
“Ariaaaaaaa” teriak Tiara kegirangan sambil berlari kecil ke arah Aria, pelukan erat pun di berikan Aria kepada sahabat baiknya itu.
“Tiaraaaaaa” tidak kalah heboh nya
“Kangennnnnnn huhuhu” teriak Tiara lagi
“Bangetttttttttt huhuhuhu” Aria.
Setelah sama-sama lelah dengan pelukan dan loncatan-loncatan tanpa arah mereka pun melepaskan diri. Tiara menjatuhkan badannya di atas kasur empuk nya Aria.
“Sekian lama...mau ketemu lo aja susah banget sekarang . Mau menghubungi juga bingung lewat apa” gerutu Tiara
“ Hahaha, lo pasti kangen kan sama gue” Aria.
“Ya iyalah...sebenarnya lebih kangen sama ajudan tampan lo itu. Hikssss” Tiara malah menangis
“Lo tau, ada info apa tentang Bimo?” Aria.
“Lah..kok lo malah nanya gue, justru gue pengen banget ketemu sama lo karna mau tau update info tentang ayang gue itu...hiks” Tiara.
“Ohhh..jadi bukan karna beneran kangen sama gue” Aria mencubit pelan lengan Tiara
“Aduhhh duh, sakit tahu...ya kangen juga lah sedikit. Banyakan kepo nya tentang Bimo sih hehehe” Tiara.
“Dasar labil, sebentar nangis sebentar ketawa” gerutu Aria lagi sambil ikutan berbaring di samping Tiara.
Sejenak mereka terdiam, asik dengan lamunan masing-masing.
“Tiara, kalian kemana...saat di Purnama Club malam itu?” Tanya Aria pelan
“Loh, emang nya si polteng itu belum cerita ke lo?” Tiara
“Polteng...kapten Reza maksud lo?” Aria
“Ya iyalahh siapa lagi, hihihi” Tiara
“Dia selalu menyempatkan dateng kesini” ucap Aria sambil tersenyum
“Hmmm...lo suka yaaa sama polteng itu?” Ledek Tiara sambil menyubit pelan lengan Aria
“Apaan sih, lagian dia juga kadang dateng sama Mba Rita kok” Info Aria agak kesal
“Siapa mba Rita?” Tiara.
“Kuasa hukum gue...” aria.
__ADS_1
“Ohhh kuasa hukum lo...hehehe syukur lah” Tiara.
“Lah emang nya....” Aria.
Tiara mensejajarkan wajahnya ke arah Aria
“Aria, lo udah boleh jatuh cinta sama laki-laki lain? “ Tanya nya penasaran
“Jatuh cinta sama siapa?” Aria
“Ya polteng itu...hehehe, habis nya kemarin kelihatannya dia sangat khawatir sama lo. Sampe minta gue temenin lo hari ini kan...karna dia mau pergi ya, ada urusan gitu” Tiara.
“Ihhh apaan sih, siapa yang lagi jatuh cinta. Mana berani gue mikirin cinta-cinta lagi. Tiara...masalah gue sama Rio aja belum kelar. Mana mungkin kapten Reza mau sama gue yang jelas udah berbuat hal-hal yang sangat memalukan seperti itu...lagian, kapten Reza udah punya cewek tahu.” Aria.
“Tapi kata kapten Reza itu semua fitnah Aria, lo tahu dia udah berhasil nangkap banyak anak buahnya Rio buat buka suara. Dia juga udah punya banyak bukti untuk membalikkan nama baik lo lagi...tenang aja. Soal cewek...selama janur kuning belum melengkung kapten itu masih milik bersama kan hahahaha.” Tiara
“Apaan sih loh!. Emang sih dia juga selalu bilang gitu ke gue. Tapi gue sendiri masih ragu malam itu apa benar udah berbuat hal itu dengan Rio atau memang semua cuma settingan nya Rio aja” Aria
“Dengan Chia...” Lanjut Tiara kesal
“Chia...?” Aria
“Lo pernah ketemu Chia gak selama dengan Rio waktu itu?” Tiara
“Haaa...minuman apaan? Kan lo gak mau minum alkohol?” Tiara
“Jus apel...” aria
“Apa...Jus apel?” Tiara
Sekian lama mereka saling bertukar cerita, Aria berjalan pelan ke balkon kamarnya. Dia melihat cctv yang terpasang di atas balkon kamar nya...senyumannya langsung merekah.
“Kenapa lo...ketawa-ketawa sendiri?”
Tanya Tiara aneh melihat tingkah laku sahabatnya itu
“Cuma teringat sama hantu waktu itu...”
ucap Aria masih dengan senyum tidak jelasnya
“Hantu...ada hantu dimana? Jangan lo bilang kalo kamar lo ini berhantu Aria...gue jadi takut” tiara
“Hahaha ini hantu ganteng Tiara” aria
“Hantu ganteng?....lo bukannya lagi halu kan Aria” tiara
__ADS_1
“Hahahaha” Aria malah tertawa makin kencang
Tiara berjalan menghamipiri Aria
“Lo lagi jatuh cinta sama hantu itu?” Tanya Tiara penasaran
“Hahaha mana berani gue jatuh cinta sama dia” aria
“Ihhh siapa sih Aria, gue jadi penasaran” tiara
“Lo jangan bilang ke siapa-siapa lagi yaa” aria
“Yaaa, promise” tiara
Aria balik masuk ke dalam kamarnya dan kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur
“Kapten Reza...” aria
“Maksud lo, gue enggak ngerti apa hubungannya polteng itu sama hantu?”tiara
Malam itu kapten Reza meminta izin ke Ananta untuk menjaga Aria karna Rio baru saja lari dari penjara. Padahal sudah ada banyak penjaga di rumah keluarga itu. Selesai bicara dengan Ananta, kapten Reza duduk di gazebo dekat kolam renang dengan beberapa orang penjaga. Matanya terus memandang ke arah kamarnya Aria. Saat itu di lihat nya kamar Aria sudah redup lampunya. Kapten reza berpikir pasti Aria sudah tidur. Tiba-tiba saja dia merasa ingin mengecek sekeliling kamar Aria dari luar balkon.
“Saya cuma mau pastikan dari luar balkon itu apakah kamar Aria sudah aman dari kemungkinan penyusup yang tidak di inginkan” beritahu kapten Reza kepada beberapa pengawal yang ikut duduk bersama dengannya.
“Silahkan kapten, saya akan mengambil tangganya” ucap pak Karman
“Tidak usah pak Karman” cegah kapten Reza. Dengan sekejap kapten Reza bisa naik ke atas balkon kamarnya Aria. Dia menaiki pohon palm yang berjejer rapi di bawah dekat tembok rumah utama. Dan langsung loncat ke balkon kamarnya Aria.
Hmmm mudah sekali, jika begini sangat dengan mudah penyusup bisa sampai kesini. Pohon-pohon itu harus segera di tebang. Kapten Reza
Kapten Reza melihat sekeliling kamar, di bawah para penjaga menunggu dan melihatnya. Kapten Reza memberikan jempol ke arah para penjaga itu. Baru saja dia membalikan badan ke arah kamar Aria tiba-tiba saja lampu kamarnya Aria menyala. Tidak lama suara kunci yang sedang dibuka terdengar mengejutkan kapten Reza. Dia langsung memberikan kode para penjaga itu segera bersembunyi. Kapten reza ikut bersembunyi di balik pot besar. Aria keluar dari kamarnya dan langsung berdiri di pinggir pagar balkon kamarnya menatap jauh ke arah kolam renang. Sadar jika tetap di sana pasti akan terlihat oleh Aria. Pelan-pelan kapten Reza masuk ke dalam kamar Aria namun menabrak pintu balkon tersebut. Aria yang sadar ada sesuatu langsung membalikkan badannya. Dengan cepat Kapten Reza bersembunyi di balik pintu sambil menarik selimut berwarna putih yang tidak sengaja di jatuhkan Aria dekat pintu balkon.
“Hahaha, gak habis pikir. Polteng yang sangat wibawa itu tiba-tiba jadi hantu ganteng” Tiara tertawa sambil memegangi perutnya. Aria ikut tertawa
“Btw, mungkin gak sih kalo kapten Reza itu ternyata pangeran yang dimaksud ayah lo?” Tanya Tiara membuat jantung Aria berdebar
“Kok lo bisa berpikiran gitu?”
“Yaa kali aja hahaha karna gue enggak pernah lihat lo di perbolehkan dekat dengan laki-laki kecuali dengan Bimo dan Alben. Ya kan hahaha Alben aja harus melewati banyak ujian buat di percaya gabung main sama geng kita “
Sejenak Aria berpikir. Mungkin saja, karna dia juga melihat ayahnya sangat dekat dengan Kapten Reza. Tapi kapten Reza bukanlah seorang pengusaha. Yang dia tahu calon suaminya itu adalah seseorang yang bisa membuat bisnis Berlian group semakin kuat nantinya. Pasti dia anak rekan bisnis atau anak salah satu pemimpin perusahaan di Berlian Group.
Benarkah Kapten Reza adalah pangeran itu? dan Rio adalah pencipta lagu Aria yang selama ini dia kagumkan. Dua orang pria yang tiba-tiba datang didalam kehidupan Aria dalam waktu yang hampir bersamaan. Atau ada pria lain..sang pangeran yang sebenarnya lain dan masih bersembunyi serta menunggu waktu yang pas untuk menemui dan menikahi Aria sesuai janjinya 18 tahun yang lalu. Ahli waris tunggal dari Alm.Berliando. Founder dan pemilik saham terbesay Berlian Group.
Biarkan waktu yang bisa menjawabnya.
__ADS_1