
Kapten Reza memarkirkan mobilnya, dan mengikuti arahan dari dua orang anak buahnya Rio berjalan menaiki tangga dan memasuki sebuah ruangan.
Di dalam sana sudah ada Aria dan Khiana dalam posisi duduk dengan tangan di ikat di belakang kursi. Rio duduk manis di antara dua wanita canti itu. Dan Chia duduk di sebuah kursi yang ada di pojok ruangan. Bukan hanya mereka, ada juga 15 orang anak buahnya Rio berjaga di dalam sana. Masing-masing dari mereka membawa senjata api. Kapten Reza datang tanpa menggunakan seragam polisi dan tidak membawa senjata apapun.
“ Kapten Reza...” Panggil Aria parau, air matanya menetes
Kapten Reza hanya terdiam menatap Aria dan Khiana secara bergantian. Dia masih berdiri di tengah-tengah ruangan menunggu intruksi dari yang punya kuasa saat itu, Rio.
“ Selamat datang sahabat lama...Yang sekarang sudah sukses menjadi perwira polisi dengan pangkat Kapten...Kapten Reza...Reza Ananda Berliando.” Sapa Rio terhadap Kapten Reza dan langsung mengejutkan Aria.
Reza Ananda Berliando...?, ya aku pernah lihat nama nya di seragam waktu itu. Reza A.B. Dan apakah itu berarti Ananda...adalah Nanda yang di maksud mbok Tuti, dan Berliando...Ya Tuhan, jadi Ternyata dia selama ini pangeran yang di maksud ayah...dia calon suamiku. Kapten Reza...Aria
Kapten Reza tidak menjawab, hanya menatap Aria yang masih terlihat terkejut ketika Rio memanggil nama panjangnya.
“ Kenapa...kaget ya Aria sayang.?” Rio seakan mengerti perasaan Aria saat ini. Dia merapikan rambut Aria dan mengelus pipi sebelah kiri Aria dengan lembut
“ Haiii, jauhkan tangan kotor lo dari sana.” Perintah Reza kesal sambil berjalan ke arah mereka. Namun seketika langkah nya berhenti ketika anak buah Rio menodongkan senjata api ke arah dia, Aria dan Khiana.
“ Hahaha kenapa? Cemburu yaa...oh iya, sorry gue lupa kalau gadis cantik ini adalah calon isteri lo...calon isteri terpaksa yaa maksudnya.” Ucap Rio kembali sangat mengguncang perasaan Aria
__ADS_1
“ Kurang ajar!!!” Teriak kapten Reza sambil mengepalkan tangannya kuat.
“ Ada apa ini sebenarnya...aku benci dengan keadaan ini. Lepaskan aku!!!” Aria menangis dalam guncangan perasaan terhadap situasi yang masih belum dia pahami.
“ Tenang Aria sayang...lupakan kapten maruk mu itu. Dia itu gak tulus mau menikahimu, cuma karna alasan bisnis aja...dia mengorbankanmu menjadikanmu isteri untuk melanjutkan bisnis Berlian Group, dan dia dengan bebas menjalankan cita-citanya sebagai seorang polisi...selalu mau jadi jagoan kayanya, tapi dengan mengorbankan kamu sayang...apa itu bukan egois namanya?.” Ucapan Rio menghancurkan perasaan Aria kepada kapten Reza dalam sekejap.
“ Bukan hanya itu, di belakang mu pangeran mu ini juga ada main dengan Khiana, kamu udah kenalkan...Hai Khiana, kok diam aja. Gak di sapa kekasihmu datang.” Beritahu Rio benar-benar membuat harapan Aria hancur.
“ Tidak seperti itu, Aria...dia bohong. Jangan percaya sama Rio!!!.” Teriak Khiana berusaha melihat Aria langsung yang tertutup dengan keberadaan Rio di tengah-tengah mereka.
Kapten Reza juga masih menatap Aria yang tertunduk dalam kesedihannya. Airmatanya mengalir deras dan isakan tangis terdengar sangat mengirisi hati.
Jangan seperti itu Aria, bukan itu jalan cetita sebenarnya. Aku mencintaimu tulus sepenuh hati. Harusnya aku udah menceritakan kepadamu semua malam ini. Karna harusnya malam ini adalah malam pertemuan kita pertama kali sebagai Reza dan Aria yang sebenarnya. Kapten Reza
“ Hahaha belum dong kapten, lo aja banyak ambil keuntungan dari gue. Masa gue enggak boleh ambil bayarannya....”Jawab Rio sambil memainkan rambut Aria
“ Keuntungan apa?” Kapten Reza
“ Hahaha...Oh iya Aria, kamu mau tahu rahasia calon suami mu ini lagi gak?...” Bisik Rio di telinga Aria. Membuat amarah kapten Reza semakin meningkat. Namun dia masih terpaksa diam di posisi nya saat ini.
__ADS_1
“ Khiana itu sampai menggugurkan kandungannya demi kekasih gelapnya itu. Wanita ini rela membunuh anak dalam kandungannya sendiri supaya tetap bersama dengan sang kapten...dan kamu tahu Aria, anak dalam kandungannya itu adalah anakku. Khiana harusnya menikah dengan ku saat itu, tapi dia membunuh anak kami Aria...apakah itu tidak menyakitkan? Wajar gak menurut kamu kalau aku mau balas dendam dengan calon suami mu itu.” Ucap Rio kembali membuat suasana bertambah panas.
“ Hentikan Rio!!!, aku keguguran karna janin yang ada di dalam rahimku saat itu tidak berkembang. Bukan karna Reza, dia sama sekalo tidak mengetahuinya dan bukan karna Reza...Aria, kami harus percaya, saya dan Reza tidak ada hubungan apapun. Kami hanya bersahabat...kamu harus percaya itu.” Ucapan Khiana semangat memberitahu Aria yang kini tidak lagi menangis. Dia hanya terdiam menundukan kepalanya.
“ Oh yaaa, hanya sahabat yaaa...hahaha luar biasa, sahabat yang terjalin selama 13 tahun lamanya. Bikin iri aja...Aria, ada satu lagi rahasia sang kapten ini yang belum kamu ketahui...Dia tidak pernah mengambil gajinya sepeserpun, calon suami mu itu menyumbangkan sepenuhnya gajinya ke yayasan peduli anak jalanan dan fakir miskin. Bukankah itu perbuatan sangat mulia...tapi kamu tahu gak sayang, yayasan itu milik siapa?...itu yayasan milik Khiana. Yang katanya sahabatan aja. Hari minggu di awal bulan mereka pasti bertemu di yayasan itu. Dan aku yakin...mereka lebih serinh ketemu di hari-hari lainnya tanpa sepengetahuan kamu Aria.”
Beritahu Rio kembali dan kapten Reza tidak bisa menahan lagi emosinya. Dia melangkah dengan cepat dan menendangkan kaki nya kearah Rio hingga dia terjatuh. Semua anak buah Rio bergerak dan menyiapkan senjata. Namun Rio menahan mereka semua dengan mengangkat tangan kanannya.
“ Masih mau jadi jagoan kapten?...” Rio berbalik menyerang kapten Reza. Melihat situasi yang terjadi kapten Reza pun terdiam tidak melawan.
“ Lo udah hancurin bisnis penjualan heroin gue di kota B.” Ucap Rio dengan satu pukulan di pipi sebelah kanan kapten Reza
“ Lo udah banyak ngabisin anak buah gue.” Satu pukulan lagi di pipi sebelah kiri kapten Reza
“ Hentikan!!!” Teriak Aria dan Khiana secara bersamaan.
“ Tutup mulut mereka.” Perintah Rio dan dalam sekejap mulut mereka sudah di tutup dengan kain yang sangat kuat oleh anak buahnya Rio. Kini posisisnya di belakang Ada anak buahnya Rio dibelakang Aria dan Khiana. Dengan menodongkan senjata api tepat di samping kepala mereka masing-masing.
Rio kembali mendekati kapten Reza, setiap kali dia berkata setiap itu pula Rio memukul kapten Reza dengan tangan kosongnya.
__ADS_1
Kapten Reza...kenyataan ini sangat pahit aku dengar. Semua rahasia tentangmu...benarkah itu?
Saat ini, melihatmu tidak berdaya di pukuli Rio berulang kali juga sangat menyakitkan sekali. Aku harap semua ini hanyalah mimpi...bangunkan aku, dan tolonglah kami. Aria