
...“ Namanya kapten Reza?. Kalian sudah saling mengenal rupanya...Kenapa kemarin tidak saling sapa?.” Tanya balik David ke Aria. Tiara menatap mata sahabat baiknya itu....
Aria menarik nafasnya dalam-dalam. Entah jawaban apa yang akan di ucapkan. Sampai akhirnya dia lebih memilih diam.
Bimo mencoba mengalihkan ketegangan di antara mereka dengan memanggil anak pertama nya dengan suara yang cukup keras.
“ Tania...sini sayang, ada tante Aria dan om David. Panggil Bimo kepada anak pertamanya yang sedang dalam gendongan mba Yuni.
Anak usia satu tahun itu sedang lucu-lucu nya sekali. Tania memaksa turun dari gendongan pengasuhnya, lalu berjalan pelan setapak demi setapak menuju ayahnya.
"Papa...papapa..mamamamama...ma.” Panggil Ananta membuat David langsung lupa atas pertanyaan nya yang belum di jawab oleh Aria.
“ Oh My God...soo beautiful and very cute. Tania...Tania...” Panggil David mengikuti gerakan tangan Bimo.
Tania berjalan sambil memperhatikan ayah nya dan pria bule yang ada di samping ayahnya. Mereka berdua sama-sama berjongkok sambil mengulurkan kedua tangannya.
“ Ayo...Tania mau pilih siapa, papa atau om tampan nya?.” Tanya mba Yuni di selingi tawa Aria dan Tiara.
“ Pa..papapa...pa.” Jawab Tania, hanya saja anak batita itu bukannya masuk kedalam dekapan ayahnya. Dia memilih masuk kedalam dekapan si bule tampan David.
“ Oh my God, she really chose me...Thank's Tania. I’m so so happy.” David langsung menggendong Tania dalam pelukannya yang lembut.
Aria mendekati David dan Tania. Dia ikut tertawa dan memegang tangan mungil Tania yang sangat lembut.
“ Ma..mamamama...” Panggil Tania ke Aria.
“ Hahaha Tania, please deh jangan berkhianat. Lihat ada yang lebih tampan dari papa langsung berbelok, begitupun mama mau kamu jadikan saingan juga dengan tante mu. Awas yaa.” Protes Tiara, mereka semua pun ikut tertawa.
^^^Syukurlah, Tania sudah membuat David lupa. Terima kasih Tania. Aria^^^
“ Om...ja...om...ja.” Celoteh Tania sambil menunjuk foto yang tadi sudah membuat suasana cukup tegang.
^^^Astaga...baru di puji...anak ini malah...Aria ^^^
__ADS_1
“ Siapa?...Adik Tania kenal dengan om itu ya...tampan ya dik. Tampanan mana sama om David?.” Tanya David sambil melirik ke arah Aria.
“ Om..ja...oo...oom ja.” Jawab Tania masih dengan menunjuk foto itu.
David pun tertawa riang mendengar jawaban polos Tania. Entah batita itu memang benar-benar menjawab atau hanya sedang memberitahu David siapa pria tampan yang sedang duduk mesrah dengan Aria di foto tersebut.
^^^Ah Tania ku...memang terbaik. Tiara^^^
“ Om Ja nya mana dik?...” Tanya David kepada Tania. Pertanyaan yang sangat ingin dia tanyakan lagi ke Aria. Namun mampu membuat David merangkum apa yang sudah terjadi antara Aria dan Reza. Walau tidak seutuhnya.
“ Yeaa...ada yang kangen sama om Reza yaa.” Ucap seseorang dengan riang dari pintu masuk kamar nya Tiara dan Bimo. Suara yang di kenal Aria dengan baik dan langsung membuat jantungnya berdegup kencang.
“ Haiiii, Kebetulan sekali?. Kok gak info-info mau kesini?.” Sapa Tiara, menyapa Khiana dengan ramah dan penuh kehangatan.
^^^Sepertinya aku sudah pergi jauh sekali dari mereka, bagaimana bisa sahabat baikku jadi akrab dengan dia...duh, sakit sekali hati ini. Aria^^^
“ Iya tadi sekalian lewat, Sakha bilang kangen sama dedek Tania. Jadi mampir lagi deh.” Ucap Khiana sambil memeluk Tiara dan mencium lembut anak kedua Tiara yang ada di atas pangkuannya.
“ Oh sama Sakha juga...dimana anak tampan itu?.” Tanya Tiara.
^^^Sakha...pasti anak Khiana dengan Reza. Ya Tuhan...bahkan mereka saling menjodohkan anak mereka. Lihat Aria...begitu menyedihkan sekali kamu. Aria^^^
“ Oh iya Khiana, hampir lupa...kamu ingatkan siapa wanita cantik itu?.” Tanya Tiara sambil melirik ke arah Aria yang sedang berusaha sibuk bercanda dengan Tania dalam gendongan David.
“ Aria...kamu benar Aria? Ya Tuhan...tambah cantik saja. Apa kabar Aria?.” Tanya Khiana sambil berjalan cepat ke arah Aria.
“ Hai Khiana, kabar ku baik.” Jawab Aria membalas pelukan Khiana. Tidak lama mereka pun langsung melepaskan pelukan tersebut.
“ Oh iya kenalkan ini David, calon suamiku.” Ucap Aria dengan bangga nya mengenalkan David kepada Khiana.
Khiana menatap David dan mengulurkan tangannya.
” Khiana...”
__ADS_1
“ David.”
Hanya salaman singkat, karena Khiana langsung kembali menatap Aria.
“ Ibuuuu...”
Belum sempat Khiana bertanya kabar lagi kepada Aria, panggilan kencang Sakha mengalihkan pandangan mereka semua. Sakha datang bersama pengasuh dan beberapa lembar bunga yang baru di petiknya dari taman Tiara.
Dentuman keras di jantung Aria kembali membuat seluruh tubuh Aria seakan melemah seketika. Ingin rasanya dia menangis, memaki semuanya yang sudah tertawa dan bahagia diatas luka yang selama ini dia tutupi.
^^^Tuhan...ternyata tidak mudah menghadapi semua ini. Aku mohon...jangan biarkan aku bertemu lagi dengan Reza saat ini. Aku mohon Tuhan...kuatkan aku...kuatkan aku...Aria^^^
David melihat ada yang aneh dengan kekasihnya. Dia lalu menyerahkan Tania ke mba Yuni. Kemudian merangkul Aria sambil membelai lembut rambut Aria.
“ Thanks...David.” Ucap Aria pelan.
“ Kamu baik-baik saja?. Kita pulang sekarang ya.” Ajak David membuat Tiara dan Khiana menengok ke arah mereka.
“ Khiana, mana suami mu?...” Tanya Tiara sambil melirik tajam ke arah mata Khiana yang sepintas membalas lirikannya namun kini hanya menunduk.
^^^Kenapa kamu jadi seperti ini Tiara?. Lima tahun tidak berjumpa sudah bisa membuat mu sangat berubah. Apakah kini Khiana yang sudah jadi sahabat baikmu. Aria^^^
“ Oh permisi, kami permisi dulu ya. Ada kepentingan lain yang harus kami datangi lagi. Kalian lanjutkan saja.” Ucap David, dia dapat merasakan kegelisahan yang ada di hati Aria. Dia juga mampu melihat kesedihan yang di sembunyikan oleh Aria dengan baik.
“ Kok cepat sekali?. Aku masih kangen lo sama Aria...apalagi suami ku. Oh ya David, apakah kamu tahu?, Aria yang menjodohkan ku dengan suamiku. Aria yang sudah banyak sekali berjasa hingga membuat aku dan suamiku sekarang merasakan cinta yang luar biasa sekali, sampai kami menikah dan memiliki anak.” Ucap Khiana menghentikan langkah David.
“ Oh iya...hahaha, syukur lah kalau kalian semua sudah bahagia sekarang. Aku juga turut bahagia. Secepatnya kami juga akan mendapatkan kebahagiaan itu. Bulan depan aku dan David akan menikah.” Ucap Aria dengan suara yang bergetar.
Tiara langsung meneteskan airmata di kedua pipinya. Dan Aria dapat melihat dengan jelas air matanya itu.
Khiana pun merasakan dada nya semakin terasa sesak. Dia pun langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang.
“ Ayah...kok lama sekali?. Ada Aria disini. Cepat!.” Ucap Khiana kembali membuat dentuman jantung Aria terasa kencang sekali.
__ADS_1
^^^Ya Tuhan...apakah mereka saat ini sudah jahat kepadaku, atau aku yang memang belum bisa menerima kenyataan ini...Reza, akhirnya kita berjumpa lagi. Aria^^^