
Aria mondar mandir di dalam kamarnya, besok sebenarnya dia sudah janji dengan Tiara untuk mendatangi Yayasan milik Khiana. Tiba-tiba saja perasaannya terasa gelisah tidak menentu. Rasa ingin tahu yang berlebih tentang hubungan Reza dan Khiana di masa lalu dan saat ini semakin membuatnya selalu bertambah penasaran.
Baru saja Aria membuka halaman media sosial milik Khiana lagi. Disana dia melihat Khiana baru saja update postingan aktifitas anak-anak asuhnya. Dan tatapan Aria tertuju nanar ke arah sebuah foto, ada penampakan Reza di antara mereka. Juga foto lainnya yang mengabadikan saat Reza menatap Khiana di hadapan anak-anak asuh tersebut. Tak terasa tetesan air mata terjatuh di pipi Aria.
Apakah ini yang dinamakan cemburu. Aria
30 menit lagi Reza akan menjemputnya, mereka akan melakukan kencan di luar rumah. Reza ingin mengajak Aria makan malam dan jalan-jalan santai di mall X sesuai keinginan Aria. Sudah lama sekali semenjak kasus nya dengan Black Hole saat itu, Aria tidak pernah keluar rumah tanpa pengawalan walaupun sekedar belanja di mall atau nonton di bioskop bersama teman-temannya.
Aria menutup halaman media sosial milik Khiana yang baru saja membuatnya menangis. Kemudian memilih membuka nama Kapten Reza dalam kontak di hp nya.
“ Aku tunggu di depan gerbang ya, kita langsung jalan aja.” Ketikan pesan Aria untuk Reza.
Aria merapikan rambutnya lagi dan menyemprotkan parfume ke hampir seluruh bagian di pakaiannya. Setelah itu dia mengambil tas selempang miliknya dan membawa hp yang baru saja di gunakannya untuk mengirim pesan untuk Reza. Sudah ada tanda balasan masuk di layar hp nya.
“ Iya sayang, aku dikit lagi sampai.” Jawab Reza pada pesan singkat tersebut. Aria pun langsung bergegas keluar dari kamar nya.
Reza sudah sampai terlebih dahulu sebelum Aria muncul di gerbang utama rumahnya. Dua orang petugas keamanan yang sangat sudah hapal dengan mobil Reza sudah membukakan gerbang tersebut. Reza membuka jendela nya dan menginformasikan kepada pak Tyo salah satu petugas keamanan tersebut bahwa dia tidak masuk dan akan langsung jalan dengan Aria.
Aria berlari kecil menuju mobil milik Reza, dan segera masuk kedalam nya setelah pak Tyo membukakan pintu mobil Reza untuk nya.
“ Terima kasih pak Tyo.” Ucap Aria.
“ Sama-sama nona Aria, hati-hati di jalan ya non.” Pak Tyo.
Reza langsung melajukan kendaraannya.
“ Cantik sekali...” Puji Reza sambil tersenyum memandang calon isteri pilihannya tersebut. Aria hanya tersenyum membalas tatapan mesrah Reza. Hatinya masih gelisah, juga masih ada sisa-sisa sesak kesedihan di dadanya saat melihat foto Reza dengan Khiana tadi.
Aria mencoba mengingat tanggal dan baju yang di gunakan Reza saat di foto tersebut. Itu adalah malam minggu lalu saat Reza memberikannya gulali. Kini Aria mengetahui kenapa Reza datang lebih malam dan dimana dia memberi gulali tersebut untuknya.
Dia lebih dahulu menemui Khiana, kemudian bermain dengan anak-anak asuh mereka. Kenapa hati ini terasa lebih sesak lagi. Aria
__ADS_1
“ Kok diam aja sayang?, kamu sehat-sehat aja kan?.” Tanya Reza khawatir.
“ Ya, aku baik-baik saja kok.” Jawab Aria sambil menarik nafas panjangnya.
Sesampainya di sebuah restoran yang sudah sangat terlihat romantis dari depannya saja. Reza memarkirkan mobil nya, kemudian menatap bingung ke arah Aria yang masih terdiam dengan tatapan hampanya.
“ Sayang, sudah sampai.” Beritahu Reza. Dan Aria pun mengangguk kemudian mengambil tas selempang nya.
Reza segera turun dari mobil nya dan membukakan pintu untuk Aria.
“ Terima kasih.” Ucap Aria.
Reza memencet tombol remote mobilnya agar otomatis terkunci. Kemudian merangkul pinggang Aria dan menuntunnya masuk kedalam restoran tersebut.
Seorang pelayan mengantarkan tempat duduk yang sudah di pesan Reza sebelumnya. Pondok kecil yang terbuat dari bambu di atas danau buatan. Dengah hiasan lampu-lampu yang terlihat lebih cantik saat hari semakin larut.
“ Kamu mau pesan apa?.” Tanya Reza memberikan buku menu kepada Aria.
Seorang pelayan sudah mencatat pesanan Aria tadi, kemudian dia memandang Reza yang masih belum memilih menu makanannya.
“ Nasi goreng seafood dan air mineral.” Ucap Reza.
Setelah mencatat semua pesanan tadi dan menyebutkan kembali agar tidak ada yang terlupa pelayan itu pun langsung pergi.
Reza memegang lembut tangan Aria, dia dapat merasakan ada sesuatu yang membuat Aria berbeda sekali seperti saat ini.
“ Kamu kenapa sayang?.” Tanya Reza.
“ Kapten...” Panggil Aria mengejutkan Reza.
“ Kenapa menyebutku itu lagi.” Gerutu Reza.
__ADS_1
Aria menatap Reza dan kembali merasakan getaran halus yang membuat hati nya kembali berbunga. Dia pun lupa baru saja hatinya itu menangis. Kedua tangan Reza masih memegang lembut kedua tangan Aria juga. Reza mengangkat tangan Aria dan mencium nya beberapa kali.
“ I Love You.” Ucap Reza sambil memberikan senyuman manis dan tatapan hangatnya.
“ Love you too.” Aria.
Reza melepas tangan kanannya, kemudian memegang wajah Aria lalu menyentuh lembut bibir Aria.
“ Malam ini, apakah kamu milikku.?” Tanya Aria kembali membuat Reza terkejut.
“ Maksud mu?.” Tanya Reza balik.
“ Besok kamu ada acara gak?.” Tanya Aria lagi. Reza menyipitkan kedua matanya, kini mengerti apa yang sedang di rasakan Aria.
“ Besok awal bulan, minggu pertama. Biasanya aku mengunjungi yayasan milik Khiana. Kamu ikut ya.” Beritahu Reza sambil tersenyum lagi.
“ Oh, sorry. Aku pikir kamu tidak ada acara.” Aria.
“ Memang nya kenapa sayang?, jika kamu ada perlu aku akan menemani. Soal kunjungan ke yayasan bisa di lain waktu.” Reza.
“ Ah enggak, aku cuma mau nengokin Alben aja. Nanti bisa sama Tiara dan Bimo.” Aria.
“ Aku akan mengantarmu jenguk Alben.” Reza.
“ Jangan, besok kan awal bulan di minggu pertama. Mereka pasti sudah sangat mengharapkan dan menunggumu.” Ucap Aria dengan suara sedikit gemetar.
Reza dapat memahaminya, sebagai seorang penyidik kepolisia. Tentu dia bisa mengerti kenapa Aria bisa segelisah itu saat ini.
“ Setelah menjenguk Alben, kita baru ke yayasan. Supaya kamu bisa mengenal mereka.” Reza.
“ Hmmm, gak penting. Untuk apa coba.” Aria.
__ADS_1
“ Karena kamu adalah calon isteri ku.” Reza.