Janji Atau Cinta Sejati

Janji Atau Cinta Sejati
Berlian Group


__ADS_3

Hari ini Aria berkunjung ke Berlian Group bersama ayahnya. Bukan untuk bekerja namun sekedar ingin mempelajari saja segala aktifitas dari bisnis utama di perusahaan tersebut. Setidaknya ketika nanti dia benar-benar sudah ikut bergabung di perusahaan tersebut ada sedikit gambaran. Walaupun waktunya masih lama, sekitar 4 atau 5 tahun lagi. Aria menjadi sangat penasaran dengan segala aktifitas di Berlian Group.


“ Hai, selamat siang nona Aria.” Sapa seorang pria tampan yang memasuki ruangan Ananta Wiratama.


“ Oh...hai. Maaf, kamu siapa .?” Tanya Aria.


“ Perkenalkan, nama aku Ryan, lengkap nya Ryan Brahmanta.” Ucap Ryan sambil mengulurkan tangannya.


Aria menyambut uluran tangan tersebut. Cukup lama mereka saling menatap dengan lembut dan memberikan senyum masing-masing.


“ Ekhemmm.” Ananta.


“ Oh iya pak Ananta, maaf. Sebenarnya maksud saya kesini mau memberikan laporan ini dan tadi saya sempat minta izin sama Reza untuk bisa berkenalan dan melihat langsung calon isteri nya ini.” Beritahu Ryan mengejutkan Aria.


“ Kamu kenal baik sama Kapten Reza juga.?” Aria.


“ Ya, kapten Reza...hahaha, kebetulan kita sepupu. Aku adik sepupu nya.” Beritahu Ryan agak sedikit berbisik di telinga Aria.


“ Ryan ini anak nya om Bram, adik kandung nya papa nya Reza.” Sambung Ananta.


“ Oh, pantes...tadi aku perhatikan wajah nya agak sedikit mirip dengan Kapten Reza. Hehehe.” Aria.


“ Hahaha, baru berapa hari gak ketemu aja udah kangen. Sampai ke bayang-bayang terus wajahnya ya.” Ledek Ryan membuat merah kedua pipi Aria.


Ryan meletakkan sejumlah dokumen di atas meja kerja Ananta. Kemudian melirik ke arah jam tangan nya.


“ Sudah hampir jam 12 siang, kamu mau makan siang dimana ?.” Tanya Ryan mendekati Aria yang masih berdiri di dekat jendela.


“ Aku enggak tau, biasanya ayah makan dimana.?” Tanya Aria kepada ayahnya.


“ Kalian makan di luar aja duluan ya, ayah masih ada sedikit keperluan. Kalau sempat ayah nyusul.” Ucap Ananta sambil memperhatikan layar laptop nya.


“ Tuh kan, tenang aja. Aku udah di kasih izin juga kok nemenin kamu makan siang di sini. Biar gak ada yang ganggu. Yuk....” Ajak Ryan kepada Aria. Sejenak Aria melirik ke arah ayahnya dan ayahnya mengangguk tanda setuju.


“ Ok, memang kita mau makan di mana.?” Tanya Aria.

__ADS_1


“ Terserah, kamu mau makan western, Indonesia Food, seafood, chinese food atau apapun yang kamu mau sebutkan aja. Disini ada semua.” Beritahu Ryan penuh semangat.


“ Nanti aja sekalian kalau aku lihat ada yang mengunggah seleraku baru pilih makan itu.” Aria bingung mau makan apa.


“ Boleh siap, baiklah pak Ananta, minta izin antar nona Aria cari makan dulu ya.” Ucap Ryan dan Ananta hanya mengangguk sambil tersenyum.


Mereka pun pamit dan berjalan keluar ruangan.


“ Di dalam gedung ini ada dua lantai khusus tempat makan. Ada di lantai 2 khusus untuk karyawan yang bekerja dari lantai 1 hingga 20. Dan ada lagi di lantai 22 khusus karyawan yang beketja dari lantai 21 hingga 39. Kami mau yang mana.?” Ryan


“ Hmm, kita kan dari lantai 8, berarti ke kantin yang ada di lantai 2 dong.?” Aria


“ Khusus buat kamu bebas mau makan di mana pun boleh hahaha.” Ryan


“ Oh, tetap masih bisa bebas ya mau dimana aja boleh.” Aria.


“ Ya enggak juga sih, khusus untuk direksi ke atas bebas memilih mau kemana aja boleh. Tapi biasanya kita di antarkan makan ke ruangan masing-masing jika memang makan siang nya lagi posisi ada di kantor. Itu pun by request. Di sini kita ada koki khusus untuk memasak menu ke inginan dewan direksi.” Beritahu Ryan dan Aria masih mencoba memahami.


“ Sorry, posisi kamu di sini sebagai apa.?” Tanya Aria penasaran.


“ Aku kebetulan salah satu CEO di unit bisnis market place Berlian Group.” Ucap Ryan sedikit bangga.


Sepanjang perjalanan mereka menjadi perhatian seluruh karyawan disana. Yang satu wanita muda yang sangat cantik dengan pakaian dari brand terkemuka sudah pasti sangat elegan. Satu lagi pria tampan CEO paling muda yang di gilai banyak wanita bukan hanya di Berlian Group saja.


Sebagian dari mereka sudah banyak yang tahu tentang Aria, semenjak kasusnya dengan Rio saat itu viral.


Sesampainya di lantai 22 Aria memilih restoran masakan khas Jakarta.


“ Gado-gado.” Ucap Aria dan Ryan secara bersamaan ketika pelayan baru saja bertanya pesanan mereka.


Aria dan Ryan pun saling menatap dan tertawa bersama.


“ Kamu doyan gado-gado juga ternyata.” Ucap Ryan.


“ Hahaha iya, lagi kepingin aja.” Aria.

__ADS_1


“ Baik, untuk minum nya tuan dan nona ?.” Tanya sang pelayan lagi.


“ Es teh manis.” Jawab Aria dan Ryan lagi kompak dan secara bersamaan. Seketika mereka kembali saling menatap dan tertawa lagi.


Sang pelayan pun ikut tersenyum kemudia pamit menyiapkan pesanan tuan dan nona muda tersebut.


“ Hahaha, selera minuman kita sama juga ya.” Ucap Ryan kembali.


“ Ya, aku jadi tertarik belajar lebih banyak tentang Berlian Group dengan kamu deh. Oh iya maaf. Harusnya aku panggil kakak, mas, atau bapak yaa.?” Tanya Aria disambut tawa riang dari Ryan.


“ Aria...aria, panggil aja aku Ryan. Udah cukup itu aja hahaha.” Pinta Ryan dan Aria pun menganggukan kepalanya.


“ Btw, kamu sudah berapa lama bergabung di sini.?” Tanya Aria membuka percakapan lagi.


“ Ya, kurang lebih 6 tahun lalu. sempat ambil S2 tehnik informatika di India. Sebenarnya saat itu mau bikin perusahaan market place sendiri. Tapi ayah mu merayu ayahku supaya aku gabung di Berlian Group aja.” Cerita Ryan sambil mengambil gelas es teh manis yang baru saja di letakkan pelayan di atas meja makan mereka. Kemudiandia mengaduknya pelan dengan sedotan dan meminum nya sedikit.


“ Ya, kamu kan salah satu keluarga pemilik Berlian Group. Sudah seharunya bukan.” Ucap Aria.


“ Tidak juga, kami sama seperti Reza. Bebas memilih cita-cita kami masing-masing. Kebetulan aku 2 orang bersaudara. Adik ku cewek namanya Tania Brahmanta, kamu kenal? Dia lebih memilih menjadi youtuber dengan tema konten mukbang hahaha. Padahal badannya kurus sama kaya kamu. Tapi makannya banyak.” Beritahu Ryan kembali mengingatkan Aria pada cita-cita dia sebenarnya.


Aria memakan gado-gado yang sudah di pesannya. Dan sejenak mereka saling terdiam menikmati makanan dan minumannya masing-masing.


“ Aku ingin belajar lebih banyak dengan mu. Kalau ada waktu boleh ya kita ketemuan lagi di luar. Atau kamu boleh main kerumah ku.” Ucap Aria memecahkan keheningan.


“ Iya, boleh...kalau di kasih izin sama Reza aku pasti datang berkunjung.” Ryan.


“ Akhir-akhir ini dia sangat sibuk. Kadang seperti tidak memilik jam kerja.” Protes Aria.


“ Hahaha iya, dia sangat menikmati perannya sebagai salah satu abdi negara yang baik.” Ryan.


Aria tiba-tiba teringat lagi atas satu nama


“ Ryan, apakah kamu kenal sama Khiana.?” Tanya Aria pelan.


“ Khiana, ada teman kuliah ku dulu namanya Khiana. Apakah Khiana itu yang kamu maksud.?” Tanya Ryan balik.

__ADS_1


“ Bukan, Khiana...dulunya dia dengan Reza satu angkatan di akpol. Gosipnya mereka pernah berpacaran.” Beritahu Aria mengejutkan Ryan.


“ Apa, pacaran?. Setahu aku sih Reza belum pernah pacaran ya. Kami semua mengerti dan mendukung komitmen nya untuk menikahimu kelak. Dengar gosip dari mana kamu?, jangan percaya.” Ucap Ryan bergebu-gebu.


__ADS_2