Janji Atau Cinta Sejati

Janji Atau Cinta Sejati
Ucapan Jujur Aria


__ADS_3

Aria sudah berada di sebelah kursi mobil yang di kendarai kapten Reza. Alunan lagu romantis terdengar sangat mesrah semakin membuat hati Aria berbunga-bunga. Sepertinya setelah lagu Aria, inilah lagu fenomenal selanjutnya dalam hidupnya.


“ Kok diam aja?.” Tanya kapten Reza


“ Lagi menikmati lagu ini.” Jawab Aria sambil tersenyum menatap perwira muda yang sangat tampan di sebelahnya itu.


“ Hmm, lagu nya bagus ya...” Puji kapten Reza, seperti nya dia juga sedang menikmati lagu tersebut.


“ Iya, sampai terbawa suasana...” Aria memejamkan kedua matanya.


Kapten Reza melirik ke arah Aria


Duh, kenapa jadi berdebar ya...please dong, jangan seperti itu. Gadis ini, bikin gemas aja. Kapten Reza


Ya Tuhan, mimpikah aku...duduk berdua dengan seseorang yang aku cintai ini. Di iringi lagu mesrah ini pula. Terima kasih Tuhan, sungguh aku ingin merasakan lebih dalam lagi perasaan yang unik ini. Aria


Sekian lama saling terdiam. Kapten Reza berkali-kali melirik ke arah Aria


“ Aria, kamu tidur ?.” Tanya kapten Reza, dan Aria masih memejamkan matanya.


Bangun dong Aria, melihatmu seperti itu bikin hati ini jadi gak karuan aja. Kapten Reza


“ Aria...” panggil kapten Reza lagi


“ Yaa, sayang...” Jawab Aria mengejutkan sang kapten, yang tanpa sadar mendadak menginjak rem hingga membangunkan Aria dalam mimpi indah nya.


“ Astaga...ada apa?.” Tanya Aria ketakutan


“ Ah enggak, enggak ada apa-apa...ma..maaf ya.” Kapten Reza menjawab dengan gugup


Sepertinya aku ketiduran, lagu yang tadi aja udah berganti. Bodohnya kamu Aria...di saat-saat romantis berdua dengan kapten Reza malah tidur. Aria


“ Sorry, aku ketiduran ya hehehe.” Aria


“ Habis begadang ya.” Tebak kapten Reza


“ Ya, gitu deh...semalaman gak bisa tidur mikirin konferensi pers hari ini.” Aria membenarkan tebakan Kapten Reza.


Kapten Reza tersenyum, kemudian melanjutkan kemudinya.


“ Aria...kamu jangan tertidur seperti itu lagi ya, apalagi kalau bersama orang lain.” Pinta kapten Reza


“ Iya maaf, tapi memang aku terbiasa cepat tertidur di dalam mobil. Waktu sama Bimo juga...tiba-tiba udah sampai sekolah aja hehehe, memang nya bahaya gimana?.” Aria


Bahaya sekali, aku saja hampir tidak bisa mengendalikan diri. Kapten Reza


“ Ya bahaya aja, kalau sama orang lain kamu tertidur seperti itu bisa di culik lagi. Emang nya kamu mau ?.” Kapten Reza


“ Hahaha ya enggak lah, lagian aku kan juga gak pernah boleh naik mobil sama orang lain. Naik taxi atau driver online aja belum pernah.” Aria cekikikan sendiri.


“ Bagus deh, kasus penculikan ini aja belum selesai. Akan sangat merepotkan lagi kalau kamu sampai di culik lagi.” Kapten Reza


“ Aduh, jangan dong...ini aja aku masih trauma. Masa mau di culik lagi.” Ucap Aria sambil mengetuk-ngetuk dashboard mobil di depannya.


“ Amit-amit...amit-amit.” Ucap Aria lagi membuat kapten Reza tertawa pelan.


Aria menatap kapten Reza dan tersenyum manis kepada nya saat tiba-tiba sang kapten juga memandangnya.


Haiii debaran ini, apakah setiap saat harus merasakan hal ini jika kita saling berpandangan seperti ini. Aria

__ADS_1


Kapten Reza memalingkan pandangannya cepat ke depan jalan. Saat mereka secara tidak sengaja saling berpandangan lagi.


“ Jaga jarak ya...” Pinta kapten Reza mengejutkan Aria


Aduh, apa kita sudah gitu harus jaga jarak...pasti ayah yang minta, tapi kenapa. Aria


“ Aria, kamu dengar aku kan?” Tanya kapten Reza


“ Jaga jarak...sama siapa?” Aria


“ Sama siapapun, termasuk teman cowok mu yang satu tadi.” Jawab kapten Reza.


“ Eh, teman cowok yang mana?.” Aria bingung.


“ Alben...” Jawab sang kapten singkat sambil menatap Aria


“ Loh, kenapa...? Alben itu salah satu sahabat baikku kok.” Aria perotes


“ Ya pokok nya jaga jarak aja.” Ucap kapten Reza tanpa alasan


“ Btw, apakah ayah pernah minta kapten jaga jarak dengan ku?.” Tanya Aria


“ Hmm, enggak. Malah minta saya jagain puteri satu-satunnya ini .” Jawab kapten Reza sambil tersenyum membalas pandangan Aria kepadanya


“ Jagain...seperti Bimo saat itu?.” Tanya Aria lagi. Kapten Reza tidak mejawab, hanya kembali tersenyum tipis.


Syukurlah, setidaknya aku masih bisa deket sama kamu kapten, sampai pangeran bayangan itu benar-benar hadir di kehidupanku. Aria


“ Alben baru saja mengundangku, untuk party kecil-kecilan di rumah nya.” Beritahu Aria


“ Kalau bisa jangan datang dulu.” Pinta kapten Reza


“ Hmm akan kita pikirkan lagi nanti.” Kapten Reza


“ Apakah aku semenderita begini, harus jaga jarak dengan sahabat-sahabat ku sendiri.” Aria sedih


“ Kamu masih bisa bertemu dengan Tiara.” Kapten Reza


“ Tiara dan Alben apa beda nya? Mereka sama-sama sahabatku...” protes Aria sambil cemberut ke arah kapten Reza


“ Ya, Tiara kan bisa main ke rumah Aria. Sabar yaa, setidaknya kamu jangan pergi kemana-mana dulu sampai kita berhasil menangkap Rio dan Chia.” Pinta kapten Reza kembali sambil melirik Aria yang masih merengut. Mukanya di buat kesal tapi malah terlihat sangat menggemaskan.


“ Apa Alben kan juga bisa main kerumahku juga...atau dia harus membuat party di rumah ku saja? Berlebihan sekali...” Aria masih protes. Kapten Reza hanya terdiam.


Baru saja aku happy sama perasaanku terhadap mu. Tapi kenapa kamu malah buat aku kesal seperti ini sekarang. Aria


“ Apa alasanku harus menurutimu kapten, kamu kan bukan siapa-siapa aku. Aku baru tidak akan pergi ke pesta Alben jika ayah melarang ku.” Ucap Aria sekian lama mereka saling terdiam.


“ Ya maaf, aku memang bukan siapa-siapa nya kamu. Aku cuma ingin memberikan perlindungan kepada siapapun yang perlu di lindungi. Itu udah menjadi bagian dari tugas sebagai anggota polisi.” Kapten Reza kembali melirik Aria


“ Sebagai anggota polisi?...apakah kapten juga akan sangat perhatian pada semua masyarakat yang membutuhkan perlindungan seperti aku?.” Aria menatap tajam kapten Reza


Aku takut hanya aku saja yang ke GRan selama ini. Merasa sangat di perhatikannya selama ini. Berharap ada sedikit rasa suka darinya kepada ku...kapten Reza, aku bahkan sudah mencintaimu sekarang. Aria


“ Ya, sudah seharusnya...Aria.” Kapten Reza


“ Apa...jadi kapten sering memeluk dan membiarkan seorang wanita menangis di bahumu seharian? .” Tanya Aria kesal


“ Kok nanya nya gitu sih, hahaha ya enggak lah. Kita bekerja pasti ada kodeetik nya. Aria... yang kemarin-kemarin itu kan karna aku anggap kamu udah seperti keluarga sendiri.” Kapten Reza

__ADS_1


“ Keluarga...? Oh, karna alm ibu mu adalah kakak angkat ayahku ya.” Aria


“ Iya...” Kapten Reza tersenyum


“ Aku pikir lebih dari sekedar keluarga.” Ucap Aria di luar kendali pikirannya. Dia bahkan kaget mendengar ucapannya sendiri. Di tatapnya kapten Reza yang ternyata malah tertawa mendengar ucapan Aria


“ Hahaha memang nya apa?...Aria tidak lagi jatuh cinta kan sama aku?.” Tanya kapten Reza mendebarkan jantung Aria semakin kencang


Satu atau dua minggu lagi, sebelum pangeran bayangan itu datang. Gak ada salah nya aku berkata jujur pada kapten Reza. Aria


“ Kalau iya kenapa ?.” Aria menatap kapten Reza. Kini debaran di jantung sang kapten yang se akan-akan mau loncat dari tempat seharusnya


“ Kapten, kenapa wajahmu memerah?.” Tanya Aria sambil tersenyum


“ Ah, enggak kok. Karna lagi panas aja.” Kapten Reza memarkirkan mobil nya. Kemudian melepas jaket hitam yang di kenakannya dan melemparkan ke arah kursih belakang


“ Eh, kamu mau apa?...” Tanya Aria malah ketakutan


“ Kamu pikir mau apa? Panas tahu...” Kapten reza melanjutkan kemudinya


Kenapa dia tiba-tiba ngomong seperti itu sih. Bikin nafas tiba-tiba terasa sesak aja. Kapten Reza


Aria melihat ke arah kapten Reza lebih teliti lagi. Kapten Reza selalu menggunakan jaket berwarna hitam yang menutupi sebagian seragam polisinya selama ini.


“ Reza A.B....kapten nama panjang mu apa?.” Tanya Aria lagi penasaran.


“ Banyak sekali pertanyaan mu hari ini.” Kapten Reza melirik lagi ke Aria yang masih belum memalingkan tatapannya dari sang kapten.


“ Jangan seperti itu, serem tahu...” ucap kapten Reza lagi menyadarkan Aria


“ Eh, maaf...habis kapten tambah ganteng sih dengan seragam itu.” Ucap Aria sambil tersenyum malu


“ Heiii, apa kamu suka genit begitu kepada semua cowok?.” Tanya kapten Reza kesal


“ Hmmm...mana berani, kapten tahu, selama ini aku di larang jatuh cinta kepada siapapun...Aku cuma boleh mencintai sang Princes Dark Shadow.” Ucap Aria sambil memanyunkan kembali bibirnya


“ Siapa...? Jadi Aria udah punya pangeran ya...Duh, kok jadi sedih ya.” Ucap kapten Reza terdengar sedih di telinga Aria


“ Eh, itu...abaikan saja. Lagian pangeran itu juga enggak jelas kok orang nya. Lagian aku juga masih 18 tahun. Belum saat nya memikikirkan tentang calon suami apalagi pernikahan.” Aria


“ Ya, memang belum saat nya Aria. Mudah-mudahan Rio dan lainnya segera bisa ditangkap. Jadi selanjutnya kamu bisa fokus kuliah dan menggapai cita-cita.” Kapten Reza


“ Tapi kapten, apakah boleh aku merasakan jatuh cinta kepada laki-laki lain selain calon suami yang bahkan aku tidak mengenali itu? .” Tanya Aria kembali mendebarkan jantung sang kapten


“ Hmm...ya, selagi kamu masih bisa menjaga diri terutama menjaga kesucianmu sih boleh-boleh aja. Jatuh cinta kan gak bisa di cegah. Kita berhak jatuh cinta kepada siapapun yang kita inginkan. Cuma gak selama nya cinta itu harus memiliki.” Ucap kapten Reza membuat desiran halus di hati Aria


“ Kalau gitu izinkan aku untuk jatuh cinta.” Aria


“ Kok malah minta izin sama aku?.” Kapten Reza


“ Ya, karna aku jatuh cinta nya sekarang sama kapten Reza.” Jawaban Aria jujur kembali membuat wajah sang kapten memerah


“ Kita udah sampai, aku harus segera balik ke kantor. Ini cuma manfaatkan waktu jam istirahat aja sebenarnya.” Reza menghentikan mobilnya di depan gerbang utama rumah Aria


“ Ok...kapten, maafkan aku ya...perkataanku tadi abaikan saja semuanya. Maaf udah membuatmu tidak nyaman. Terima kasih udah menyediakan waktunya mengantar ku pulang.” Aria pamit dan segera turun dari mobilnya Kapten Reza.


Apakah dia marah?. Bodohnya aku sampai berkata seperti itu kepadanya. Kenapa aku gak bisa menyembunyikan perasaan aneh ini kepada nya. Kenapa juga aku bisa mengungkapkan semua kepadanya tanpa malu sama sekali...Bodoh kamu Aria. Bodoh sekali. Aria


Di dalam mobil kapten Reza masih memandang Aria sampai penjaga rumah membukakan pintu gerbang utama nya dan gadis itu masuk kedalam sana

__ADS_1


“ Maafkan aku, Aria.” Kapten Reza melanjutkan perjalananannya kembali


__ADS_2