Janji Atau Cinta Sejati

Janji Atau Cinta Sejati
Masih Perawan


__ADS_3

Aria sudah keluar dari ruang dokter spesialis Obstetri & Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) atau SPOG di RS X, beberapa rangkaian tes visum et repertum sudah dia jalankannys dengan baik. Aria melihat banyak pasangan suami isteri yang juga sedang mengantri untuk memeriksakan kandungannya di beberapa ruang dokter specialis SPOG yang berjejer rapi. Di lirik nya tajam kapten Reza yang sedang bicara dengan beberapa petugas kesehatan di salah satu sudut.


Aria membayangkan suatu hari dia datang bersama dengan kapten Reza untuk memeriksa anak dalam kandungannya membuat nya tersenyum-senyum sendiri.


“ Hayyo, lagi mikirin apa” Mba Rita kuasa hukum Aria tiba-tiba sudah berada disamping nya.


“ Ah mba Rita, kepo aja.” Aria tertunduk malu


“ Kita tunggu di kantin aja yuk.” Ajak mba Rita. Aria melirik lagi ke arah kapten Reza


“ Tenang, nanti kapten Reza juga nyusul kok.” Bisik mba Rita membuat kedua pipi Aria memerah seketika


“ Ih mba Rita, geli tahu.” Aria menutup rasa malu nya sambil menggaruk pelan kuping yang habis di bisikan mba Rita


“ Yaudah yuk, haus...” Mba Rita menggandeng tangan Aria. Dia lalu mengangkat tangannya ke arah kapten Reza. Aria kembali melirik ke arah kapten Reza. Sekilas mereka saling bertatapan. Senyuman manis dari kapten Reza seketika membuat pipi Aria kembali merona


Ih, kenapa coba. Kok jadi tambah deg-deg an setiap melihat kapten itu. Ya Tuhan...apakah ini yang di namakan jatuh cinta. Ayah, bolehkah aku berharap kapten Reza adalah calon suami yang dimaksud ayah itu...atau setidaknya izinkan aku untuk merasakan indah nya rasa yang aneh tapi menyenangkan ini bersama dengannya. Aria


“ Mau makan apa?.” Tanya mba Rita sambil memberikan lembaran kertas berisi banyak pilihan menu di kantin RS X


“ Hmm, aku jus jeruk aja.” Tunjuk Aria kemudian di tulis mba Rita dalam kertas pesanan kantin tersebut


“ Enggak makan?.” Mba Rita


“ Enggak mba, masih kenyang.” Aria menepuk perutnya pelan.

__ADS_1


Tadi ketika mereka berjalan menuju kantin Aria sempat melihat di depan salah satu ruang dokter SPOG pemandangan seorang suami yang dengan lembutnya sedang mengelus-elus perut isterinya. Kemudian membisikan sesuatu ke perut isterinya tersebut dan sang isteri membelai kepala suami nya dengan lembut.


Membayangkan yang berada di posisi tersebut adalah dirinya dan kapten Reza membuatnya kembali tersenyum-senyum sendiri.


Mba Rita yang duduk di depan kursinya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya


Ya Tuhan, kok aku jadi mengkhayal yang enggak-enggak sih. Aria...Aria...kamu itu baru lulus SMA. Emang mau buru-buru punya anak. Kuliah aja belum.


Tapi gimanakalo ternyata aku hamil...


*Ya Tuhan, gimana kalo ternyata aku hamil, waktu Rio dan aku malam itu....*Aria


“ Aaaaaa.....” teriakan Aria seketika membuat kaget banyak orang di kantin tersebut. Mba Rita langsung bangun dari duduk nya dan beberapa anggota team kepolisian serta pengawal Berlian Group yang ikut mendampingi beranjak dari kursinya masing-masing ingin mencari tahu dan mendekati Aria


“ Heiii kenapa Aria?.” Tanya mba Rita penasaran


“ Hmm, lagi mikirin sesuatu ya,” tebak mba Rita. Dia salah satu pengacara terbaik di negara ini. Membuatnya sedikit banyak tahu tentang membaca pikiran seseorang dari ekspresi yang terjadi kepada orang tersebut, Termasuk Aria.


“ Ah enggak, tadi lidahku beneran ke gigit hehehe.” Elak Aria sambil menyambut jus jeruk yang baru saja di berikan pelayan kantin


“ Nona Aria, sedang mengkhawatirkan apa sih?.” Tanya mba Rita lagi, di tatap nya dalam-dalam klien cantik nya itu. Sepertinya memang sudah menjadi keahlian utaman nya. Menyudutkan lawan bicara agar mereka dapat bicara jujur


“ Mba, apakah aku bisa hamil?.” Tanya Aria pelan. Mba Rita yang melihat ekspresi lucu Aria saat bertanya malah sedikit tertawa


“ Mba Rita, aku bisa hamil gak?,” Aria mengulang pertanyaan yang sama

__ADS_1


“ Hahaha kok nanya itu sih, ya bisa aja lah kamu hamil. Kamu kan wanita sejati.” Jawaban mba Rita membuat jantung Aria kembali berdebar kencang


Aria membanyangkan dia dan Rio sedang berada di depan pelaminan sambil bersalaman dengan banyak tamu undangan. Rio mengelus-ngelus perutnya dan di ujung sana kapten Reza menonton mereka dengan kecewa.


Aku yang nikah, kenapa jadi aku yang sakit hati membayangkan kapten Reza datang di pernikahanku nanti. Aria


“ Huhuhu tapi aku gak mau nikah sama Rio, aku memang sempat menyukainya. Tapi kayanya enggak lagi sekarang. Aku aja gak ingat malam itu udah merayu dia...” isak tangis Aria kembali membuat heboh orang-orang yang ada di sekelilingya


“ Eh kok jadi Rio? Emang siapa yang minta kamu nikah sama Rio. Hmmm...Kamu gak bakal hamil kok saat ini karna kamu kan masih perawan Aria, tenang aja. Maksud saya nanti kamu bisa hamil kalau kamu udah menikah pastinya.” Rita mencoba menenangkan Aria. Dia sudah paham dengan kekhawatiran Aria sebelum gadis itu menjelaskan lebih detil kekhawatirannya


“ Dari mana mba Rita tau aku masih perawan?.” Aria meletakan sendok kecil panjang yang dari tadi hanya di aduk-aduknya saja di dalam gelas. kemudian meminum jus jeruk tersebut langsung dari gelasnya.


“ Hahaha tadi kan saya ikut menemani saat nona Aria di periksa. Kita hanya tinggal menunggu hasil tertulis resminya dari pihak medis aja kok. Tenang aja Aria.. semua akan baik-baik saja. Saya akan mengawal dan terus mendampingi kamu sampai tuntas.” Mba Rita menepuk pelan beberapa kali ke bahu tangan sebelah kiri nya Aria.


“ Bener mba, aku masih perawan...ahhh aku masih perawan. Jadi malam itu aku dan Rio tidak melakukan hal itu kan. Mba Rita, aku masih perawan?.”


Bukannya tenang Aria malah kembali membuat heboh. Mba Rita kali ini hanya tersenyum ringan melihat kepolosan klien satu nya ini.


“ Hussh, mau kasih tau semua orang kalau kamu masih perawan? Gimana jika semua laki-laki yang mendengar tadi langsung datang melamarmu?.” Tiba-tiba kapten Reza sudah berada di samping Aria kemudian duduk di kursi antara Aria dan Mba Rita


Ya Tuhan, pingin pingsan rasanya...semua laki-laki disini akan melamarku?


Apakah termasuk dengan kamu...kapten tampan ku. Aria


Aria kembali membayangkan kapten Reza datang kerumahnya bersama dengan keluarga besarnya. Disambut riang oleh ayahnya dan kemudian mereka saling bertukar cincin.

__ADS_1


“ Hahaha.” Mba Rita kembali tertawa melihat ekspresi wajah Aria yang masih tertunduk malu


__ADS_2