Janji Atau Cinta Sejati

Janji Atau Cinta Sejati
Selamat Tinggal


__ADS_3

Aria memasukan beberapa alat-alat makeup favorite nya kedalam koper bagasi yang akan di bawanya ke Inggris.


Tiara membantunya dengan isakan tangis yang juga belum berhenti dari awal di tahu Aria akan berangkat ke Inggris hari ini.


“ Lo lagi nangisin gue atau Bimo sih? .” Tanya Aria sambil mencubit pelan pipi sahabat baiknya itu.


“ Ya kalian berdua, yang satu sahabat gue, yang satu orang yang gue cintai. Kalian semua akan pergi meninggalkan gue. Gimana gue gak sedih coba.” Jawab Tiara masih sesegukan.


Aria sebenarnya sudah mendapatkan izin dari ayahnya untuk tidak di kawal selama kuliah di Oxford. Jadi Bimo juga tidak akan ikut, dia akan kembali bertugas di kantor pusat Berlian Group. Aria sengaja merahasiakannya sampai nanti mereka sampai ke bandara.


“ Aria, kapten ganteng mu itu mana?. Kok belum datang sampai sekarang...dia ikut ngantar kan?.” Tanya Tiara penasaran.


“ Oh iya gue lupa info, gue sama Reza udah tidak ada hubungan apapun lagi.” Jawab Aria sangat mengejutkan Tiara.


“ Apa?...kok bisa, dia memilih cewek itu jadinya?, siapa nama nya deh...gue lupa lagi.”


“ Reza tidak pernah memilih di antara kami, gue yang meminta nya kembali memastikan hatinya. Gue yang membebaskan dia dari janji masa lalu yang sudah membelenggu nya selama ini. Agar gue juga bisa bebas menentukan masa depan gue sendiri.” Ucap Aria pelan. Berusaha tegar dan menahan air mata yang berontak keras ingin segera mengalir di atas kedua pipi nya.


“ Ya ampun, Aria. Lo beneran rela meninggalkan mereka?. Kalau Reza benar nanti nikahnya sama cewek itu gimana?...gue aja gak ikhlas dengar nya.” Protes Tiara.


“ Ya berarti itu sudah jodohnya, gue kan juga akan bebas menentukan dengan siapa bisa jatuh cinta lagi. Selama ini gue udah di paksa untuk mencintai Reza, baik dalam dunia khayal dan nyata gue. Sampai-sampai menatap pria lain saja gue gak berani.”


“ Iya sih, tapi...Aria, kok gue jadi takut ya.”


“ Takut kenapa?.”


“ Kalian kan nanti akan tinggal di Inggris berdua, lo gak akan jatuh cinta sama Bimo kan?.” Tanya Tiara seakan menggelitik perut Aria hingga membuatnya terus tertawa.


“ Hahaha soal itu gue gak janji ya, kita kan gak tau kedepannya bagaimana. Jika memang kita ternyata berjodoh...ya, why not?.” Jawab Aria membuat kedua mata Tiara melotot seketika.

__ADS_1


“ Huhuhu jahat banget sih lo huhuhu.” Tiara kembali menangis. Ingin rasanya menculik Bimo saat itu juga agar Aria tidak bisa membawanya bersama ke Inggris.


Aria menatap jam tangannya. Dua jam lagi pesawatnya akan berangkat. Sebenarnya dia masih berharap kehadiran Reza walau sekejap saja untuk memberikannya salam perpisahan. Setelah malam di pesta ulang tahun nya kemarin, Reza benar-benar menghilang dan tidak menghubungi Aria sama sekali.


“ Non Aria, apakah sudah siap semua?.” Tanya Bimo.


“ Ya siap, Bimo.” Jawab Tiara penuh semangat.


Aria terkekeh sendiri mendengar ucapan Tiara tersebut.


“ Tolong bawakan ini semua ya.” Pinta Aria kepada Bimo.


“ Perlu di bantu gak?.” Tanya Tiara dengan lembut. Namun Bimo tidak menjawabnya. Hanya memberikan senyuman manis nya kepada Tiara.


“ Astaga...Aria, lo lihat tadi?. Dia tersenyum sama gue.” Ucap Tiara ketika Bimo sudah berjalan meninggalkan mereka.


“ Udah ah, yuk!.” Ajak Aria menarik tangan Tiara.


“ Tapi sayang, dia akan pergi bersama lo ke Inggris...huaaaa, Aria. Gue pengen pindah kampus juga deh. Gue pengen kuliah di Oxford juga...”


**


Mobil mereka akhirnya sampai ke bandara tepat waktu. Satu jam lagi pesawatnya Aria akan berangkat. Mereka pun langsung membantu Aria check In.


“ Nak, jangan lupa pagi, siang, sore dan menjelang tidur. Kamu harus hubungi ayah.” Pesan Ananta kepada puterinya itu.


“ Pasti ayah, aku akan selalu mengingat ayah dan akan menghubungi ayah kapan pun.” Ucap Aria sambil memeluk erat ayahnya.


“ Sukses ya Aria, semoga lekas lulus dan kembali lagi ke Indonesia secepatnya.” Ucap Tiara dengan tetesan air mata lagi di kedua pipinya.

__ADS_1


“ Sekarang Bimo bisa lebih punya banyak waktu ke lo.” Bisik Aria membuat perasaan Tiara seakan langsung terbang di udara.


“ Maksud lo...?.” Tanya Tiara bingung.


“ Dia akan stay di Indonesia.” Jawab Aria, dan Tiara pun menambah erat lagi memeluk Aria.


“ Aduh...lepaskan Tiara. Engap tahu!” Protes Aria sambil melepas tangan Tiara. Saat itu juga Aria melihat sepasang pria dan wanita yang sangat di kenalnya sedang mendekat ke arahnya.


Reza langsung menjauh dari ku saat aku ambil keputusan itu, dan hari ini sudah datang bersama melepas kepergianku bersama dengan Khiana. Harusnya aku bahagia melihat mereka dapat bersama tanpa ada bayang-bayang diriku lagi. Aria


“ Aria, mereka datang bersama?. Kok gak tahu malu ya...kenapa gue jadi sakit hati ya.” Bisik Tiara menambah rasa sesak di dada Aria.


“ Hahaha, lebay banget sih lo. Gua aja biasa saja.” Ucap Aria.


Ananta langsung menghindar dari pertemuan itu, dia menghampiri Bimo yang berdiri di sisi lain. Aria dapat melihat kekecewaan yang berat di wajah ayahnya yang sudah menua. Ada rasa sesal di hatinya karena sudah membuat ayah nya sedih sekarang. Meninggalkannya dan membatalkan pertunangan dengan Reza.


“ Aria...” panggil Khiana. Wanita cantik itu langsung memeluk Aria sebelum Aria membalas sapaannya.


“ Terima kasih untuk kesempatan yang sudah kamu berikan kepadaku dan Reza. Semoga kamu sukses dan betah ya disana. Jaga diri baik-baik.” Ucap Khiana.


“ Ya, sama-sama. Kalian memang seharusnya sudah bersama dari dulu. Terima kasih untuk doa nya ya. Jangan lupa undangan kalau udah waktunya ya.”


“ Hahaha Soal itu biar Reza saja yang mengabari mu.” Ucap Khiana lagi. Mereka pun saling melepaskan pelukan.


Aria memaki hatinya dengan keras agar tidak menangis di depan Reza dan Khiana.


“ Hai Kapten....sampai jumpa lagi.” Ucap Aria kepada Reza. Mereka tidak saling bicara lagi, Hanya berkata lewat mata dan hati yang saling berdusta. Entah rasa apa yang saat ini ada. Mungkin hanya kesedihan karena perpisahan.


Aria pun segera pamit kepada mereka.

__ADS_1


Reza melepas kepergian Aria dengan bisu nya. Jika bukan karena Khiana yang memaksa, Reza tidak akan datang mengantar Aria saat ini. Karena dia tahu, ketika nanti dia menatap punggung Aria akan membuat hati Reza seakan tercabik-cabik.


Selamat tinggal Aria, kejar lah impian mu. Nikmatilah kebebesan yang selama ini sudah terkekang darimu. Aku harap dapat berjumpa lagi dengan mu, suatu hari nanti. walaupun kita tak dapat bersama saat ini. Ayah...bunda...ibu...maafkan aku, atas janji yang harus terkalahkan dengan kekuatan cinta sejati. Reza


__ADS_2