Jatuh Cinta Pada Om Majikan

Jatuh Cinta Pada Om Majikan
Pillow Talk..


__ADS_3

Herman pun membuka pintu kamarnya dan melihat Nisa sudah duduk manis bersandar di sandaran ranjang.


"Mas, bisa bersih-bersih dulu sebelum tidur. Bajunya sudah aku siapkan di meja kamar mandi." Ucap Nisa.


Herman pun mengangguk dan menuruti ucapan Nisa. Tak lama Herman keluar dan melihat Nisa masih diposisinya tetapi matanya tertutup. Herman pun berjalan menghampiri Nisa dan ikut duduk sejajar dengannya. Ia mencoba memindahkan kepala istrinya agar bersandar dibahunya.


Namun Nisa lebih dulu terbangun.


"Jangan tidur sebelum kita bicara." Ucap Nisa dan kembali membetulkan posisinya.


"Ayok. Kamu mau ngobrolin apa?" tanya Herman.


Nisa pun mengambil ponselnya dan menunjukkan beberapa foto tempo hari yang dikirim nomor tidak dikenal.


"Astaga.. Itu foto dan kenyataan enggak sesuai, Sayang." Ucap Herman.


"Lalu bagaimana kenyataan sebenarnya Bapak Herman Maulana?" tanya Nisa kesal.


Herman pun menceritakan kejadian sebenarnya dari A sampai Z hingga membuat istrinya manggut-manggut.


"Jadi apakah sekarang Ibu Nisa Maulana sudah paham?" tanya Herman balik.


Nisa pun menghela napas dan mencoba mencerna ucapan Herman sesaat.


"Jangan marah lagi ya istriku sayang." Rayu Herman seraya memegang kedua tangan Nisa.


"Pliss.. pliss.. kita damai ya. Kita mulai semuanya dari awal ya. Aku janji bakal nurutin permintaan istriku yang manis ini." Tambah Herman.


"Kalo begitu jauhi Mbak Lala. Oh Bukan, tapi lebih tepatnya jangan berhubungan dengan dia lagi." Balas Nisa.


Herman pun mengangguk.


"Aku akan turuti. Maafkan aku ya." Ucap Herman.


Nisa pun mengangguk dengan senyum. Herman pun memeluk istrinya dengan bahagia.

__ADS_1


"Nah, sekarang kita istirahat ya." Ucap Herman seraya melepas pelukannya.


Nisa pun mengangguk.


...****************...


"Halo, Rim." Sapa Ramon pada Rima diseberang telepon.


"Ram.." Balas Rima diikuti suara isak tangis.


"Rim, kamu kenapa? Are you okay?" Tanya Ramon panik.


Rima tak menjawab, hanya suara tangisan yang kian terdengar jelas.


"Kamu dimana sekarang? Aku akan menyusul." Tanya Ramon lagi.


"A.. akuu.. Aku di apartemenku." Jawab Rima terisak.


"Kamu tunggu ya, 10 menit aku sampai." Ucap Ramon dan memutus panggilan teleponnya.


"Sebenarnya ada apa hari ini? Dua wanita yang kusayangi.." Batin Ramon.


"Rima..Rim.." Panggil Ramon mencoba mencari sosok Rima.


Samar-samar terdengar suara isak tangis dari kamar Rima.


"Rim, are you okay?" Tanya Ramon bergegas menghampiri Rima.


"Ramon.." Rima pun langsung memeluk Ramon dan menumpahkan air matanya di bahu Ramon.


"Hei.. Ada apa? Coba ceritakan." Tanya Ramon cemas.


Rima pun melepas pelukannya, lalu ia memberikan sebuah benda kecil ke Ramon. Sontak Ramon pun membulatkan matanya karena terkejut. Dua garis merah tertera di benda itu.


"Rim, si..siapa yang melakukan ini padamu?" tanya Ramon terkejut.

__ADS_1


"Seorang pria yang mengancam akan membunuh Papa." Jawab Rima terisak.


"Yudha Bagaskara.." Ucap Ramon penuh penekanan.


"Siapa? Yu..Yudha Bagaskara?" tanya Rima memastikan pendengarannya.


"Apa kamu tidak tahu siapa yang menghamilimu?" tanya Ramon.


Rima pun menggeleng.


"Hah? Bagaimana bisa?" tanya Ramon.


"Waktu itu aku mabuk, seorang pelayan menawarkan kamar khusus untuk tamu. Sampai di kamar, saat aku mau melepas sepatuku tiba-tiba Herman datang dan kami melakukannya. Paginya waktu aku bangun, aku melihat seorang pria asing dan bukan Herman." Jelas Rima.


"Astaga.. Tunggu, apa maksud kamu Pak Herman Maulana?" tanya Ramon.


"Iya, Herman Maulana pemilik Maulana Corporation." Jawab Rima.


"Astaga.. Dia kan sudah punya istri, kenapa bisa kamu membayangkan dia?"


"Karena aku mencintainya. Perawat genit itu merebut calon suami ku."


"Oke sekarang kita berhenti bahas masalah hubungan kamu dan Pak Herman. Besok aku antar kamu menemui Yudha." Ucap Ramon.


"Apa kamu tahu alamat rumahnya?" tanya Rima.


Ramon pun mengangguk dan menghapus air mata Rima.


"Terima kasih selalu bantu aku." Ucap Rima seraya memeluk Ramon.


Ramon pun tersenyum seraya mengelus rambut Rima.


...****************...


Mohon maaf baru update nihh.. Author kehabisan Amunisi hehehe...

__ADS_1


mungkin readers, mau kasih masukan boleh hehe..


Tolong bantu Like, vote dan favorit kan yaa.. Terimakasih ❤️


__ADS_2