
Reza dan Aria bersama menunggu di sofa di ruang tunggu kamar operasi. Laura sedang berjuang didalam sana. Operasi untuk pengangkatan peluru yang bersarang di belakang rongga dada Laura cukup memakan waktu yang lama hingga membuat Aria dan Reza tambah gelisah.
Dua jam berlalu, operasi berjalan lancar. Laura pun langsung di bawa ke ruang ICU untuk observasi lanjutan.
“ Kamu datang menyelamatkanku, Laura juga datang mengorbankan dirinya untuk untuk menyelamatkan mu...aku jadi merasa bersalah dengan kalian.” Ucap Aria memecahkan kesunyian diantara dia dan Reza.
“ Bukan salahmu. Memang sudah menjadi tugas kami untuk melindungi.” Reza menata Aria.
“ Aria...aku antar pulang ya. Takutnya ayahmu khawatir, berita tentang perampokan tadi sudah ramai. Ayahmu tahu kan kamu sedang di bank tersebut saat kejadian.” Ucap Reza.
“ Iya aku bisa pulang sendiri. Kamu disini saja menemani Laura. Dia pasti akan langsung mencarimu ketika sadar nanti.”
“ Aku akan mengantarmu, setelah itu aku baru kembali kesini. Ayo...” Reza mempersilahkan Aria berjalan lebih dulu.
Sepanjang jalan lagi-lagi mereka hanya terdiam. Reza sudah meminta asisten nya membawakan mobil miliknya dari rumah. Karena motor yang digunakannya tadi masih tertinggal di bank X.
Setelah membukakan pintu untuk Aria Reza langsung masuk ke mobilnya dan segera mengendarainya.
“ Sudah lama sekali kursi itu kosong.” Ucap Reza sambil melirik ke kursi yang di duduki Aria.
“ Hahaha masa iya...karena kamu lebih suka naik motor kan.”
“ Iya, agar tidak terlalu tersiksa banget ketika menaiki mobil ini lagi. Tapi tidak ada kamu nya.” Ucap Reza membuat degupan jantung Aria kembali berdendang.
Aria kembali terdiam dan mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela.
“ Aria...apa kamu mencintai David?.” Tanya Reza dengan suara nya yang berat.
Aria membalas tatapan mata Reza, lalu Reza mengalihkannya menuju jalan lagi.
“ Apa kamu mencintai Laura?.” Tanya Aria balik.
“ Aku tidak pernah mencintai wanita lain, selain kamu.” Jawab Reza sambil melirik ke arah Aria.
“ Hahaha...kalau cinta kenapa lebih memilih diam tanpa perjuangan.” Ledek Aria.
__ADS_1
“ Ya, sesuai perkataan ayahmu kemarin. Karena aku terlalu bodoh sudah memberikan kesempatan kepada pria lain untuk mendekatimu.” Ucap Reza membuat desiran di hati Aria.
“ Ya...aku sudah bahagia dengan David, kami saling mencintai satu sama lain.” Ucap Aria. Saat itu juga Reza menepikan mobilnya ke pinggir jalan.
“ Kenapa berhenti?.” Tanya Aria penasaran.
“ Maaf Aria...aku tidak ingin mencelakaimu. Ketika sedang sakit seperti ini aku takut kehilangan kendali dalam mengendarai mobil ini.” Jawab Reza.
“ Kamu sakit apa,.” Tanya Aria lagi penasaran.
Reza memegang tangan Aria, lalu menempelkan di dadanya.
“ Disini.” Jawab Reza dengan mata yang berkaca-kaca.
Aria langsung menarik tangannya dari sana.
“ Kamu jangan seperti itu lagi. Kita sama-sama sudah memiliki pasangan.” Ucap Aria dengan suara yang bergetar.
“ Kamu yang sudah, aku belum...aku masih disini, menunggumu. Walau akhirnya kamu tidak memilihku, aku akan tetap mencintaimu.” Ucap Reza dengan tatapan yang nanar menatap kedua mata Aria yang mulai berkaca-kaca.
“ Bodoh!!!.” Bentak Aria sambil memukul bahu Reza dengan kencang.
“ Maafkan aku Aria...David memang lebih layak kamu cintai. Satu bulan lagi kalian akan menikah, aku akan mendukung nya jika itu adalah kebahagiaanmu.” Ucap Reza.
Aria kembali menarik tangannya dari genggaman Reza. Dia lantas membuka kunci mobil Reza dan keluar dari sana.
” Aria...” panggil Reza sambil membuka pintu dan mengejar Aria.
“ Kenapa turun...kamu mau kemana?.” Tanya Reza khawatir.
Aria tidak menjawab nya. Dia berusaha menghindar lagi dari Reza.
“ Aria...kenapa?. Apa aku sudah menyakiti hatimu?...” Tanya Reza lagi sambil menarik tangan Aria hingga mereka kini saling berhadapan.
Aria menatap Reza, pria yang selama ini sangat dirindukannya ini sudah berada di depannya.
__ADS_1
“ Reza...” Aria memeluk erat tubuh Reza sambil menangis. Reza pun membalas pelukan Aria dengan hati yang sama menyakitkannya.
“ Aria...kita tidak boleh seperti ini terus. Jika masih ada sedikit saja rasa cintamu untukku. Aku akan memperjuangkannya. Aku ingin kita kembali seperti dulu...” Ucap Reza.
“ Tidak ada sedikitpun cintaku untukmu lagi Reza. Tidak ada!!!. Sebaiknya kamu pergi menjauh dariku. Biarkan aku bahagia dengan David. Jangan pernah muncul di kehidupanku lagi. Aku benci kamu!!! Benci!!!.” Maki Aria.
“ Apa segitu bencinya kamu dengan ku?. Aria...apa benar tidak ada sedikitpun ruang di hatimu yang tersisa untukku?,” Tanya Reza sambil menatap Aria.
Aria melepaskan pelukannya. Dia sadar sudah menjadi tontonan banyak orang disana. Aria langsung menyetop taxi yang kebetulan lewat. Dia langsung menaikinya dan pergi meninggalkan Reza.
Reza kembali masuk kedalam mobilnya. Dan mengikuti taxi yang di sewa Aria dari belakang.
^^^Aku tidak akan menurutimu lagi Aria...selagi masih ada kesempatan untukku kembali bersamamu. Aku akan berjuang sepenuh hati merebut cintamu lagi. Reza ^^^
“ Lagi bertengkar ya non. Itu suami atau pacar non? Tampan sekali ya.” Tanya sang driver taxi kepada Aria.
Aria hanya terdiam lalu menangis lagi ketika dia melihat mobil Reza ada di belakang taxi nya.
“ Kadang kita memang ingin pergi jauh dari orang yang kita cintai karena emosi. Tapi kadang pilihan itu bisa menjadi boomerang yang jauh lebih menyakitkan untuk diri kita sendiri.” Ucap sang driver lagi.
“ Jalan saja pak. Jangan banyak bicara lagi.” Pinta Aria membuat sang driver langsung terdiam dan meminta maaf.
^^^Apa aku bisa memberikanmu kesempatan lagi Reza?. Sebenarnya hatiku pun masih ingin bersama mu. Aku marah karena kita bertemu lagi seperti ini. Disaat aku sudah memilih David dan ada ada Laura yang mencintaimu. Apakah boleh kita egois dengan mengorbankan mereka. Aria ^^^
•
•
Laura membuka kedua matanya dengan perlahan.
“ Reza...Reza...” Panggil Laura dalam keheningan ruang ICU.
“ Laura...sykurlah kamu sudah sadar nak.” Ucap seorang wanita yang cukup berumur menghampiri Laura.
“ Ibu...dimana Reza?.” Tanya Laura.
__ADS_1
“ Tadi ibu lihat dia meninggalkan rumah sakit ini dengan seorang wanita cantik sayang. Kalau ibu ingat2 sepertinya mantan tunangannya dulu.” Jawabnya ibunya Laura.
^^^Aria...kenapa kamu malah pergi dengan Aria dan meninggalkanku disini. Reza...bagaimana perasaan mu dengan Aria. Aku tidak peduli, kamu harus kembali dan menemaniku disini. Aku sudah berkorban untukmu...Laura^^^