mobil lewat di antara mereka. Saat itu Aria berfikir hanya terlalu merindukan Reza. Jadi dia melihat orang lain seperti Reza disana. Dia berusaha menepis pikirannya dari Reza dan menggantinya dengan memikirkan perhatian yang sudah diberikan David setiap harinya.
^^^Saat itu aku hanya sedang meyakinkan hatiku untuk melupakanmu Reza...Kalau saja kamu memaksakan diri datang kepadaku dan meyakinkan ku lagi atas perasaanmu. Tidak mungkin saat ini kita berpisah seperi ini, dan bodohnya...saat aku terakhir di badara lima tahun yang lalu, aku malah berharap kamu datang kepadaku dan mencegah kepergianku...tapi kamu malah datang bersama dengan Khiana untuk mengucapkan selamat tinggal padaku. Aria^^^
Aria merebahkan tubuhnya di atas kasur. Menarik nafasnya dalam-dalam dan mulai memejamkan kedua matanya, mencoba menenangkan dirinya. Namun lagi-lagi bayangan Reza yang kembali hadir dalam pikirannya. Dia kembali membuka kedua matanya dan bangun dari ranjang.
^^^Ya Tuhan...aku harus bagaimana. Kenapa hatiku jadi bertambah gelisah setiap harinya. Dulu aku sangat ingin merasakan seperti apa rasa cinta itu kepada pria lain selain calon suami yang sudah disiapkan ayah untukku. Namun yang aku cintai ternyata Reza. Aku sudah mencintainya dalam dunia khayal dan nyataku...Dan saat aku berusaha mencintai pria lainnya. Lagi-lagi hanya bayangan Reza yang ada di pikiranku lagi. Aku harus bagaimana...memeluk Reza dari depan atau menatap punggungnya lagi. Lalu bagaimana dengan David. Dan wanita yang menyukai Reza kemarin, Laura. Dilihat dari sikap dan tatapannya ke Reza sepertinya Laura tidak mudah menyerah untuk mendapatkan Reza...Aria^^^
•
•
David sudah berada di dalam pesawat. Hari ini dia akan kembali ke Inggris untuk mengurus keperluan pernikahannya dengan Aria. Dia kembali menatap layar ponselnya, kemudian menggunakan headset di kedua telinganya. Dia mendengarkan lagi rekaman suara Aria, Reza dan Ananta di restoran kemarin sore.
Hati David bergejolak antara memintanya untuk mundur dan tetap bertahan untuk memiliki Aria.
__ADS_1
^^^I choose you. And I'll choose you over and over and over. Without pause, without a doubt, in a heartbeat, I'll keep choosing you. David^^^