
Kapten Reza sudah tersungkur di atas lantai dengan darah yang bercucuran dari bibirnya.
Rio masih saja memukulinya tanpa perasaan. Chia yang menyaksikan semua mendekati Rio dan memegang pundak nya.
“ Cukup Rio, ini saat nya gue yang bicara.” Pinta Chia menghentikan pukulan dan tendagan Rio di tubuhnya kapten Reza.
“ Ya...ya, gue juga mau istirahat sebentar.” Ucap Rio sambil meregangkan telapak tangannya.
Chia mendekati Aria yang matanya masih terpejam tidak tega melihat kapten Reza terus di pukuli Rio. Air mata masih mengalir di wajahnya.
“ Aria...maaf ya, tadinya gue pikir mau balas dendam sama lo aja. Karna perusahaan milik ayah lo udah membunuh ayah gue.” Beritahu Chia membuat kejutan baru di hati Aria
“ Tapi setelah tahu ternyata pemilik Berlian Group sebenarnya adalah keluarga kapten ini gue sepakat dengan Rio. Lo gue lepaskan...ternyata Rio benar-benar menginginkan lo Aria...hahaha, dia ingin melanjutkan hasrat tertunda nya saat itu bersama lo.” Ucap Chia lagi kini membuat darah kapten Reza sangat mendidih. Disambut oleh tawa riang Rio
“ Apakah kamu yang bernama Chia?...” tanya kapten Reza
“ Iya kapten tampan...aku Chia, senangnya ternyata kamu mengenaliku.” Jawab Chia mendekati kapten Reza yang masih tersungkur diatas lantai.
“ Alasanmu membenci Aria dan Berlian Group tidak tepat Chia. Karna ayahmu meninggal buka karna bunuh diri. Kamu tahu...laki-laki ******** itu yang membunuh ayahmu.” Beritahu kapten Reza sambil menunjuk Rio
Chia melirik ke arah Rio, dan Rio hanya tersenyum sinis.
“ Dia hanya memanfaatkan kamu untuk mendapatkan Aria...kalian bukan sepupu kan seperti yang di ketahui Alben.” Ucap kapten Reza lagi sambil mengelap darah segar yang keluar dari mulutnya.
“ Hahaha apa lo percaya sama dia Chia...?” Tanya Rio kemudian menendangkan kembali kaki nya di perut kapten Reza
“ Saya mendapatkan pengakuan dari pak Akmal, dia om kamu kan Chia?...5 hari yang lalu saya bekerja sama dengan team kepolisian setempat untuk mengusut kembali kematian alm Guntoro, Ayahmu.” Ucap kapten Reza lagi dan Rio kembali memukulnya.
__ADS_1
“ Tunggu Rio...” Cegah Chia yang mulai penasaran dengan perkataan kapten Reza
“ Ayahmu, memalsukan sertifikat tanah dan menjual tanah milik pak Akmal kepada Black Hole. Karna pak Akmal tinggal di lain kota dia yang memiliki sertifikat asli menjual kepada Berlian Group hingga jadi sengketa antara Black Hole dan Berlian Group saat itu. Pengadilan memenangkan Berlian Group dan selanjutnya Alm bapak Guntoro, ayahmu...di paksa gantung diri oleh anggota Black Hole karna sudah memberikan banyak kerugian terhadap Black Hole.” Beritahu kapten Reza membuat getaran hebat di tubuh Chia. Dia melirik Rio kembali tidak percaya.
“ Rio yang memerintahkan langsung anak buah nya untuk memaksa ayahmu bunuh diri. Karna jika tidak, mereka akan membunuh kamu dan juga ibumu.” Lanjut kapten Reza lagi
“ Hahahaha udah pintar memutarbalikan fakta yaa lo.” Ucap Rio kembali dengan pukulan-pukulannya.
“ Saya bicara sebagai penegak hukum Chia. Saya bicara karna ada bukti...kamu bisa mendapatkan kebenarannya jika kamu mau nanti. Kamisudah berhasil mendapatkan pengakuan dari anggota Black Hole yang meminta ayahmu bunuh diri saat itu.” Ucap kapten Reza lagi di sambut dengan pukulan Rio.
“ Hentikan Rio.” Teriak Chia
“ Kenapa...lo percaya sama dia? Hahaha gue rasa juga udah gak perlu lo lagi sekarang. Sama bodohnya dengan teman culun lo itu...siapa namanya...Alben ya hahaha. Bukannya dia masih terbaring koma di RS sana...mau lo seperti dia?...” Rio berbalik membentak Chia.
Air mata Aria bertambah deras mengalir. Bayangan Alben dan Tiara berada penuh di dalam pikirannya. Bagaimana keadaan mereka sekarang.
“ Lah, lo kan emang membenci Aria karna iri juga kan sama dia...diluar dendam lo sama Berlian Group.” Jawab Rio menagkis tangan Chia dan memegang nya erat.
“ Jadi benar semua apa yang di katakan kapten itu?.” Tanya Chia tidak percaya
“ Apakah gue harus menjawab?...benar atau enggak nya. Tergantung mana yang lebih menguntungkan saat ini hahaha” Jawaban Rio membuat perasaan Chia ikut hancur.
Chia kembali terduduk lemas di kursinya.
“ Ada kata-kata terakhir yang mau lo ucapkan lagi kapten...? Lo liat dua wanita itu. Mereka menangis...melihat pria yang di cintainya nya ini jadi seperti ini hahaha.” Tanya Rio sambil berteriak di telinga kapten Reza
“ Mereka akan jadi milik gue kapten...lo harus tahu. Mereka gak akan bisa lari lagi dari gue...dan lo cuma bakal jadi kenangan pahit dalam ingatan mereka nantinya.” Bisik Rio pelan. Kapten Reza menendang kencang Rio dan memukulinya dengan cepat berkali-kali. Dan gerakannya terhenti lagi dengan gertakan suara senjata api kepada Aria dan Khiana.
__ADS_1
Seorang anak buah Black Hole memberikan senjata apinya kepada Rio. kapten Reza kembali tertunduk mengerti dengan kode yang di berikan Rio kepadanya.
“ Kayanya udah cukup cerita tentang lo saat ini kapten...udah saat nya lo musnah selama-lama nya dari dunia ini.” Ucap Rio
“ Lo masih aja sama pengecutnya seperti dulu. Lo memang tidak pantas menjadi anggota kepolisian karna sikap terkutuk lo ini. Apakah lo berani melawan gue sendiri tanpa bantuan dari anak buah lo itu?...kalau memang lo merasa kuat saat ini.” Tantang kapten Reza membuat emosi Rio semakin memuncak
“ Apapun yang lo katakan kapten...buang-buang waktu aja untuk melakukan itu semua. Kalau bisa menyingkirkan lo dalam sekejap kenapa harus repot-repot seperti itu...” Ucap Rio dan kemudian membuka kunci senjata apinya dan siap-siap menembakan peluru timah panas tepat di kepalanya kapten Reza...
Aria dan Khiana memejamkan kedua matanya kembali, Kapten Reza menatap Aria dan Khiana secara bergantian. Dia pun pasrah dengan keadaan...membalas Aria dan Khiana akan terluka. Tidak membalas...dia yang akan mati saat ini di tangan Rio.
**
“ Sudah 2 jam kapten Reza belum keluar, saat nya kita masuk kedalam sana” perintah sersan Dhika kepada anggota kepolisian lainnya. Mereka sudah berhasil mendekati bangunan di tengah hutan itu. dengan berbagai macam penyamaran yang berhasil mengelabui mata-mata Black Hole.
Pintu gerbang yang di jaga oleh 4 orang anak buah nya Rio sudah berhasil di taklukan sersan Dhika dan team.
“ Dimana mereka?.” Tanya sersan Dhika terhadap salah satu anggota Black Hole yang sudah terborgol tangannya.
“ Di lantai sana.” Jawab anak buah itu mengisyaratkan dengan tatapan matanya ke sebuah lantai yang lampunya menyala.
Lebih dari 50 anggota kepolisian berhasil masuk kedalam bangunan tersebut. Satu persatu anak buahnya Rio tersungkur di taklukan mereka.
Sersan Dhika melanjutkan langkah kaki nya menuju lantai yang di tunjuk anggota Black Hole tadi. Namun terdengar suara letusan senjata api 3 kali dari arah lantai itu.
Dor...Dor...Dor...
“ Aaaa....” terdengar keras erangan teriakan kesakitan dari seorang laki-laki dari sana
__ADS_1
“ Kapten...” Ucap sersan Dhika ragu menatap ke arah lantai tersebut