Janji Atau Cinta Sejati

Janji Atau Cinta Sejati
Khiana Hamil


__ADS_3

Kapten Reza mengepal erat tangan kanannya dan memukulkannya ke setir mobil nya berulang kali. Klakson


Mobil nya juga berkali-kali ikut berteriak bersamaan dengan pukulan tangannya tersebut. Pagar besar yang yang ada di hadapannya belum juga terbuka. Sebuah bangunan besar yang belum selesai di bangun berada di tengah hutan kota X. Di dalam sana Rio dan Chia memang sedang menanti kedatangannya seorang diri.


“ Lo lihat, sepanjang jalan kota X gue punya anak buah. Kita punya banyak CCTV disana. Kalau sampai terlihat ada anggota polisi atau staff ke amanan Berlian Group lainnya di belakang lo...habis lah dua wanita lo ini.” Ancam Rio pada vicall nya 3 jam yang lalu kepada kapten Reza.


Rio menunjukan Aria yang masih tidak sadarkan diri dengan banyak luka di tubuhnya dan juga Khiana yang dalam kondisi tangan terikat di belakang bangku dengan darah yang mengalir dari bibir nya.


**


10 Tahun yang lalu, Kapten Reza masih menjadi brigadir satu taruna di akpol kota S bersama dengan Rio dan juga Khiana. Mereka satu angkatan dan sering melakukan kegiatan study bersama. Pesona Khiana saat itu menjadikannya sebagai Taruni favorite dan tercantik yang di idolakan banyak taruna lainnya. Termasuk Rio dan juga Reza. Hubungan cinta segitiga di antara mereka sudah menjadi makanan sehari-hari saat itu. Rio selalu berusaha mendekati Khiana dengan berbagai cara. Namun Khiana lebih memilih Reza, walaupun Reza tidak pernah mengungkapkan perasaannya terhadap Khiana.


“ Reza...aku hamil.” Isak Khiana memberitahu Reza saat itu. Bagaikan petir yang menyambar kuat di siang hari yang terik itu, Reza sangat terkejut mendegar pengakuan Khiana.


“ Kok bisa.?” Tanya Reza tidak percaya


“ Rio udah menjebakku...ingin mati saja rasanya. Sudah pasti aku akan di keluarkan dari sini...hiks.” Khiana tambah menangis.


Reza yang sangat emosi langsung berlari meninggalkan Khiana dan mencari keberadaan Rio. Ketika di lihatnya Rio sedang mengobrol dengan salah seorang taruni lainnya Reza langsung memukul Rio hingga ambruk ke lantai. Rio kemudian bangun dan balik memukul Reza.


“ Kenapa lo nodai Khiana...?” Tanya Reza kesal sambil memukul wajah Rio kembali. Mendengar itu Rio tidak menjawab, dia malah terdiam dan tertawa kencang


“ Hahaha udah tahu lo rupanya...kita melakukannya atas dasar suka sama suka kok. Malam itu di atas sebuah gazebo di pinggir danau yang sangat romantis. Saat liburan pesiar kita kurang lebih satu hilan yang lalu...” Bisik Rio di telinga Reza semakin menyulutkan emosi Reza yang kembali memukulinya.


“ Biadab lo Rio, lo pasti udah ngejebak dia...lo tahu itu udah menghancurkan cita-cita Khiana disini.” Ucap Reza pelan

__ADS_1


“ Ya enggak lah, selagi tidak ada yang mengetahuinya lagi selain kita bertiga...lo pasti mau kan melindungi Khiana hahaha.” Ucapan Rio di balas dengan satu hantaman keras di perut oleh Reza


“ Dia hamil...lo tau kan apa yang akan terjadi selanjutnya...?” Beritahu Reza kini sangat mengejutkan Rio.


Jika Khiana sampai hamil dan mengaku Rio yang sudah menghamilinya sudah pasti mereka akan di pecat dari akpol.


“ Gue memang menyetubuhinya sekali, agar kalian tidak bisa lagi bersama. Dengan begitu Khiana mau gak mau jadi milik gue. Tapi itu hanya sekali...” Ucap Rio tidak percaya


“ Dia hamil dan ingin mengakhiri hidupnya. Ini semua karna lo Rio!!!” Reza kembali mengepalkan tangan hendak memukul Rio kembali. Namun keributan Rio dan Reza di ketahui oleh pembimbing taruna yang kebetulan berada disana. Sang pembimbing langsung membawa mereka ke tengah lapangan untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.


“ Bantu gue dan Khiana, kalo lo benaran sayang sama dia. Jangan pernah kasih tahu ke siapapun tentang kehamilan Khiana.” Bisik Rio ketika mereka sedang push up di tengah lapangan . Reza hanya terdiam


***


Khiana tidak menjawab apapun. Kalau dia sampai mengaku sedang hamil maka cita-citanya menjadi polisi akan berhenti saat itu juga.


Saat itu dia merasakan sangat mual kembali, tidak kuat menahan nya Khiana berlari masuk kedalam toilet dan mengeluarkan semua makanan yang sudah masuk kedalam perutnya. Setelah selesai Khiana kembali masuk kedalam kamar dengan beberapa taruni lainnya yang masih penasaran dengan kondisi Khiana.


“ Kamu sakit.?” Tanya Nia salah satu teman satu kamarnya.


“ Enggak kok, aku gak apa-apa.” Jawab Khiana. Di rasakan kepalanya seperti berputar. Namun Khiana masih berusaha jalan mendekati tempat tidur nya. Belum sampai ke tujuannya dia sudah terjatuh tidak sadarkan diri.


Sekian lama terlelap akhirnya Khiana sadar. Dia sudah berada di dalam kamar perawatan. Di lihatnya Ipda dr Dewi sedang berbicara dengan beberapa pembimbing Taruna. Seketika perasaannya menjadi gelisah, dia takut mereka sudah mengetahui kehamilannya. Ipda dr Dewi yang melihat Khiana sudah sadar langsung mendekatinya bersama dengan pembimbing taruna lainnya.


“ Selamat sore brigadir satu taruni Khiana.” Sapa Ipda dr Dewi mendebarkan jantung Khiana lebih kencang lagi

__ADS_1


“ Siap, selama sore komandan.” Khiana


“ Kami menemukan ini di dalam saku celana mu.” Beritahu Ipda dr Dewi sambil menujukan alat testpack yang awalnya mau di buang Khiana.


Saat itu juga dunia seakan berhenti berputar bagi Khiana. Dia sudah mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya pada dirinya.


****


Pengakuan Khiana membuatnya dan Rio dalam masalah besar. Mereka di pecat secara tidak hormat dari akpol.


Reza yang sudah mengetahui keputusan itu menemui Khiana di depan gerbang akpol. Terlihat orang tuanya Khiana sudah menunggu dengan raut wajah yang sangat sedih. Harapan mereka untuk bisa melihat putri nya menjadi seorang periwira polisi pupus sudah. Malah harus menjemput anaknya yang dengan skandal yang sangat memalukan.


“ Yang kuat Khiana, kamu harus kuat...” Pinta Reza mencoba menguatkan Khiana


“ Tenang aja bro, gue akan tanggung jawab. Gue emang gagal jadi perwira polisi. Tapi gue janji gak bakal gagal jadi suami terbaik buat Khiana.” Ucap Rio yang tiba-tiba sudah berada di belakang mereka.


Rio sangat mengetahui akan hancurnya dan kecewanya perasaan Reza saat itu. Dia merasakan satu kepuasan sendiri, bisa merebut Khiana dan menjadikan miliknya satu-satunya adalah kemenangannya atas Reza.


******


Kapten Reza yang masih termenung dalam ingatan masa lalu nya terkejut ketika pintu gerbang bangunan besar di tengah hutan itu terbuka.


Dia lantas menginjak gas dan mengemudikan mobilnya masuk kedalam sana.


“ Aria...Khiana...aku janji akan menyelamatkan kalian dari sini.” Kapten Reza

__ADS_1


__ADS_2