
1 minggu sudah berlalu, semenjak Aria mengungkapkan isi hatinya kepada kapten Reza. Selama itu pula sang kapten tidak pernah menghubungi atau berkunjung ke rumahnya lagi.
Aria mengambil kembali buku diary nya. Di tatap nya nanar buku tersebut dan di peluknya erat. Seketika air matanya mengalir deras. Kemudian dia terbangun dan mengambil pena dari atas meja belajarnya. Aria duduk dan meletakkan buku diary tersebut di atas meja belajarnya. Meja belajar nya langsung menghadap ke jendela samping kamar dengan pemandangan halaman dan perpohonan yang luas. Dia membiarkan jendela itu terbuka agar bisa merasakan kesejukan angin yang masuk kedalam kamarnya.
Dear My Prince Dark Shadow
Apakah aku salah sudah mengungkapkan isi hati yang sebenarnya kepada kapten Reza, karna sejak itu dia tidak pernah menghubungi atau datang kerumahku lagi...
Ingin rasanya aku yang menghubungi nya duluan, sekedar bertanya kabar agar hati ini tidak lagi menderita. Tapi...nyatanya keberanian ku sudah habis untuk itu.
My Prince Dark Shadow...
kenapa baru pertama kali jatuh cinta tapi aku udah patah hati seperti ini. Sekejam itu kah perasaan ini...pantas ayah selama ini melarangku untuk jatuh cinta.
Oh iya, ini sudah satu minggu lebih berlalu...
Kata ayah, kamu mau hadir dalam kehidupan nyataku.
Lantas dimana kamu sekarang ?
Kenapa belum juga datang kepadaku ?
Aku sudah menyerah pada perasaan cintaku pada kapten Reza.
Nyatanya, dia tidak pernah mencintaiku
Aku nya saja yang terlalu berlebihan berharap kepadanya
Menyalah artikan perhatian dan sikap lembutnya terhadapku selama ini
Aku kecewa...bukan kepada dia
Tapi kepada hatiku yang terlalu rapuh
Aria
Ping
Sebuah pesan masuk kedalam hp nya, sejenak Aria berharap itu pesan dari kapten Reza yang selama ini di nanti nya. Dengan cepat Aria terbangun dari duduknya dan segera mengambil hp miliknya yang tergeletak di atas kasur.
“ Aria, ntar malam bisa kan datang ke pesta Alben? Jam 5 gue kerumah lo yaa. Kita berangkat bareng.” Tiara
Ahhh, kenapa aku bisa lupa malam ini adalah pestanya Alben...tapi kata kapte Reza kan aku gak boleh dateng?
Bodo amat lah, dia aja pergi gak tau kemana, kenapa juga aku memperdulikannya lagi. Aria
“ Ok say, gue tunggu ya. See u .” Aria
Lupakan perasaan ini, buang jauh-jauh...Aria, kamu harus kembali ceria dan hadapi kehidupan ini dengan senyuman lagi...semangat!!! Aria
Tok...tok...tok
Ketuk pintu kamar Aria berulang kali
“ Siapa.?” Aria
“ Ayah...” Ananta
__ADS_1
Aria tidak membalas, tapi dia langsung berlari kecil dan membukakan pintu untuk ayahnya. Dengan sikap manja seperti biasanya dia langsung memeluk dan mencium pipi sebelah kanan ayah nya.
“ Kenapa...kamu habis nangis ya.?” Ananta terkejut setelah melihat mata Aria yang sembab
“ Yaa, sedikit. Tapi aku udah gak mau nangis lagi...capek.” Aria melepaskan pelukannya dan berjalan masuk kedalam kamarnya
“ Nangisin apa sayang...?” Tanya Ananta sambil mengelus kepala Aria berulang kali. Aria tidak menjawab malah kembali menangis
“ Ayah, kok aku nangis lagi huhuhu.” Aria terisak dalm tangisan diluar kendali pikirannya sendiri
“ Kamu kenapa sih sayang, siapa yang udah buat kamu sedih seperti ini..?” Ananta
“ Kapten Reza...kenapa dia menghilang tanpa kabar?, ayah tahu...kenapa?.” Tanya Aria sambil menatap ayahnya sendu
“ Oh...gara-gara kapten Reza, kenapa...kamu merindukannya?.” Ananta
“ Ayah, aku mencintainya...maafkan aku huhuhu.” Aria kembali menangis
“ Kenapa...kan ayah sudah bilang berkali-kali...jangan pernah jatuh cinta sembarangan. Begini kan jadinya...” Ananta
“ Maaf ayah, tapi aku gak bisa menahan perasaan ini. Bahkan aku sudah mengungkapkan kepada kapten Reza langsung...aku malu ayah, aku malu...hiks .” Aria
Ananta membuka pintu balkon kamar nya Aria. Di lihat nya di taman dekat kolam renang beberapa pelayan sedang rapi-rapi menyiapkan pesta kecil yang dia siapkan untuk mengenalkan Aria kepada calon suaminya.
“ Kamu lihat itu...” pinta Ananta
Aria mendekati ayahnya dan langsung melihat arah yang di tunjuk ayahnya.
“ Sedang apa mereka...?” Aria bingung
“ Sudah saat nya kamu mengetahui semua kan...dia akan kesini makan malam bersama kita. lupakan kesedihan mu itu. Ayah yakin...mulai malam nanti kamu tidak akan sedih lagi.” Ananta
“ Hahaha itu panggilan kesayangan ibumu kepada nya sayang.” Ananta
“ Dia putra tunggal Alm Om Berliando?.” Tanya Aria lagi memastikan
“ Iya.” Ananta
“ Sebenarnya aku sudah menduga waktu mbok Tuti menunjukan album itu kepadaku. Pasti ayah juga kan yang mengijinkan mbok Tuti kasih kisi-kisi dia kepadaku.” Aria
“ Seperti dugaan mu .” Ananta
“ Tapi ayah, ntar malam juga aku sudah keburu janji dengan Tiara untuk datang ke pesta nya Alben...” Aria
“ Batalkan janjimu itu, karna kamu punya pestamu sendiri malam ini... sayang.” Ananta mencium lembut jidat putri kesayangannya itu. Kemudian berjalan masuk kedalam kamar
“ Ayah mau ke menara Berlian dulu, ada hal penting yang harus ayah selesaikan disana. Kamu siap-siap ya...untuk malam nanti, semoga kamu menyukainya.” Pamit Ananta
“ Ya...ayah.” Aria membalas lambaian tangan ayahnya dengan lemas. Dia mengantar Ananta sampai ke depan pintu kamarnya dan kembali menutup pinti tersebut.
Malam ini...my prince dark shadow....akan menjadi pangeran nyata dalam kehidupanku selanjutnya.
Lalu...kapten Reza, kenapa perasaan ini masih saja mengharapkan mu. Aria
Aria mengambil hp miliknya kembali, kemudian menghubungi Tiara
“ Halo...” sapa Tiara di sebrang sana
__ADS_1
“ Tiara, sorry gue enggak bisa datang malam nanti.” Aria
“ Loh, kenapa ? Gak enak loh sama Alben...dia pasti kecewa banget.” Tiara
“ Iya, tapi malam ini ternyata Nanda mau dateng kerumah gue.” Aria
“ Nanda...siapa dia.?” Tiara
“ My prince dark shadow...” Aria
“ Apa...benarkah...Aria wow banget, kok gue yang jadi penasaran yaaa hahaha gue ikut pesta lo aja boleh gak.?” Teriak Tiara kegirangan
“ Ih...kenapa jadi lo yang heboh.” Aria
“ Aria...gue serius, mau benar-benar lihat langsung siapa pangeran lo itu sebenarnya.” Tiara
“ Lo dateng aja ke pestanya Alben. Gue gak enak sama dia. Nanti kalau ada waktu gue akan ajak Nanda ketemu sama lo ya...” Aria
“ Hmmm...iya sih, yaudah deh. Tapi jangan lupa minta foto nya yaa hehehe.” Tiara
“ Iya...Oke udah ya, gue mau mandi.” Aria
“ Sipp, bye...” Tiara
“ Bye.” Aria
Aria berjalan pelan menuju kamar mandi. Baru saja pintu akan di tutup hp nya berdering kencang. Aria memutuskan keluar dari kamar mandi dan berlari mengambil hp yang belum lama di lemparkannya diatas kasur.
Kapten Reza....panggilnya nya dalam hati. Masih sangat berharap sang kapten tampan tersebut menghubunginya.
Alben memanggil
“ Yess, kenapa Ben?.” Tanya Aria sedikit kecewa
“ Kata Tiara lo gak bisa dateng ya malam nanti, huffff kecewa banget gue .” Alben
“ Eh iya, sorry ya. Dadakan banget ayah gue kasih tau ke gue kalo malam ini...” Aria
“ Ya, gue tahu...Tiara udah cerita .” Alben
“ Makanya, maaf banget yaaa Ben.” Aria
“ Besok siang gue berangkat ke Jepang, kita ketemuan sebentar ya sama Tiara juga. Khusus acara kita bertiga aja.” Alben
“ Acara apa.?” Tanya Aria bingung
“ Gue kerumah lo ya....” pinta Alben
“ Ok deh. Di tunggu.” Aria
“ Sip...bye Aria.” Alben
“ Bye...” Aria
Masih saja aku berharap, dimana sih kamu kapten? Bolehkah aku berharap sedikit menatapmu dengan perasaan cinta ini, di hari ini sebelum matahari terbenam...sebelum kehadiran pangeran itu.
Aku ingin sekali bertemu dengan mu....
__ADS_1
Ya Tuhan, sebelum matahari terbenam di hari ini...ku mohon, pertemukan aku dengan kapten Reza. Aria