Janji Atau Cinta Sejati

Janji Atau Cinta Sejati
Ada Hantuuu


__ADS_3

Malam yang dingin dan semakin larut, namun Aria belum mampu memejamkan matanya. Pikirannya masih berlari-lari jauh tidak mau istirahat. Padahal hatinya sudah sangat lelah...Aria terbangun dari tidurnya, kemudian menyalakan lampu kamar nya lagi. Dia berjalan dengan membawa selimut yang belum lama melindunginya dari udara dingin AC di kamarnya. Aria membiarkan selimut tersebut terjatuh di depan pintu balkon kamarnya, Aria membuka pintu itu dan merasakan angin malam yang kencang langsung masuk membelai dingin seluruh tubuhnya. Rambut panjang nya di biarkan terurai dan melambai-lambai bersama angin tersebut. Kemudian Aria menatap jauh kearah kolam renang yang berada di lantai dasar rumah nya. Ingin rasanya dia berenang sejenak menyejukan pikirannya yang sudah memanas.


Brakkk...tiba-tiba suara benturan terdengar dari balik pintu kamar nya.


“Siapa itu?” Tanya Aria penasaran, sadar ada sesuatu yang aneh di balik pintu balkon kamar nya.


Aria mendekati pelan-pelan pintu nya, siap mengeluarkan jurus-jurus ilmu bela diri yang sudah di pelajarinya selama ini. Dia berjalan semakin mendekat dan...


“Hi...hi...hi...” malah terdengar suara tawa ala-ala kuntilanak bencong dari balik pintu itu. Percaya tidak percaya, Aria yakin itu adalah seseorang yang sedang mengintai nya. Tapi dia agak takut juga jika ternyata memang benar ada hantu di balik pintu itu. Inikan tengah malam...Tapi masa iya suara hantu seperti itu pikirnya lagi.


“ Siapa kamu???” Aria semakin teriak, dia tau jika suaranya terdengar oleh penjaga-penjaga yang ada di dalam dan luar rumahnya mereka akan segera datang. Setidaknya dia tidak akan sendirian menghadapi hantu itu kan.


“ Hi...hi...hi...” dia tertawa lagi. Aria mulai kumat kamit membaca semua doa yang dia hapal...


Aduh, kenapa ini..kok aku jadi merinding kaya gini. Apa aku harus teriak lagi...bagaimana kalo memang hantu. Apakah dia bisa mencekik leher ku. Aria


Aria ingin lari keluar kamar, tapi ternyata rasa penasarannya jauh lebih kuat dibanding rasa takut nya. Dia mendekati kembali pintu itu, dan membuka kencang dengan satu kali tendangan dari kaki nya.


Brakkk!!!, Aria semakin kaget karna benar ada sosok tinggi yang di tutupin kain putih panjang di balik sana.


“Aaaaaa han...hantuuuuuuu” teriak Aria ketakutan sambil menutupi matanya


‘Hantu’ itu tak kalah ketakutannya, dia mendorong Aria pelan harus segera ambil langkah kaki seribu sebelum keadaan semakin ramai bukan.


“Permisi” ucap sang hantu yang ternyata masih tau akan sopan santun.


Aria masih menutup matanya, dia terus menerus berteriak. Sang hantu pun segera berlari dan loncat dari atas balkon, menghilang entah kemana.


Tidak lama kemudian semua penjaga, pelayan dan ayah nya pun berada di kamar Aria.


“Ada apa sayang?” Tanya ayah sambil memeluk anak kesangannya.

__ADS_1


“Ada hantu ayah...hantu” jawab Aria sambil menangis kencang memeluk lebih erat ayahnya.


“Hantu???” Tanya sang ayah lagi tak percaya.


“Iya hantu, tadi dia berada di balik pintu itu ayah. Sosoknya besar putih kaya mau nerkam aku” tunjuk Aria ke arah pintu balkon. Ananta melihat sekeliling kamar Aria dan dia malah menahan senyum di balik pelukan anaknya itu. Di lihatnya sebuah hp yang tergeletak di balik pintu. Dan dia tahu itu hp milik siapa.


“ Sudah lah sayang, mana ada hantu di jaman sekarang...kamu ini pasti mimpi buruk”


“ Tidak ayah, aku benar melihat hantu tadi...dia tertawa, menangis dan tiba-tiba menghilang begitu aja disana” tunjuk Aria ke arah balkon.


“ Oke-oke. Penjaga semuanya lekas telusuri apa yang sudah terjadi. Bagaimana sih kalian kok bisa-bisa nya ada penyusup masuk ke dalam kamar anak kesayangan saya ini!!!” Perintah Ananta tegas


“ Baik Tuan, segera kami periksa”


Mbok Tuti memberikan air putih hangat kepada Aria


“ Diminum dulu nona”


Ahhhh hantu, kenapa ada hantu didalam kamar ku


“ Ya sudah kamu tidur lagi ya sayang, semua akan baik-baik saja” Minta Ananta sambil menuntun Aria ke arah tempat tidur


“ Aku takut, ayah...”


“ Bagaimana jika mbok Tuti menemani tidur mu dulu malam ini?”


“ Hmmm boleh deh ayah, aku takut kalau hantu itu akan balik lagi”


“ Baiklah, mbok Tuti akan menemani kamu ya”


“ Iya ayah”

__ADS_1


Ananta mengisyaratkan matanya ke arah mbok Tuti agar mendekati Aria dan memijatkan kaki Aria dengan lembut agar dia lebih tenang.


Lalu Ananta menutup pintu balkon yang dari tadi terbuka dan tidak lupa mengambil sebuah hp yang tergeletak disana.


“ Anak itu...haha” ucap nya pelan dengan tertawa ringan tanpa bisa di dengar Aria yang masih sibuk menceritakan pengalaman buruk nya bertemu dengan hantu kepada mbok Tuti.


Aria memang akan merasa nyaman dengan mbok Tuti, karna sejak di lahir di dunia ini mbok Tuti lah yang sudah mengurusnya. Mengasuhnya seperti anak sendiri. Ibunda Aria meninggal dunia saat usianya 7bulan karna sakit gagal ginjal.


Di bawah sana Ananta terlihat sedang berbicara dengan seorang pria. Sambil menyerahkan hp yang di temuinya tadi di balik pintu balkon kamar Aria.


Dia menepuk pundak pria itu dan memberikannya pelukan hangat. Pria itu pun langsung pamit pergi meninggalkan rumah Aria


Aria yang masih sibuk dengan cerita hantu nya kepada Mbok Tuti tersadar selimut nya tidak berada di atas kasur


“ Mbok, liat selimutku gak?” Tanya Aria sambil melihat sekeliling nya.


“ Tidak nona, saya ambilkan lagi aja ya” Mbok Tuti menghentikan pijitannya terhadap Aria. Dan langsung masuk ke dalam ruang ganti pakaian yang luas berada di ujung kamar Aria.


Aria memikirkan sesuatu, dia ingat sesuatu...dengan agak ragu tapi tetap melangkah dia berjalan dan membuka kembali pintu balkon yang tadi sempat menghebohkan dirinya.


“ Nona Aria, mau apa?” Tanya Mbok Tuti mengejutkan Aria


“ Ah enggak mbok, cuma mau pastiin hantu itu udah benar-benar pergi”


Aria melihat di atas balkon kamar nya terpasang cctv bahkan ada dua cctv. Kemudian Aria melihat ke pemandagan gelap di luar balkonnya. Di lihat nya selimut yang tadi di carinya sedang tergantung di atas salah satu pohon palm yang berjejer rapi.


“ Hantu...mari kita kenalan” ucap Aria malah mengejutkan Mbok Tuti


“ Astaga nona, jangan main-main sama hantu. Nyebut non...nyebut” Mbok Tuti juga mengejutkan Aria. Mbok Tuti kemudian menarik tangan nona muda nya itu. Memaksanya masuk kedalam kamar dan menutup kembali pintu balkon kamarnya.


“ Hahaha tidak apa mbok, enggak usah berlebihan. Aku sudah tidak takut sama hantu itu lagi. Kan sudah banyak penjaga yang menjaga rumah ini” Aria mencoba menenangkan Mbok Tuti

__ADS_1


__ADS_2