
Reza meletakkan sepasang sandal milik Aria di lantai, kemudian membantu Aria turun dari tempat tidur nya, Aria menggunakan sandal tersebut kemudian melangkahkan kakinya. Baru selangkah Reza sudah menggandeng tangannya dengan erat.
Aria sangat menikmati perhatian yang di berikan dari Reza kepadanya. Berada didekat nya adalah harapan nya selama ini.
“ Kamu tidak dinas.?” Tanya Aria ketika mereka sama-sama berjalan keluar dari kamar perawatan. Reza tidak mengenakan seragam polisinya. Dia menggunakan setelah kaos polos yang di tutupi jaket hitam dan celana jeans.
“ Hari ini aku cuti, khusus menjemput mu pulang.” Jawab Reza lembut.
Apakah dia juga selembut ini dengan Khiana. Ah...kenapa nama itu selalu membayangiku ketika bersama kapten Reza. Aria
“ Aria....” Panggil seseorang yang suaranya sangat di kenal Aria.
Suara itu...apakah aku hanya berhalusinasi. Aria
Reza ikut terdiam, dia juga mendengar suara yang sama ternyata.
“ Aria...” panggil suara itu lagi, secara bersamaan Aria dan Reza menengok ke arah belakang.
Aria sangat kaget setelah dia melihat Tiara sedang berjalan pelan mendekatinya. Dengan menggunakan pakain serba putih membuat seluruh bulu kuduk Aria terbangun seketika. Dia sangat merindukan sahabatnya itu, tapi yang di ketahuinya dari Chia Tiara sudah meninggal dunia.
“ Aria...sombong banget sih lo di panggilin diam aja.” Ucap Tiara ketika mereka sudah semakin dekat.
“ Kapten...apakah kamu juga melihat Tiara.?” Tanya Aria pelan kepada Reza yang malah menjawab dengan senyuman saja.
“ Eh, gue dengar loh...maksud lo apa nanya kaya gitu...emangnya lo pikir gue hantu.?” Tiara sudah berada di sebelah Aria dan mencubit pelan lengan nya Aria.
“ Lo masih hidup.?” Aria malah bertanya penasaran
“ Ya iya lah, Tiara is Back...lagian kalau udah mati kenapa gue bisa nyubit lo..mau gue cubit lebih keras lagi...” Tiara sudah siap-siap mengeluarkan jurus capitan dua jari nya. Aria langsung melepaskan tangan Reza yang masih menggandeng nya. Kemudian langsung memeluk sahabat baik nya itu.
“ Tiara...lo masih hidup...gue senang banget. Karna kata Chia lo udah gak ada. Mobil nya meledak terbakar...hiks.” Ucap Aria
“ Huffff, anak itu. Masih aja berharap gue mati. Kesel banget...” Ucap Tiara masih di dalam pelukan hangat sahabat baik nya
“ Bimo yang menyelamatkan gue.” Bisik Tiara di telinga Aria. Kemudian mereka melepaskan pelukannya masing-masing.
__ADS_1
“ Bimo...?” Tanya Aria
Sebenarnya siang itu ketika mobil mereka terbalik di tengah jalan, beberapa anggota Black Hole langsung mendekati dan mengeluarkan Aria dari dalam sana dan langsung berlalu pergi membiarkan Tiara, Yoga dan Riky.
saat itu mobil tersebut sudah mengeluarkan banyak asap. Yoga yang tersadar langsung berusaha memecahkan kaca jendela kemudian membuka kunci mobil. Dia mengeluarkan Tiara dan Riky yang masih tidak sadarkan diri dan meletakan mereka secara bergantian di pinggir jalan. Tidak lama kemudian mobil tersebut meledak dan terbakar.
Bimo baru saja keluar dari rumah sakit. Ketika mendapatkan kabar di group keamanan rumah Aria dari Yoga dia langsung mengendarai mobil nya menuju lokasi tersebut. Dalam perjalanan dia melihat banyak mobil polisi dan beberapa mobil milik staff keamanan Berlian Group. Sebuah mobil sudah dalam kondisi terbakar. Dia mendekati sebuah mobil ambulance yang juga terpakir disana. Ketika dia masuk kedalam mobil ambulance untuk memeriksa siapa korban yang ada di dalamnya saat itu juga Tiara membuka matanya.
“ Bimo...” Panggil Tiara pelan
“ Ya, Tiara...” Jawab Bimo namun Tiara kembali tidak sadarkan diri.
Tiara hanya mau mengingat Bimo yang sudah menyelamatkannya dan membawanya kerumah sakit. Kemudian menceritakan nya dengan bangga kepada Aria saat ini.
“ Ya, gue bersyukur banget kita masih hidup.” Ucap Aria setelah mendengar cerita versi Tiara.
“ Btw, lo masih di rawat atau udah boleh pulang...di rawat di rumah sakit ini juga kan.?” Tanya Aria lagi
“ Gue udah boleh pulang juga kok. Sebenarnya ruangan kita bersebelahan. Dari semalam gue mau ke kamar lo tapi di larang sama kapten lo ini.” Gerutu Tiara sambil melirik Reza.
“ Hahaha...maaf ya. Harus nya kalian memang istirahat dulu kan. Oh iya Tiara, orang tua mu sudah menjemput kan.?” Ucaop Reza tiba-tiba.
“ Ya...” Jawab Tiara singkat.
“ Bimo juga ikut menjemput kamu kok.” Beritahu Reza pelan disambut dengan senyuman lebar Tiara.
“ Eh Bimo...kok malah jemput Tiara.? Bukannya aku.” Tanya Aria bingung kepada Reza.
“ Ya, kan kamu udah ada aku.” Jawab Reza seketika memerahkan wajah Aria.
“ Bimo kan pengawal pribadiku, kamu kan milik bersama kapten...” protes Aria kemudian Reza dan Tiara tertawa secara bersamaan.
“ Milik bersama bagaimana maksud mu.?hahaha. Atau aku harus keluar dari kepolisian dan jadi pengawal pribadimu aja seperti Bimo.” Ucap Reza lagi semakin memerahkan kedua pipi Aria.
“ Kamu bahkan lebih kaya dari aku, kapten.” Ucap Aria sambil memukul pelan lengan Reza berulang kali. Kemudian Reza memeluk Aria dan mengelus lembut rambutnya.
__ADS_1
“ Duh...duh, kok jadi main romantisan di sini sih. Bikin iri aja.” Gerutu Tiara menyadarkan Reza dan Aria.
Ternyata masih ada orang lain disana selain mereka.
“ Tiara, cepat siap-siap. Bimo dikit lagi sampai lo.” Beritahu Reza dan Tiara kembali tersenyum lebar.
“ Baiklah...Aria, sampai berjumpa lagi ya...mmuach.” Tiara mencium pipi sebelah kiri Aria dan langsung berjalan meninggal kan mereka sambil beberapa kali membalikan badannya dengan lambaian-lambaian tangan ala-ala miss universe.
“ Kapten, memang nya Bimo benar akan menjemputnya.?” Tanya Aria masih penasaran.
“ Bimo sudah ada di rumah sakit ini dari semalam Aria.” Beritahu Reza mengejutkan Aria.
“ Loh kok...kenapa kamu bilang...” Aria.
“ Hari ini tugasnya adalah mengantar sahabat baikmu itu pulang. Karna kamu udah ada aku.” Reza memotong ucapan Aria.
“ Eh, tapi kenapa...?” Aria masih belum bisa menerima.
“ Sebagai tanda permintaan maafku kepada Tiara, karna semalam melarangnya masuk kedalam kamar mu.” Beritahu Reza.
“ Bimo kan milikku, kenapa jadi kamu yang mengatur tugasnya.” Protes Aria lagi.
“ Karna kamu kan juga milikku.” Ucap Reza sambil mencium pelan keningnya Aria. Debaran jantung Aria kembali berdendang riang hingga tidak sanggup pagi protes kepada sang kapten.
“ Aria...” Panggil Reza ketika mereka kembali melanjutkan perjalanannya. Aria hanya tertunduk masih menahan gejolak-gejolak aneh di dadanya.
“ Panggil aku sayang...jangan kapten lagi ya.” Pinta Reza kembali mendebarkan jantung Aria.
“ Hmmm....” Aria hanya mampu menjawab itu. Reza merangkul Aria sambil beberapa kali mengelus kepalanya Aria.
Tetaplah senyaman ini bersama ku Aria, jangan pernah berubah. Karna aku juga akan terus berusaha lebih mencintaimu lagi dan lagi. Aku juga ingin, ketika kita menikah nanti, aku menikahimu karna kita benar-benar saling mencintai dan menginginkan. Bukan hanya sekedar menepati janjiku 18 tahun yang lalu saja. Kapten Reza
Aku atau Khiana yang kamu cintai kapten?, bukannya kamu pernah mengatakan padaku kalau sudah ada wanita yang kamu cintai, dan kamu akan menikahinya...
Khiana..kenapa aku selalu terbayang-bayang sosoknya ketika merasakan kebahagiaan ini bersama mu kapten. Kamu milik ku bukan...seperti hal nya aku yang sudah menjadi milikmu. Aria
__ADS_1