
Halo Readers...
Maaf yaa Saya sempat hiatus selama beberapa dikarenakan suatu hal yang membuat saya down banget dan enggak sempat update cerita ini 🙏
Alhamdulillah sekarang udah berhasil bangkit lewatin badai kehidupan, Saya coba buka Novel toon lagi dan baca-baca komen kalian jadi tambah semangatt lagi..
Author berterima kasih sekali sudah mampir dan baca cerita saya..
Tungguin next episode yaa..
Monggo kalo mau komen kasih masukan
Tolong bantu Favorit dan like cerita ini ya biar Author lebih semangat lagi, Terimakasih ❤
...****************...
Sekilas cerita episode sebelumnya..
"Sudahi pencariannya, nanti akan saya transfer uangnya." Ucap Ramon dan memutus panggilan teleponnya.
Pria itu menatap kosong ke luar jendela kantornya.
"Ternyata kita bertemu dalam suasana seperti ini." Batin Ramon.
*
__ADS_1
"Sayang, apakah masih ada lagi tas yang perlu dibawa?" Tanya Herman.
"Sudah kok. Mari kita berangkat." Jawab Nisa.
Herman pun tersenyum dan membuka kan pintu mobil untuk Nisa. Kini keduanya tengah asyik menikmati perjalanan menuju kota Jogja, destinasi kota yang cocok untuk berbulan madu.
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, akhirnya keduanya telah sampai di hotel malam hari. Sangking capeknya, Nisa tertidur pulas di ranjang hotel setelah sampai.
Herman yang melihat itu hanya tersenyum dan meninggalkan istrinya untuk membeli makan malam. Pukul 10 malam, Nisa terbangun dan terkejut karena ia tak menemukan Herman di kamarnya. Ia pun bergegas mengambil ponselnya dan menghubungi Herman. Namun ternyata ponsel suaminya tertinggal dikamar hotel.
Nisa memutuskan untuk membersihkan diri di kamar mandi. Selesai mandi dan berganti baju, Nisa keluar dari kamar mandi dan terkejut saat melihat seseorang berdiri di dekat ranjangnya.
"Siapa ya?" Tanya Nisa terkejut.
"Maaf Nona, saya mau mengantarkan makanan yang dipesan suami Anda. Makanannya saya letakkan disini ya." Ucap pria berseragam karyawan hotel.
Selesai dengan pekerjaannya Pria itu berpamitan dan beranjak pergi dari kamar Nisa.
"Sepertinya aku enggak asing sama suara itu. Tapi siapa ya?" Gumam Nisa.
Tak lama Herman datang membawa paperbag berisi beberapa jenis makanan.
"Iihh.. Sayang, pesan makanan kok enggak ngajak aku sih." Rengek Nisa.
"Kamu tadi tidur pules banget, enggak enak mau bangunin kamu." Jawab Herman.
__ADS_1
"Lho.. Sayang, pesan makan malam?" Tanya Herman.
"Enggak, Sayang. Tadi pelayan kamar bilang kalo ini Sayang yang pesen." Jawab Nisa.
"Perasaan aku enggak pesan makanan. Ini aku beli sendiri di luar hotel." Ucap Herman.
Karena khawatir, Herman pun segera menghubungi pihak hotel.
"Baik, terima kasih." Ucap Herman dan memutus panggilan telepon.
"Jadi gimana, Yang? Apakah ini salah kamar?" Tanya Nisa.
"Kata pihak hotel hari ini ada promo gratis makan malam untuk semua tamu." Jawab Herman.
"Wahh.. Pas banget, Sayang." Celetuk Nisa.
Herman pun tersenyum melihat tingkah Nisa. Akhirnya Nisa dan Herman pun menikmati makan malam bersama. Selesai makan malam, kedua pasangan itu tengah asyik menikmati pemandangan kota Jogja dari atas balkon kamar.
Herman memeluk Nisa dari belakang dan menyandarkan kepalanya di bahu Nisa. Nisa menggenggam erat tangan Herman yang kini berada diperutnya.
"Bagaimana kalo kita memiliki rumah di dekat sini, Sayang?" Tanya Nisa.
Namun Herman tak menjawab, namun terdengar napasnya teratur di telinga Nisa. Nisa melirik sekilas dan mengetahui jika Herman tertidur. Karena takut Herman terjatuh, Nisa pun perlahan membalikkan badannya dan memapah pelan-pelan suaminya kembali ke ranjang kamar.
Perlahan Nisa menidurkan tubuh Herman di ranjang dan ia pun beranjak meninggalkan suaminya. Sayangnya, tubuhnya dikunci oleh tangan Herman dan kini berada di pelukan Herman.
__ADS_1
***
Terima Kasih ❤️