Janji Atau Cinta Sejati

Janji Atau Cinta Sejati
Ping


__ADS_3

Ping


Sebuah pesan wa masuk ke hp nya Bimo yang masih tergeletak di atas meja taman rumah utama Ananta Wiratama.


Bimo masih setia menunggu nona Aria nya pulang. Reza belum lama memberi kabar kalau mereka sudah dalam perjalanan pulang.


Sepertinya kapten Reza mengirim pesan lagi. Bimo


Bimo segera mendekati meja tersebut dan membuka layar hp nya.


“ Haiii Bimo, gimana kabar mu?.” Tiara


Tidak menjawab, dia kembali meletakkan hp tersebut di atas meja dan kembali menyeruput kopi susu nya.


Ping


Bunyi pesan itu bunyi lagi, Bimo melirik sebentar ke arah hp nya. Masih dari pengirim yang sama.


“ Centang biru tapi kok gak di bales sih ?!.” Tiara.


Bimo tidak membuka pesan tsb, tapi dapat terlihat dan terbaca di layar hp nya. Bimo pun melanjutkan meyeruput kopi susu nya lagi.


Ping


“ Lagi sibuk ya...” Tiara


30 menit kemudian


Ping


“ Sorry, aku ganggu ya...” Tiara


Bimo masih duduk manis di kursi sambil berkali-kali melirik hp nya.


Di jawab sekali, pasti akan terus-terusan membalas. Wanita satu itu, kenapa sangat berisik sekali sih.Bimo


Ping


Pesan masuk lagi, dan sepertinya Tiara masih belum gentar mengejar balasan dari Bimo.


“ Barusan aku nelpon Aria.” Tiara


Membaca pesan yang satu ini gak bisa menahan Bimo untuk tidak membuka layar hp nya.


“ Maaf nona, ada urusan apa dengan nona Aria sampai menghubungi nya ?.” Balas Bimo


Tiara sudah membaca pesannya, tapi tidak juga di balas. 10 menit lebih Bimo menunggu belum juga ada balasan dari Tiara. Tidak sabar dia langsung mengklik nomer Tiara.

__ADS_1


Sekali panggilan tidak juga di angkat oleh Tiara. Padahal Bimo lihat status pesan Tiara masih online.


“ Tolong jawab pesan saya atau angkat telpon dari saya sekarang juga.” Ketik Bimo kemudian mengirimkan pesan tersebut kepada Tiara.


Dan kali ini Tiara tidak membuka pesannya.


Masih penasaran Bimo kembali menghubungi Tiara namun tidak aktif.


“Hai...kenapa sih ini orang. Aneh banget.” Gerutu Bimo. Kemudian dia langsung menghubungi Aria.


“ Ya Bimo, ada apa ?.” Tanya Aria di sebrang sana.


“ Maaf nona, apakah nona baik-baik saja ?.” Bimo terdengar sangat khawatir.


“ Aku baik-baik saja kok. Dikit lagi juga sampai rumah. Kenapa Bimo ?.” Aria.


“ Oh tidak apa nona, apakah tadi nona Tiara menghubungi nona ?.” Bimo


“ Hmm. Ya belum lama nelpon. Cuma tanya kamu lagi sibuk gak. Ya aku jawab aja kamu lagi gak ada kesibukan kok. Aku kan masih di jalan sama Kapten Reza.” Aria.


“ Baik nona, maaf sudah mengganggu.” Bimo.


“ Oh iya Bimo, tunggu sebentar...kamu tahu kan Tiara itu sahabat baik aku.” Aria.


“ Iya nona, saya tahu. Memang nya kenapa nona.?” Tanya Bimo bingung.


“ Baik nona.” Bimo.


“ Janji yaaa Bimo.” Pinta Aria.


“ Ya saya janji.” Bimo


“ Oke, bye Bimo...sampai ketemu di rumah.” Aria menutup sambungan telponnya.


Hufff, kenapa nona Aria jadi seperti ini sih. Kenapa juga aku harus janji tidak akan mengecewakan manusia berisik itu. Bimo


Bimo kembali melirik layar hp nya. Di lihatnya status pesan Tiara kembali online. Dengan cepat dia mengirimkan pesan kepada Tiara.


“ Maaf ya nona, saya tidak mengecewakan nona kan?.” Bimo


Tiara membaca pesan tersebut.


Ping


“ Kecewa sekali.” Jawaban singkat Tiara membuat jantung Bimo kini berdebar.


“ Kenapa?, bisa kah saya mengubungi nona sekarang.?” Tanya Bimo.

__ADS_1


Ping


“ Kenapa kamu masih aja kaku sama aku, bukannya kita udah sepakat untuk menjadi teman baik? Panggil aku Tiara saja.” Tiara.


“ Baik, Tiara.” Bimo.


Baru membalas pesan Tiara hp Bimo kembali berbunyi. Kali ini panggilan video call dari Tiara.


Astaga, kenapa dia malah video call. Bimo


Bimo ingin mengabaikan panggilan tersebut, namun ucapan Aria kembali terdengar di telinga nya.


Oke...oke, tidak boleh mengecewakan dia. Bimo


Dia pun kemudian menerima panggilan video call tersebut.


“ Haiiiii, kok lama banget sih angkat nya.?” Tanya Tiara sambil memperlihatkan senyum manisnya.


Tiara sudah mempersiapkan panggilan ini dengan memakai make up agar terlihat lebih cantik oleh Bimo.


“ Iya no...Sorry, Tiara. Ada apa ya ?.” Bimo terlihat gugup memandang Tiara dari layar hp nya.


“ Loh, katanya tadi mau menghubungi aku?.” Tiara.


“ Oh iya, kenapa Tiara kecewa sekali sama saya.?” Bimo.


“ Iya lah, kamu kesal kan pas aku gak balas-balas pesan dari mu tadi?.” Tiara berbalik bertanya.


“ Hmm.” Bimo.


“ Kurang lebih begitu lah perasaanku. Kalau kamu gak langsung membalas apalagi sampai mengabaikan pesan dari aku.” Tiara.


Bimo hanya terdiam.


“ Ya walaupun kamu penasaran membalas pesan aku karna aku menyebut nama Aria disana.” Ucap Tiara agak sedikit sedih.


“ Maaf ya Tiara, tapi sekarang kamu udah gak kecewa lagi kan sama saya.” Bimo.


“ Hahaha ya, gak tau ya. Mungkin akan sangat kecewa lagi kalau aku di cuekin lagi sama kamu.” Tiara.


“ Saya tidak akan mengabaikan pesan atau telpon dari Tiara lagi.” Ucap Bimo serius dan Tiara terlihat sangat bahagia menatap Bimo.


Bimo bingung mau bicara apa lagi, dia hanya terdiam mendengarkan semua ocehan Tiara dari layar hp nya.


“ Ok Bimo, terima kasih yaa. Nanti kita lanjut lagi. Aku mau siap-siap ke kampus dulu.” Pamit Tiara akhirnya membuat lega nafas Bimo.


“ Iya, bye..” Ucap Bimo langsung menekan tombol merah di layar hp nya.

__ADS_1


__ADS_2