Jatuh Cinta Pada Om Majikan

Jatuh Cinta Pada Om Majikan
Terjadi Sesuatu..


__ADS_3

Dennis pun menunggu jawaban dari Nisa dengan perasaan bercampur aduk. Tampak Nisa mulai memikirkan jawaban untuk isi dari surat itu. Nisa memandang Dennis dan mulai mengarah kan tangan kanannya kearah pipi Dennis. Hati Dennis kian kacau melihat gerakan tangan Nisa, Pria itu kini menutup kedua matanya takut pada hal yang akan terjadi selanjutnya.


Sebenarnya Nisa ingin menanyakan siapa dirinya pada Dennis, tetapi hatinya trenyuh dengan apa yang dilakukan Dennis saat ini. Nisa pun memeluk Dennis. Dia percaya pria di depannya kini merupakan suaminya sesungguhnya bukan Herman yang dikatakan oleh security kantor Herman.


Dennis terkejut dengan pelukan hangat yang diberikan Nisa. Selama beberapa detik akhirnya dia membalas pelukan Nisa.


"Terima kasih, Sayang." Ucap Dennis seraya mengelus rambut Nisa.


Nisa pun mengangguk. Tak lama Dennis melepas pelukan keduanya. Pandangan keduanya saling bertemu dan Dennis memegang dagu Nisa seraya mendekatkan wajahnya kearah Nisa, tetapi Nisa menghentikan langkah Dennis dengan telunjuknya yang diarahkan ke bibir Dennis.


"Kita tidak tinggal sendiri disini." Bisik Nisa.


Seketika Dennis pun teringat pada 2 ART yang juga tinggal bersamanya. Nisa terkejut saat tiba-tiba Dennis membopong tubuhnya.


"Aku siap menjadi Ayah dari anak-anak kamu." Bisik Dennis tetap berjalan dengan membopong Nisa.


Sesampainya di kamar, Dennis menjatuhkan tubuh Nisa di ranjang empuk kemudian berbalik untuk mengunci pintu kamar. Keduanya tengah menikmati malam panjang nan romantis.


**


Keesokan paginya, Yuyun cemas karena Herman belum keluar dari kamarnya. Biasanya putra pertamanya sudah bersiap sejak pukul 6 pagi dan akan menikmati sarapan bersamanya.


"Mbak Din, apa Herman belum keluar kamar daritadi?" tanya Yuyun cemas.


"Belum, Nyonya. Daritadi saya disini enggak lihat tuan Herman keluar kamar." Jawab Dina.

__ADS_1


"Yasudah Mbak, nanti sarapannya tolong segera siapin ya. Saya mau cek Herman dulu." Ucap Yuyun.


Dina pun mengangguk dan kembali dengan kesibukannya.


Sesampainya di kamar Herman, Yuyun mengetuk pintu kamar itu sayangnya tidak ada jawaban.


"Sayang, ayo kita sarapan." Panggil Yuyun dari balik pintu.


Namun tak ada jawaban, karena khawatir Yuyun pun memutuskan untuk masuk ke kamar putranya. Yuyun terkejut saat mendapati kamar Herman kosong, namun terdengar gemericik air dari arah kamar mandi.


"Nisaa.. Kumohon kem.. balilah.." Racau Herman di dalam kamar mandi.


Yuyun yang mendengar teriakan Herman pun bergegas mengetuk pintu kamar mandi.


"Sayang, apakah terjadi sesuatu?" tanya Yuyun panik.


Yuyun bergegas menghampiri putranya.


"Apakah terjadi sesuatu?" tanya Yuyun.


Herman menatap Yuyun sesaat lalu ia memeluk erat Yuyun.


"Aku ingin Nisa kembali seperti dulu, Ma." Ucap Herman lirih tetapi jelas terdengar.


Air matanya jatuh membasahi bahu Yuyun. Hati Yuyun kembali tersayat melihat kondisi putranya. Hampir sama dengan kepergian Lala dulu, tetapi ia merasa kali ini putranya lebih tersakiti.

__ADS_1


"Kita berdoa yang terbaik ya." Ucap Yuyun seraya mengelus punggung putranya.


Herman terdiam dengan tangis terisak, meski lirih tapi Yuyun dapat mendengarnya.


**


Sementara di sebuah ruang gelap, Nisa dan Dennis masih tertidur pulas dengan saling berpelukan. Keduanya terbangun karena dering ponsel Dennis pagi itu. Dennis pun mencoba meraba meja kecil di sampingnya dan meraih ponsel itu.


"Halo, Ma." Sapa Dennis.


"Apa, Ma? Mama tunggu ya, Dennis segera kesana." Ucap Dennis kemudian menutup panggilan teleponnya.


"Ada apa?" tanya Nisa cemas.


"Terjadi sesuatu dengan Mas Herman." Jawab Dennis dan bangkit dari tidurnya.


"Kita harus bersiap-siap segera." Tambah Dennis.


"Apa yang terjadi dengan Mas Ipar?" tanya Nisa.


"Nanti kita akan tahu saat di Rumah Sakit." Jawab Dennis dan beranjak menuju kamar mandi.


Nisa bangkit dari tidurnya dan mengambil bajunya yang berserakan lalu mengenakannya. Setelahnya gadis itu menyiapkan pakaian untuk Dennis dan untuk ia kenakan.


**

__ADS_1


Author Terima kasih sekali sudah menyempatkan mampir untuk membaca cerita ini, jangan lupa like, share dan favoritkan cerita ini ya agar tidak ketinggalan episode terbaru


Mau komen juga boleh, Terima kasih 🙏😊


__ADS_2