Jatuh Cinta Pada Om Majikan

Jatuh Cinta Pada Om Majikan
I Love You


__ADS_3

"Aku menyukai Mas Dennis." Ucapnya lirih.


Setelah menyelesaikan kalimatnya, Nisa pun tertunduk. Herman pun menatap Nisa selama beberapa saat. Tiba-tiba pintu kamar Herman terbuka dan Dennis terkejut melihat apa yang ada di depannya. Dengan emosi Dennis mendekat kearah Herman dan Nisa lalu menarik tangan Nisa.


"Jangan ganggu Nisa." Ucap Dennis kepada Herman dan beranjak meninggalkan kamar itu bersama Nisa.


Nisa hanya terdiam karena takut melihat ekspresi wajah Dennis yang memerah. Sesampainya di depan kamar Nisa, Dennis melepaskan tangan Nisa.


"Maafkan aku yang menarikmu dengan paksa." Ucap Dennis.


"Ma..Maafkan aku, Mas Dennis. Tapi ini bukan seperti yang Mas lihat." Ucap Nisa dan mencoba menahan agar air matanya tidak keluar.


"Aku percaya pada calon istriku. Sekarang kamu bisa istirahat di kamar. Nanti malam aku mau kamu nemenin aku. Kita harus belanja beberapa keperluan pernikahan." Ucap Dennis seraya memegang pundak Nisa.


"Ke.. keperluan pernikahan? Ta.. tapi kan belum ada yang tahu kalo.. "


"Ssstt.. jangan menolak ajakan calon suami yaa.." Ucap Dennis seraya mengarahkan jari telunjuknya ke bibir Nisa.


Setelah beberapa menit mereka saling pandang, Nisa pun menuruti ucapan Dennis dan beranjak menuju kamarnya. Di dalam kamar, Nisa masih memikirkan ucapan Dennis.


"Kalo dari ucapan Om Herman yang menganggap aku calon istri adiknya, berarti semua orang di rumah ini sudah tahu soal rencana pernikahanku dengan Mas Dennis." Gumam Nisa lirih.


Nisa pun hanya membolak-balikan tubuhnya ke ranjang empuk hingga akhirnya ia berhasil memejamkan matanya.


*


Waktu menunjukkan pukul 3 sore, Nisa terbangun. Sayup-sayup terdengar suara ketukan pintu dari arah luar kamarnya. Nisa pun bergegas bangkit dan beranjak menuju pintu kamar.


"Halo, Nis." Sapa Dina.

__ADS_1


"Eh Mbak Dina, iya mbak kenapa?" tanya Nisa.


"Maaf ganggu kamu tidur, tapi.. anu.. tolongin aku." Jawab Dina gugup.


"Tolongin apa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Nisa cemas.


"I.. itu dibawah Den Dennis dan tuan Herman bertengkar." Jawab Dina.


"Hah? Bertengkar? Ayo mbak kita samperin mereka." Sahut Nisa cemas.


Nisa dan Dina pun bergegas turun ke lantai bawah. Nisa terkejut saat melihat Dennis jatuh tersungkur dekat meja.


"Mas Dennis." Ucap Nisa seraya menghampiri Dennis.


"Tolong jangan pukul Mas Dennis lagi, Om." Ucap Nisa seraya membantu Dennis untuk bangkit.


"Oke kalo itu mau kamu. Sekarang aku tanya sama kamu Nis, kamu pilih nikah sama dia atau aku?" Tanya Herman dengan napas terengah-engah.


Herman yang melihat hal itu hanya bisa terdiam menahan emosi yang bergejolak.


Sementara itu sesampainya di kamar Dennis, Nisa mengobati luka memar yang ada di pipi dan bercak darah di sudut bibirnya.


"Aww.. " Keluh Dennis saat Nisa mulai membersihkan darah di sudut bibirnya.


"Tahan ya Mas, sakitnya cuma sebentar kok." Ucap Nisa dan kembali fokus pada tugasnya.


Kini Dennis dapat melihat wajah gadis yang disukainya dari jarak sangat dekat. Nisa yang merasa diperhatikan oleh Dennis pun segera menoleh. Dennis pun jadi salah tingkah saat Nisa membalas tatapannya.


"Tolong jangan menatapku seperti itu." Ucap Nisa.

__ADS_1


"Kamu cantik." Ucap Dennis.


"Aku tahu. Itu sebabnya Mas Dennis suka sama aku, iya kan?" Celetuk Nisa.


"Cinta itu enggak lihat dari fisik tapi dari hati." Ucap Dennis seraya mencubit pelan hidung Nisa.


"Ihh.. Mas Dennis." Keluh Nisa.


Karena merasa tak terima dengan cubitan Dennis, Nisa pun mencoba membalas untuk mencubit pinggang Dennis hingga pria itu mengeluh geli.


"Aduhh.. ampun ampun.. Maafin aku deh." Keluh Dennis.


"Nahh, itu balasan untuk tukang modus." Ucap Nisa dan bangkit dari duduknya.


"Mau kemana?" tanya Dennis heran.


"Mau bantu Mbak Dina nyiapin makan malam." Jawab Nisa santai.


Dennis pun bangkit dari duduknya dan memeluk Nisa. Sontak Nisa pun terkejut dan hanya bisa mengerutkan keningnya.


"I Love You Nisa Febriyani." Ucap Dennis seraya mengelus lembut rambut Nisa.


**


Terima kasih ❤


Maaf baru upload 🙏


Happy New Year 2022 🥳🥳

__ADS_1


Semoga di tahun ini lebih baik dari tahun 2021 yaa..


Harapan Author semoga Cerita ini Lolos seleksi kontrak, mohon doa nya 😁


__ADS_2