Janji Atau Cinta Sejati

Janji Atau Cinta Sejati
Mobil Goyang


__ADS_3

“ Apa, jadi lo mau jalan nya sama Reza?. Huhuhu padahal kan gue udah happy banget mau jalan bareng sama Bimo lagi.” Gerutu Tiara di sebrang sana.


“ Bimo akan jemput lo kok, kita ketemu di RS X jenguk Alben dulu.” Aria.


“ Apaaa, hahaha kalau begitu boleh banget Aria. Dengan senang hati.” Tiara.


“ Yaudah sana siap-siap, nanti Bino dateng lo belum cucok lagi.” Aria.


“ Yaa pasti dong, dada Aria sayang.” Tiara.


Aria menutup panggilan telponnya. Kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur. Perasaannya masih gelisah. Haruskah dia ikut datang bersama dengan Reza ke yayasan tersebut. Walau awalnya Aria memang mau kesana secara diam-diam dengan Tiara.


Telpon Aria kembali berbunyi, panggilan dari Tiara lagi.


“ Yess, kenapa lagi?.” Tanya Aria.


“ Ariaa, Alben barusan kasih kabar kalau dia udah pindah Rs ternyata di negara S. 2 hari yang lalu.” Beritahu Tiara.


“ Oh, hmm...yaudah deh. Kalau gitu gak jadi.” Aria.


“ Jangan dong Ariaaaa, nanti Bimo gak jadi jemput gue.” Tiara.


“ Hahaha kalau itu gue gak akan info ke Bimo. Dia udah jalan jemput lo kok. Jadi rencana selanjutnya gue serahin ke kalian berdua aja ya.” Aria.


“ Waaaw, thanks alot my best...best...friend. You’re th best always.” Tiara.


“ Udah ah...lebay.” Aria.


Aria menutup telpon nya. Dan membuka sebuah pesan yang masuk ke hp nya.


“ Sayang, aku di taman belakang sama ayah mu.” Beritahu Reza pada pesan tersebut.


“ Oke.” Jawab Aria singkat.


Aria menuruni lantai menuju taman belakang rumahnya. Reza dan Ananta sedang mengobrol dengan santai disana.

__ADS_1


“ Ya sudah sana, hati-hati ya.” Ucap Ananta sambil menepuk punggung Reza berkali-kali.


“ Siap paman.” Reza.


“ Ayah...aku jalan ya.” Aria pamit sambil memeluk ayahnya


Aria dan Reza pun berjalan meminggalkan Ananta. Reza menggandeng tangan Aria dengan mesrah.


Tangan yang hangat sekali, kenapa setiap kali di genggam oleh nya aku masih aja berdebar seperti ini. Aria


“ Oh iya, Alben udah pindah rumah sakit di negara S. Jadi gimana ?.” Aria.


“ Ya, kalau begitu kita langsung ke yayasan aja ya.” Reza


“ Oke.” Aria.


Mereka berjalan menuju mobil Reza yang terparkir. Reza pun langsung mengemudikan mobil nya menuju yayasan milik Khiana yang sudah jadi kunjungan wajib baginya di setiap bulannya.


Sepanjang jalan Aria lebih banyak terdiam di banding Reza yang selalu mencoba mencari-cari bahan omongan.


“ Kamu kenapa sih sayang?, apa kamu tidak suka ikut ke yayasan?.” Tanya Reza.


“ Apa kita mau ke dokter dulu?.” Reza.


“ Enggak sayang, aku gak apa-apa. Cuma agak pusing aja dikit.” Aria.


“ Kita gak usah ke yayasan. Aku antar kamu berobat aja.” Reza.


“ Jangan sayang, benaran aku gak apa-apa. Kalau gak jadi ke yayasan aku malah jadi kecewa. Atau jangan-jangan sebenarnya kamu yang enggak mau ajak aku kesana.” Aria.


Reza tidak menjawab, dia menepikan mobil nya kemudian memegang kening Aria dengan telapak tangannya berkali-kali. Suhu tubuh Aria terasa normal di rasakan oleh Reza.


“ Kamu gak lagi cemburu kan sama Khiana?.” Tanya Reza mengejutkan Aria.


“ Hmm, kenapa harus cemburu?.” Aria.

__ADS_1


“ Khiana itu cuma sahabat, tidak lebih dari itu. Kalau kamu tidak suka aku ke yayasan miliknya, aku janji tidak akan pernah kesana lagi.” Ucap Reza lagi kembali mengejutkan Aria.


“ Jangan sembarangan berjanji sayang.” Aria.


“ Habis nya kamu aneh, jadi gimana sekarang kita ke sana atau ke tempat lain aja menghabiskan waktu bersama?.” Reza.


“ Ke yayasan.” Aria.


Reza menggenggam kembali kedua tangan Aria. Lalu mencium kening Aria.


“ Kamu harus percaya sama aku, semenjak aku berjanji untuk menikahimu. Semenjak itu juga aku selalu menjaga rasa cinta dan kesetiaan ini untukmu sayang.” Ucap Reza setelah menyelesaikan ciuman di kening nya Aria.


“ Apa iya, yang aku ingat kamu pernah ngomong sama aku kalau kamu pernah mencintai seorang wanita. Ya walaupun saat itu kamu ngaku nya belum pernah pacaran. Tapi ketika aku tanya apakah kamu sedang merasakan cinta saat di dekatku kamu jawab tidak. Masa kamu lupa...” Aria.


“ Hahaha kamu masih ingat ternyata, saat itu aku cuma tidak ingin terlalu vurgar menunjukan rasa cintaku kepadamu Aria. Maaf ya sayang.” Reza.


“ Begitu kah ?.” Ucap Aria lagi sambil mengkrucutkan bibirnya ke Reza.


Tanpa kata-kata lagi Reza langsung menyerang bibir Aria dengan ciuman. Mereka pun terlarut dalam kenikmatan aktifitas yang mendebarkan itu.


“ Sudah ah, nanti ada yang lihat malu tau...” Ucap Aria sambil mendorong tubuh Reza.


Reza tertawa pelan. Sejenak menyenderkan kepalanya di sandaran kursi.


“ Yuk jalan.” Aria.


“ Sebentar sayang, masih ngos-ngosan. Masih kepingin soalnya hahaha.” Reza.


“ Apaan sih.” Aria mencubit lengan Reza.


“ Pantesan ada banyak kasus mobil goyang, karena memang luar biasa rasanya. Padahal baru ngerasain dasar nya aja.” Reza.


“ Mobil goyang yang mana ?.” Tanya Aria sambil celingak celinguk melihat sekitar. Karena mobil mereka menepi di jalan yang cukup sepi.


“ Hahaha.” Reza hanya tertawa, kemudian melanjutkan kemudinya lagi.

__ADS_1


Kekasihnya itu baru saja lulus SMA, jangankan berpacaran dan mengerti apa itu mobil goyang. Mencintai pria lain saja dia tidak berani. Aria hanya mencintai Reza baik dalam kehidupan khayal nya juga di kehidupan nyata nya.


Aku mencintaimu Aria, sejauh ini hanya kamu yang ingin aku cintai. Bukan yang lain. karena janji suci itu. Aku harus mencintaimu dan hanya kamu. Reza


__ADS_2