
*WARNING!!!*
**AREA KHUSUS 21+
MAAF YAA.. BOCIL ATAU DIBAWAH UMUR TIDAK BOLEH BACA EPISODE INI
TERIMA KASIH 😁**
"Halo Sayang, akhirnya datang juga." Sapa Dennis.
"Halo, Mas. Mari masuk, Mas. Kebetulan hari ini masak banyak." tambah Dennis.
Herman hanya diam dan ikut melangkah masuk mengikuti langkah Nisa. Setelah menutup pintu, Dennis ikut bergabung di meja makan. Sengaja ia mendekor meja makan dan ruangan di rumahnya bersama kedua asisten rumah tangga untuk menyambut kedatangan Nisa. Dennis berniat melamar Nisa malam ini tetapi niat itu sepertinya akan tertunda ketika melihat kedatangan Herman.
Pandangan Herman menyapu dekorasi yang ada di ruangan itu. Ia menyadari kalo ini dekorasi romantis yang biasa disiapkan oleh pasangan disaat hari bahagia mereka.
"Apa Dennis berniat melamar Nisa malam ini?" batin Herman.
Selesai makan malam, Ketiga orang itu masih duduk di. posisi masing-masing.
"Mas, mau nginep disini?" tanya Dennis memulai pembicaraan.
Herman berpikir sejenak. Di satu sisi ia ingin agar Nisa mengetahui kebenarannya, tetapi di sisi lain ia tidak ingin jika Nisa harus berdua dengan Dennis.
"Aku akan pulang." Jawab Herman.
"Kalian bisa melanjutkan obrolan berdua."
"Aku pamit."
__ADS_1
Herman menatap kearah Nisa dengan sendu selama beberapa detik begitu pun dengan Nisa yang juga membalas menatap Herman heran dan tak lama Herman bangkit dari duduknya lalu pergi meninggalkan apartemen Dennis. Setelah pintu tertutup, hati Herman gusar dengan apa yang terjadi di dalam sana.
Sementara saat di Nisa dan Dennis masih duduk berdampingan di meja makan.
"Aku ingin menunjukkan sesuatu, Sayang." Ucap Dennis sumringah.
"Apa itu?" tanya Nisa penasaran.
Dennis pun mengeluarkan sebuah amplop berwarna pink.
"Coba buka deh." Ucap Dennis.
Nisa pun menurut dan perlahan membuka amplop tersebut. Terdapat beberapa lembar kartu dengan isi yang berbeda. Nisa mulai membaca isi satu per satu dari kartu ucapan itu.
"Terima kasih sudah menjadi Bidadari di Hidupku."
"Maukah kamu menjadi Ibu dari Anak-anakku?"
"Jika Mau, cukup peluk aku. Jika kamu menolak, Cubit pipiku."
Dennis pun menunggu jawaban dari Nisa dengan perasaan bercampur aduk. Tampak Nisa mulai memikirkan jawaban untuk isi dari surat itu. Nisa memandang Dennis dan mulai mengarah kan tangan kanannya kearah pipi Dennis. Hati Dennis kian kacau melihat gerakan tangan Nisa, Pria itu kini menutup kedua matanya takut pada hal yang akan terjadi selanjutnya.
**
Herman menunggu gusar di dalam kamarnya. Ia khawatir akan praduganya bila Dennis akan melamarnya malam ini.
Ceklek.. Pintu kamar Herman tiba-tiba terbuka, tampak seorang wanita yang tak asing memasuki kamar Herman. Wanita itu berjalan mendekat kearah Herman yang terduduk di sofa. Herman terkejut dengan kedatangan gadis itu.
"Nisa.." Celetuk Herman lirih.
__ADS_1
"Aku kembali, Om." Ucap Nisa dan duduk dipangkuan Herman.
Nisa meletakkan tangannya di bahu Herman dan berbisik,
"Aku mencintaimu, Om."
Herman pun menatap Nisa dan perlahan ia mendekatkan wajahnya dan kian mendekat hingga
Cup.. ciuman hangat mendarat di bibir Nisa. Nisa pun membalas ciuman itu hingga mereka terhanyut cukup lama. Herman mulai terbawa suasana, tangannya mulai berjalan mencari resleting baju Nisa yang berada dipunggung gadis itu.
Srekkkk.. Baju itu terlepas dan menampakkan lekuk tubuh Nisa. Keduanya pun larut dalam buaian malam panjang. Sofa itu menjadi ikut berirama bersamaan.
"Nii.. saa.." Racau Herman dan perlahan membuka matanya.
"Astaga Herman.. Kenapa sampai terbawa mimpi. Ayo Herman berpikirlah dengan jernih." Celetuk Herman seraya bangkit dari tidurnya dan menepuk keningnya beberapa kali.
Pria dewasa itu mencoba bangkit dari ranjangnya tetapi ia terkejut saat melihat celana yang ia kenakan telah basah.
"Astaga.. Kebodohan apalagi yang kamu lakukan Herman." Celetuk Herman lirih.
"Tapi mimpi itu benar-benar seperti nyata terjadi." Batin Herman.
***
Semoga enggak bosen ya sama jalan ceritanya 😊
Author Terima kasih sekali sudah menyempatkan mampir untuk membaca cerita ini, jangan lupa like, share dan favoritkan cerita ini ya agar tidak ketinggalan episode terbaru
Mau komen juga boleh, Terima kasih 🙏😊
__ADS_1