
Chia menyandarkan kepalanya disandaran jok mobil. Melirik sebentar ke spion kemudian merapikan rambut palsunya. Hari ini dia sedang dalam penyamaran, dengan makeup yang di buat seperti wanita tua dan beruban. Totalitas dalam penyamaran untuk mengelabui mata elang pihak kepolisian, atau siapapun yang mengenal nya. Mau kemana pun dia pergi, akan sangat beresiko baginya tertangkap dan di jebloskan kedalam penjara.
Jika memang harus di hukum karna kesalahannya, setidaknya dia berpikir untuk harus menuntaskan dendam nya terlebih dahulu kepada Berlian Group, terutama Aria.
Chia teringat dalam lamunan di perjalanan panjangnya hari ini. 2 tahun lalu, Saat itu malam sangat gelap. Chia sedang asik mencari cemilan ringan di dalam minimarket. Waktu sudah menunjukan pukul 01.00 wib. Dia sudah terbiasa bangun di tengah malam kemudian makan cemilan di minimarket yang buka 24 jam tersebut.
“ Semuanya tiga puluh ribu rupiah.” Beritahu salah seorang kasir kepadanya. Chia hanya mengangguk kemudian mengambil selembar uang 50rb kepada kasir tersebut. Dan saat itu...
“ Jangan bergerak!!!!” Beberapa oknum nyelonong masuk kedalam minimarket tersebut. Membawa banyak senjata tajam dan beberapa terlihat menenteng senjata api di tangannya.
Chia yang ikut ketakutan bersama karyawan dan pengunjung lainnya hanya bisa berjongkok sambil memeluk kepalanya. Saat itu suasana semakin mencekam, karna ada seorang karyawan pria di minimarket tersebut yang berusaha melawan. Chia mendapatkan kesempatan untuk segera melarikan diri. Dia keluar dengan cepat dari minimarket, sambil berlari dia sempat melihat banyak sekali motor-motor yang terpakir dan beberapa yang masih diduduki oleh pengendara nya masing-masing. Mereka sangat terlihat menyeramkan.
Genk motor sialan . Umpat Chia dalam hati
Dia terus berlari namun di lihat oleh salah satu oknum genk motor tersebut. Oknum itu menunjuk ke arah Chia memberikan info kepada teman-temannya yang lain. Mereka pun kemudian mengejar Chia dengan sepeda motornya masing-masing. Chia yang semakin ketakutan semakin mempercepat lari nya. Dilihatnya sebuah mobil sport yang terpakir di ujung jalan. Lampu nya menyala, Chia berpikir pasti ada seseorang didalam mobil itu yang bisa membawanya pergi dan menyelamatkan diri. Chia mendekati mobil tersebut dan membuka pintu tepat di kursi penumpang yang paling depan.
“ Pak, tolong pak...saya di kejar geng motor. Mereka lagi merampok minimarket X. Ayo pak kabur dari sini.” Chia berkata dengan nafas ngos-ngosan
“ Hahaha siapa kamu ? Berani-berani nya naik kemobil saya tanpa izin!” Tanya seorang pria dikursi kemudi. Chia masih melihat ke arah belakang mobil, kemudian melihat pria tersebut. Baru saja di mau menjawab pandangannya tertuju kepada sebuah foto yang tergeletak di atas dashboard mobil
“ Aria....” Ucapnya sambil memegang foto tersebut. Secara bersamaan oknum-oknum yang mengejar Chia sudah berada di dekat mobil tersebut. Pria di dalam kemudi mengangat tangannya kemudia motor-motor tersebut pergi meninggalkan mereka. Chia yang melihat kejadian itu jadi tambah penasaran, siapa pria yang ada disampingnya ini.
“ Kamu kenal dengan mereka?.” Tanya Chia setelah genk motor itu pergi dengan hanya satu lambaian tangan saja dari pria tersebut.
“ Kamu kenal dengan dia?,” tidak menjawab, pria itu malah berbalik tanya kepada Chia
“ Oh, dia teman sekolahku. Aku kenal, tapi sangat membencinya.” Jawab Chia kesal
__ADS_1
“ Benci...karna apa ?.” Tanya pria itu kembali
Duh, kok keceplosan ngomong sih. Bagaimana kalau orang ini ternyata saudara atau kenal dekat dengan Aria. Chia
“ Kok diam.” Ucap pria itu kembali
“ Kamu siapa?.” Chia berbalik nanya
“ Saya juga sangat membenci wanita di foto itu. Kita sama kok.” Ucap pria itu sambil tersenyum sinis
“ Oh ya, karna apa?.” Chia jadi penasaran
“ Kamu karna apa?.” Pria itu kembali bertanya
“ Perusahaan orang tua nya Aria sudah membunuh ayahku. Gara-gara Berlian Group membangun lahan baru untuk pabriknya. Ayahku jadi terkena masalah yang sangat berat. Dia menderita dan akhirnya bunuh diri. Dan Aria...cewek yang sok cantik dan pintar itu juga menjadi sosok yang sangat menyebalkan di sekolah. Benci sekali harus melihatnya setiap hari seperti itu.” Chia bercerita penuh berapi-api
“ Kok kamu tahu?... siapa kamu sebenarnya?.” Chia
“ Hahahaha panggil aja Gue...Rio.”
**
“ Sudah sampai.” Info driver yang merupakan salah satu anggota Black Hole kepada Chia yang masih menyenderkan kepalanya dalam kenangannya saat awal berjumpa dengan Rio.
Chia melihat sekelilingnya, dia sudah sampai ke salah satu rumah mewah yang di tuju nya. Perjalanan panjang dari kota Y ke kota X cukup melelahkan baginya. Chia mengambil hp yang berada di dalam tas nya. Melihat beberapa pesan yang masuk kemudian menghapusnya. Dia memilih salah satu kontak yang berada di dalam ho tersebut
“ Aku udah sampai.” Ketiknya kemudian mengirimkan pesan itu kepada seseorang yang berada di dalam rumah sana
__ADS_1
“ Oke, masuk aja. Aku ada di ruang keluarga lantai atas.” Jawaban pesan dari seseorang tersebut.
Chia turun dari mobil nya, membawa dua kantong kresek dari supermarket X. Kemudian masuk kedalam rumah. Seorang pelayan mengantarnya kepada seseorang yang dia tuju dalam rumah tersebut.
Sebuah rencana yang sudah dirancang nya bersama dengan Rio akam segera di jalankan. Sangat sulit pastinya untuk sekedar menyapa Aria sat ini. Tapu seseorang didalam rumah itu lah yang akan membawa Aria kehadapan Chia dan Rio kembali.
Saat waktu itu datang, Chia pastikan Aria tidak akan bisa pulang lagi kerumah nya. Tidak akan ada yang bisa menolongnya lagi, termasuk kapten Reza sekalipun. Seandainya yang terjadi di luar prediks Chia akan pastikan, mereka...Chia dan Aria, harus mati bersama.
Menjadi DPO dengan status tersangka saat ini sudah cukup menambah luka di dalam hatinya yang lebih parah dan menyakitkan kepada Berlian Group dan juga Aria. Bayangan sosok alm ayah yang sangat di cintainya dan juga bayangan ibu nya yang selalu memarahinya melintas kembali di pikirannya.
Ayah, aku akan membalaskan dendam mu kepada orang-orang itu. Ibu...aku akan membalikan semua harta mu setelah mereka hancur. Bukankah hanya itu yang ibu mau? Kembali memiliki banyak uang dan tolong berhenti membenci ayah seperti itu. Chia
Chia menaiki satu persatu anak tangga dan mengikuti sepasang langkah kaki yang mengantar nya masuk kedalam sebuah ruangan.
Tok...tok...tok ketuk sang pelayang pelan
“ Tuan, tante Nurma sudah datang.” Info sang pelayan
“ Baik, Masuklah .”
Pelayan tersebut membukakan pintu, kemudian mempesilahkan Chia masuk kedalam ruang tersebut.
“ Kami boleh pergi sekarang.” Pinta seseorang itu kepada sang pelayan
Chia tersenyum tipis, sesaat sebelum pintu tertutup rapi oleh sang pelayan
“ Keponakan ku sayang, lama sekali kita tak berjumpa.” Ucapnya keras sengaja supaya di dengar oleh pelayan tersebut
__ADS_1