
Suara letusan senjata api berulang kali dan teriakan kesakitan dari seorang laki-laki menghancurkan perasaan Aria lebih hancur lagi.
Kenapa...aku baru saja mengetahui siapa pangeran bayanganku selama ini . Ternyata dia adalah laki-laki yang juga aku aku cintai selama ini. Kapten Reza...kenapa...kenapa malah berakhir seperti ini. Aria
Darah memuncrat deras dari punggung, lengan dan kaki nya Rio. Dengan cepat Chia melemparkan senjata api ke arah kapten Reza. Kapten Reza juga cepat merebut senjata api yang di pegang Rio dan mengarahkannya ke kepala Rio.
“ Lepaskan senjata kalian atau kepala ketua kalian ini akan hancur dalam sekejap.” Perintah kapten Reza mengejutkan Aria. Dia membuka matanya. Dan di lihatnya calon suaminya itu masih berdiri dengan gagah walaupun dengan banyak luka di wajahnya. Aria tersenyum, sekilas kapten Reza juga menatap matanya. Membalas dengan senyuman manis nya juga.
Chia mendekati Aria dan Khiana. Memberikan mereka masing-masing senjata api. Chia tahu Aria dan Khiana sama-sama bisa ilmu bela diri.
“ Jaga diri kalian masing-masing.” Bisik Chia kepada Aria dan Khiana.
Anak buah nya Rio bingung dengan situasi saat itu. Rio masih mengerang kesakitan. Namun dia membalikan badannya lagi
“ Kenapa kalian diam saja. Kalau gue harus mati...mereka semua juga harus mati!!!” Teriak Rio kencang. Anak buah nya pun kembali bersiap dengan senjata nya masing-masing. Siap-siap melepaskannya ke arah yang mereka mau.
Dor...Dor..lepasan tembakan senjata api keluar dari senjatanya nya Chia lagi ke aah beberapa anggota Black Hole.
kapten Reza mengajak Aria dan Khiana bersembunyi di balik sebuah lemari yang berada di pojok ruangan.
“ Tunggu di sini.” Pinta kapten Reza kepada mereka. Chia juga bersembunyi di balik kursi besar. Beberapa kali mereka saling membalas tembakan.
Rio masih tergeletak di tengah ruangan. Darah terus mengalir dari dalam tubuhnya. Seorang anak buahnya terlihat mendekatinya dan berusaha membawa nya keluar dari ruangan itu. Namun tiba-tiba sebuah tembakan kembali mendarat di kepala Rio. Chia menembaknya tepat di posisi yang menyebabkan Rio tambah ambruk tidak bergerak sama sekali.
“ Ketua kalian sudah mati...menyerah saja lah!” Teriak Chia kencang. Beberapa anak buah nya Rio kabur keluar ruangan. Namun 6 orang yang tersisa masih berada di dalam sana. Siap bertempur dengan mereka hidup atau mati. Apalagi di lihatnya langsung sang ketua mati di tangan Chia. Tujuan mereka bukan lagi kapten Reza, Aria dan Khiana. Tetapi mereka ingin membalaskan kematian Rio kepada Chia. Namun dari balik lemari kapten Reza melindungi Chia dengan tembakan senjata api ketika anggota Black Hole tersebut menyerang Chia.
Kapten Reza...satu minggu tanpa kabar, seakan menghilang begitu aja setelah aku mengungkapkan perasaanku kepadanya. Ternyata dia sedang menyiapkan pesta kecil bersama ayah malam ini...ya, harusnya malam ini kita berada di atas meja makan yang romantis. Bukan berada di balik lemari dalam situasi yang sangat mencekam ini...bukan hanya kita saja saat ini, di samping ku juga ada Khiana. Berada di tengah-tengah kapten Reza dan Khiana sungguh membuat dadaku semakin sesak. Ah...benarkah semua cerita Rio tentang kalian tadi? Aku belum bisa berpikir jernih...seperti apa hubungan kalian sebenarnya di masa lalu dan saat ini...kapten, aku sadar...saat ini kamu bukan hanya sedang melindungiku...tetapi juga melindungi Khiana. Aria
__ADS_1
Pintu ruangan terbuka dengan paksa.
“ Jangan bergerak. Kalian semua sudah di kepung!!!” Teriak sersan Dhika membuat kapten Reza sedikit tenang.
Puluhan anggota polisi memaksa masuk kedalam ruangan tersebut. Anggota Black Hole yang tersisa di dalam sana pun akhirnya melepaskan senjata nya masing-masing.
Setelah dirasa semua aman terkendali. Kapten Reza mempersilahkan Aria dan Khiana keluar dari persembunyiannya.
“ Kita sudah aman...kalian semua selamat.” Ucap kapten Reza
“ Terima kasih Reza...” Ucap Khiana sambil memeluk erat kapten Reza.
Aria yang melihat pemandangan itu jadi seakan kehilangan tenaga nya. Kapten Reza menatap Aria dan melepaskan pelukan Khiana dari tubuhnya.
“ Oh iya...maaf Aria, aku sangat terbawa suasana. Kita semua hampir saja mati tadi. Maaf ya...” Ucap Khiana sadar perbuatannya sudah menyakiti perasaan Aria.
Kapten Reza menggandeng tangan Aria, namun segera di lepaskan oleh Aria. Dia memilih jalan sendiri dan mendekati Rio yang kini sudah tiada.
“ Jangan disentuh sedikitpun.” Perintah seorang anggota kepolisian kepada Aria. Dia mengangguk tanda setuju.
Melihat Rio lebih dekat tanpa menyentuhnya sedikitpun
Rio, entah aku harus membenci atau berterima kasih kepadamu. Sudah membawa ku jauh kedalam permasalahan ini. Aku ingin bertanya lebih banyak kepadamu...tentang hubungan mereka.
Rio...kenapa aku menangis. Apakah aku menangisi kepergianmu...atau menangisi diriku sendiri. Jika ingat semua kata-katamu tentang mereka...perasaan ini jadi sangat terluka lagi. Selamat tinggal Rio...Aria
“ Chia, terima kasih sudah menyelamatkan saya.” Ucap kapten Reza mengejutkan Aria. Dilihatnya kapten Reza sedang bersalaman dengan Chia
__ADS_1
“ Sudah seharusnya kapten, aku akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan ku.” Chia mengulurkan kedua tangannya kepada kapten Reza.
Sersan Dhika segera mendekati mereka dan memborgol kedua tangan Chia.
Aria masih terdiam, bingung harus melakukan apa. Semua terasa seperti mimpi baginya. Tidak jelas namun terasa sangat menyakitkan.
“ Aria...maaf .” Ucap Chia kepada Aria sebelum dibawa pergi oleh sersan Dhika.
“ Chia...” panggil Aria menghentikan langkah mereka
Aria berlari mendekati Chia dan langsung memeluknya erat.
“ Jaga diri baik-baik Aria. Mulai sekarang tidak akan ada yang berusaha menyakiti lo lagi. Maafin gue dan Rio yang selama ini udah menyusahkan lo.” Ucap Chia di telinga Aria.
“ Dimana Tiara?...” tanya Aria penasaran
“ Dia...sudah tidak ada.” Beritahu Chia mendebarkan jantung Aria kembali
“ Mak..maksud lo?.” Aria terbata dan tetesan air mata sudah mengalir di pipinya
“ Setahu gue, anak buahnya Rio hanya membawa lo keluar dari dalam mobil itu. Dan membiarkan yang lain di dalamnya. Info yang gue dapat mobil itu meledak dan membakar semua yang ada disana...maaf Aria.” Chia yang juga sudah mulai menangisi ceritanya sendiri
“ Tiara...huhuhu gak mungkin, Tiara...!!!” Teriak Aria lagi dan merasakan dunia seperti benar-benar berhenti saat ini. Dadanya semakin sesak, pandangannya menjadi gelap. Aria terjatuh namun segera di tangkap kapten Reza.
Dia tidak sadarkan diri. Kapten Reza kemudian menggendongnya dan membawanya pergi keluar ruangan. Menuju ambulance yang sudah menunggu di bawah sana.
Istirahat lah Aria, kamu pasti sangat lelah...Setelah ini aku janji akan selalu menjagamu. Hingga kamu tidak merasakan penderitaan seperti ini lagi. Kapten Reza
__ADS_1